3 Saham Syariah Hidden Gems Bagi Dividen, Ada Sahamnya Wings Grup

Jelang musim dividen, berikut ini ada 3 saham syariah yang rutin bagi dividen dan jarang banget diomongin. Kamu ada yang hold salah satu saham ini?

3 Saham Syariah Hidden Gems Bagi Dividen, Ada Sahamnya Wings Grup

Mikirduit – Banyak yang bingung mencari saham dividen yang syariah dan pergerakan harga sahamnya stabil serta non-cyclical. Faktanya, ada beberapa saham dividen syariah yang pergerakan harganya cukup stabil, tapi apakah menarik untuk investasi jangka panjang? berikut ulasan 3 saham tersebut. 

Kami menggunakan screeningan dari indeks saham syariah Indonesia dengan rata-rata tingkat dividen yield dalam 10 tahun terakhir sebesar 5 persen per tahun, serta kondisi perusahaan sedang tidak merugi.

Saham CEKA (PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.)

Saham CEKA ini bukan emiten perkebunan kelapa sawit, tapi pemilik pabrik pengolahan kelapa sawit. Dengan begitu, secara operasional lebih efisien karena tidak perlu memikirkan perawatan perkebunan sawit. Meski begitu, kinerja saham ini juga akan tergantung dengan perkembangan produksi kelapa sawit, serta posisi harga jual CPO yang bisa meningkatkan atau menurunkan beban operasionalnya. 

Hingga kuartal III/2023, CEKA mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 13,32 persen menjadi Rp122,08 miliar. Penurunan laba bersih itu disebabkan oleh kenaikan beban penjualan sebesar 42,66 persen menjadi Rp107 miliar, rugi selisih kurs senilai Rp20,84 juta dibandingkan dengan sebelumnya laba Rp1,29 miliar, serta penurunan pendapatan lain-lain sebesar 17,64 persen menjadi Rp2,92 miliar.

Tekanan pendapatan CEKA berasal dari penurunan permintaan pengolahan palm kernel domestik sebesar 42,77 persen menjadi Rp1,01 triliun, serta pendapatan lain-lain turun 11,71 persen menjadi Rp514 miliar. Meski, dari segi pendapatan pengolahan CPO naik 14,73 persen menjadi Rp2,75 triliun. 

Lalu, ada dua pos pendapatan tambahan CEKA di kuartal III/2023, yakni dari bisnis tepung yang menghasilkan Rp233,69 miliar, serta ekspor produk CPO senilai Rp10,48 miliar. 

Jika produksi CPO kembali normal, kinerja CEKA berpotensi kembali bangkit dari penurunan saat ini. Namun, hal itu akan tergantung dari perkembangan anomali cuaca akibat perubahan iklim.

Untuk tren pembagian dividen, CEKA mulai kembali rutin bagi dividen sejak 2017 hingga saat ini. Tingkat dividen yield hingga periode ex-date-nya sekitar 3,5 persen sampai 7 persen. Di mana, jika dilihat rata-rata 10 tahun terakhir, tingkat dividen yield CEKA mencapai 5,11 persen. 

Bagaimana prospek dividen CEKA di 2024?

Kami mengasumsikan kinerja laba bersih CEKA di full year berpotensi turun sebesar 17,64 persen menjadi Rp182 miliar. Dengan asumsi dividen payout ratio 30 persen, tingkat dividen per sahamnya bisa menjadi Rp92 per saham. Jika dihitung dengan harga saham CEKA di 19 Februari 2024, berarti tingkat dividen yield-nya sekitar 4,94 persen. 

Secara valuasi, saham CEKA bisa dibilang sudah memiliki valuasi yang menarik dengan Price to Earning (PE) twelve trailing months (TTM) sebesar 5,47 kali. Lebih rendah dari pemain CPO seperti AALI, SIMP, hingga STAA yang juga memiliki pabrik pengolahan CPO yang rata-rata punya PE TTM di atas 7 kali. 

Namun, risiko masuk ke saham CEKA ini adalah sahamnya kurang likuid. Walupun rata-rata kenaikan harga saham setiap tahunnya sekitar 11,08 persen per tahun dalam 10 tahun terakhir.

Ramalan Dividen 4 Saham Big Bank, Siapa yang Terbesar?
Keempat bank besar sudah rilis laporan keuangan 2023, kira-kira siapa yang membagikan dividen dengan jumlah terbesar? simak proyeksinya di sini

Saham CLPI (PT Colorpak Indonesia Tbk.)

Saham CLPI memiliki bisnis yang menarik, yakni penjualan dan distribusi tinta dan film. Adapun, film di sini bukan tontonan, melainkan bahan baku plastik untuk produk kemasan. Lalu, seberapa menarik saham CLPI ini?

Menurut dari hasil screeningan, saham CLPI memiliki rata-rata dividen yield sekitar 6,89 persen per tahun dalam 10 tahun terakhir. Lalu,rata-rata kenaikan harga saham dalam 5 tahun terakhir sebesar 6,81 persen. 

Hingga kuartal III/2023, tren kinerja pendapatan CLPI turun 5,73 persen menjadi RP596 juta dibandingkan dengan periode sebelumnya. Meski begitu, laba bersih CLPI naik sebesar 20,82 persen menjadi Rp38,92 miliar. 

Posisi laba bersih itu bisa naik karena prseroan mencatatkan penurunan beban pokok pendaptan dari bahan baku. Serta ada penurunan beberapa beban mulai dari beban umum dan administrasi, penurunan pendapatan lain dan keuangan. 

Namun, tantangannya, saham CLPI ini sudah tidak melakukan ekspansi secara signifikan lagi. Sehingga tren pertumbuhan bisnis bisa jadi lebih lambat ke depannya.

Lalu, gimana prospek saham CLPI? 

Jika menggunakan asumsi pertumbuhan laba bersih CLPI senilai Rp52 miliar. Artinya laba bersih CLPI naik sekitar 48,57 persen. Dari situ, potensi pembagian dividennya menjadi sekitar Rp169,74 per saham.

Hanya saja secara valuasi masih cukup mahal secara historis. Pasalnya, PE TTM CLPI sekitar 6,24 kali, sedangkan rata-rata 5 tahunnya di Rp7,12 kali. 

Dengan potensi growth bisnis yang tidak begitu tinggi, kami menilai saham CLPI kurang menarik.

Cara Lapor Dividen Saham Agar Dapat Insentif Pajak 0 Persen
Banyak investor yang masih bingung bagaimana cara lapor pajak dividen saham agar dapat insentif pajak 0 persen. Simak caranya di sini

Saham UNIC (PT Unggal Cahaya Putra)

Saham UNIC adalah emiten yang bergerak di bidang perdagangan kimia. Kinerja keuangan UNIC juga dalam mode tekanan. Emiten penjual Alkylbenzene mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 17,72 persen menjadi 261,70 juta per saham. Lalu laba bersih perseroan turun 55,74 persen menjadi 15,66 juta dolar AS. 

Penurunan laba bersih UNIC cukup dalam akibat adanya penurunan penghasilan operasi lain sebesar 55 persen menjadi 1,23 juta dolar. 

Bagaimana prospek dividennya di 2024?

Kami berekspektasi laba bersih per saham UNIC sekitar Rp312 per saham setelah rilis laporan keuangan tersebut. Dengan asumsi dividend payout ratio sebesar 25 persen, berarti potensi dividen senilai Rp78 per saham atau jika dihitung dengan harga saham saat ini sekitar 0,98 persen. Meski begitu, UNIC menjadi salah satu saham yang rutin bagi dividen secara konsisten, tercatat perseroan hanya absen bagi dividen pada 2016. 

Secara valuasi, saham UNIC masih cukup mahal karena berada di atas rata-rata 5 tahunnya di level 10,02 kali. Sehingga kami menilai saham ini kurang menarik jika masuk saat ini karena risiko penurunan lebih lanjut masih tinggi.

Soalnya, jika mengasumsikan laba bersih per saham UNIC di 2023 sekitar Rp312 per saham,serta asumsi valuasi wajarnya di rata-rata 5 tahunnya sekitar 7,71 kali. Berarti, harga wajarnya berada di Rp2.405 per saham. Level harga yang cukup jauh dari harga pasar pada 19 Februari 2024 di Rp7.900 per saham.

Investor Saham Dividen Ini Sulap Rp60 juta Jadi Rp150 miliar
Investor saham dividen ini bisa menyulap modal Rp60 juta jadi Rp150 miliar. Gimana caranya? simak di sini ya.

Kesimpulan

Apakah ketiga saham syariah ini menarik? sebenarnya ketiga saham ini menarik, tapi tetap ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya, CEKA masih menghadapi kondisi industri CPO yang masih tertekan akibat Elnino sampai kenaikan harga pupuk. Hal itu mempengaruhi produksi CPO yang akan diolah di pabriknya, meski secara keseluruhan kinerja CEKA akan stabil di bawah Grup Wilmar. 

Lalu, CLPI ini juga bisnis yang lumayan menarik produksi film untuk produksi pengemasan plastik. Namun, tantangan dari CLPI ke depannya adalah pengenaan cukai plastik yang bisa menekan kinerja perseroan. Apalagi, dari segi bisnis, CLPI belum ada rencana ekspansi untuk mendorong pertumbuhan kinerjanya. 

Terakhir UNIC, bisnisnya adalah produk kimia yang menjadi bahan baku detergen. Sebenarnya bisnis UNIC juga menarik karena mereka menjual bahan baku detergen untuk Grup Wings. Selain itu, kepemilikan saham UNIC juga ada campur tangan Grup Salim. Penjualan UNIC juga mayoritas dijual ke entitas terafiliasi tersebut, yang artinya bisa ke Grup Wings, Grup Salim, hingga saham LTLS. Hanya saja posisi harga sahamnya saat ini terlalu tinggi. 

Jika kami menyebutkan harga wajar UNIC ada di Rp2.400 per saham, tapi kami menilai harga Rp4.000 - Rp5.000 per saham sudah cukup menarik. Dari ketiga ini, ada yang menarik perhatianmu?

DISKON UNTUK PEMBURU SAHAM DIVIDEN DI BULAN PENUH CINTA

Kami berikan promo untuk member baru dengan potongan harga hingga Rp200.000 langsung hingga Akhir Februari 2024. (kuota promo terbatas siapa cepat dia dapat)

baru saja meluncurkan Zinebook #Mikirdividen yang berisi review 20 saham dividen yang cocok untuk investasi jangka panjang lama banget.

Kalau kamu beli #Mikirdividen edisi pertama ini, kamu bisa mendapatkan:

  • Update review laporan keuangan hingga full year 2023-2024 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Siap mendapatkan dividen sebelum diumumkan (kami sudah buatkan estimasinya)
  • Publikasi eksklusif bulanan untuk update saham mikirdividen dan kondisi market

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini