10 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik versi Mikirduit

Reksa dana pasar uang kerap jadi pilihan paling simpel untuk menyimpan cash dan mendapatkan return lebih tinggi dari deposito. Namun, mana produk reksa dana pasar uang terbaik?

reksa dana pasar uang

Mikirduit – Reksa dana pasar uang menjadi salah satu pilihan aset yang bisa berguna untuk kebutuhan penyimpanan dana dalam jangka pendek atau mengelola aset cash yang disiapkan ke aset high risk seperti saham maupun crypto. Namun, memilih aset reksa dana pasar uang juga tidak bisa sembarangan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Cara mengetahui tujuan keuangan yang cocok ditempatkan di reksa dana pasar uang antara lain:

  • Kebutuhan keuangan itu harus bisa dicairkan dengan segera jika dibutuhkan
  • Kebutuhan keuangan yang kurang dari 1 tahun dan akan dikumpulkan dari penghasilan bulanan

Dalam dua kebutuhan itu, ada satu faktor yang dihindari, yakni risiko fluktuasi nilai aset misalnya pergerakan harga saham, emas, crypto. Pasalnya, dana yang ada akan dialokasikan untuk kebutuhan jangka pendek.

Dengan penempatan dana di deposito dan obligasi kurang dari 1 tahun, risiko fluktuasi dari aset reksa dana pasar uang sangat rendah. Bahkan, dalam beberapa kasus, reksa dana pasar uang mampu memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito bank. Apalagi, reksa dana pasar uang juga bisa dicicil mulai Rp10.000.

Beberapa kebutuhan yang bisa menggunakan reksa dana pasar uang antara lain:

  • Kebutuhan dana darurat
  • Kebutuhan tujuan keuangan jangka pendek seperti pembayaran uang sekolah anak yang harus dibayarkan kurang dari 1 tahun dan lainnya
  • Kebutuhan penyimpanan cash untuk menunggu penurunan pasar

Lalu, apa reksa dana pasar uang terbaik yang bisa dilirik?

Indikator Reksa Dana Pasar Uang yang Terbaik

Kami menggunakan metriks yang bisa dilihat dari aplikasi Ajaib maupun Bibit untuk pembelian reksa dana:

Pertama, indikator dana kelolaan disarankan di atas Rp100 miliar. Tujuannya agar tidak ada risiko penarikan yang membuat dana kelolaan reksa dana menjadi di bawah Rp10 miliar. Pasalnya, ada risiko produk reksa dana ditutup jika dana kelolaan berada di bawah Rp10 miliar dalam 3 bulan berturut-turut. 

Kedua, expense rasio di bawah 1 persen (untuk reksa dana pasar uang). Expense rasio adalah total biaya operasional tahunan (manajemen, administrasim kustodian, audit) yang dikeluarkan oleh manajer investasi dibandingkan engan rata-rata nilai aktiva bersih. Tingkat expense rasio akan menggambarkan seberapa efisien pengelolaan reksa dana-nya.

Ketiga, drawdown maksimal 0,01 persen. Drawdown reksa dana adalah persentase penurunan nilai investasi dari titik tertinggi ke terendah dalam jangka waktu tertentu. Artinya, Drawdown menggambarkan risiko penurunan maksimal secara historis. Dalam kasus reksa dana pasar uang yang penempatan dana di aset yang likuid seperti deposito dan obligasi kurang dari 1 tahun, jika ada Drawdown yang cukup besar bisa menjadi pertanyaan.

10 Reksa Dana Pasar Uang yang Bisa Jadi Pilihan

Kami melakukan pemilihan reksa dana pasar uang terbaik berdasarkan keuntungan historis 1 tahun terakhir (tidak menggambarkan potensi di masa depan, tapi karena ini pasar uang perubahannya tidak akan signifikan) dengan kombinasi 3 metriks yang kami jelaskan sebelumnya. Lalu, apa saja produk reksa dana pasar uang terbaik tersebut?

Sebelumnya, jika kamu ingin buka akun di Ajaib dan Bibit, kamu bisa menggunakan kode di sini:

  • Download dan daftar Ajaib dengan klik link di sini dan gunakan kode sury216 untuk mendapatkan bonus saham dari Ajaib
  • Download dan daftar Bibit dengan klik link di sini gunakan kode 8jz2m3y untuk dapatkan cashback Rp25.000 dari Bibit

Maybank Dana Pasar Uang

Reksa dana ke-10 pilihan kami adalah Maybank Dana Pasar Uang yang mencatatkan keuntungan dalam 1 tahun terakhir sekitar 4,74 persen.

Jika mengacu ke-3 metrik kami begini kondisi reksa dana ini:

  • Total dana kelolaan sekitar Rp522 miliar
  • Expense rasio sekitar 0,73 persen
  • Drawdown sekitar 0 persen

Dalam fund fact sheet per Desember 2025, reksa dana ini menempatkan 100 persen asetnya di pasar uang. Meski, dalam perhitungan 100 persen ini memasukkan komponen aset obligasi kurang dari 1 tahun juga.

10 alokasi aset terbesar dari reksa dana ini antara lain:

  • Deposito Bank Capital sebesar 9,44 persen
  • Deposito Bank Aladin Syariah sebesar 9,29 persen
  • Deposito Bank Syariah Nasional sebesar 9,18 persen
  • Deposito Panin Dubai Syariah sebesar 8,54 persen
  • Deposito Bank Muamalat sebesar 7,47 persen
  • Deposito Bank Sulut Go sebesar 6,62 persen
  • Deposito Allo Bank Indonesia sebesar 6,4 persen
  • Deposito BPD Jambi Unit Usaha Syariah sebesar 6,4 persen
  • Obligasi berkelanjutan VI Pegadaian IV Tahun 2025 Seri A sebesar 3,2 persen
  • Obligasi Berkelanjutan BRIS II Tahun 2025 seri A sebesar 2,99 persen

Total dana kelolaan di 10 aset terbesar itu mencapai 69,53 persen dari total dana kelolaan perseroan.

Produk ini bisa didapatkan di Ajaib.

Panin Dana Likuid

Reksa dana pasar uang ke-9 pilihan kami adalah Panin Dana Likuid. Reksa dana ini mencatatkan keuntungan historis dalam setahun terakhir sekitar 5,07 persen.

Jika mengacu ke-3 metriks kami, begini kondisi reksa dana ini:

  • Total dana kelolaan Rp1,37 triliun
  • Expense Rasio sebesar 0,59 persen
  • Drawdown sebesar 0 persen

Dari data fund fact sheet per Januari 2026, reksa dana ini menempatkan 68,96 persen pengelolaan dana ke instrumen pasar uang seperti deposito, sedangkan sisanya 31 persen ke efek obligasi dengan tenor kurang dari 1 tahun.

Berikut 10 alokasi aset terbesar dari reksa dana ini:

  • Deposito Bank Panin Dubai Syariah sebesar 7,29 persen
  • Deposito Bank Bukopin Syariah sebesar 6,7 persen
  • Deposito Bank Hibank Indonesia sebesar 6,48 persen
  • Deposito Bank Danamon sebesar 6,19 persen
  • Deposito Bank Jago sebesar 5,61 persen
  • Deposito Bank Sahabat Sampoerna sebesar 5,54 persen
  • Deposito Bank Aladin Syariah sebesar 5,46 persen
  • Deposito BJB Syariah sebesar 4,44 persen
  • Deposito BCA Syariah sebesar 4,37 persen
  • Deposito Bank Syariah Indonesia sebesar 3,42 persen

Total dana kelolaan 10 aset terbesar ini mencapai 55,5 persen dari total dana kelolaan reksa dana tersebut.

Reksa dana ini bisa didapatkan di aplikasi Ajaib.

Trimegah Kas Syariah

Reksa dana ke-8 yang menjadi pilihan kami adalah Trimegah Kas Syariah yang dalam setahun terakhir mencatatkan keuntungan historis sekitar 5,17 persen.

Secara catatan sesuai tiga metriks kami, begini kondisi reksa dana ini:

  • Total dana kelolaan sekitar Rp1,69 triliun
  • Expense rasio sekitar 0,72 persen
  • Drawdown sebesar 0 persen

Jika melihat fund fact sheet per Januari 2026, reksa dana ini menempatkan 65,25 persen asetnya di deposito bank, sedangkan 34,75 persen di obligasi.

10 Alokasi aset terbesar reksa dana ini antara lain:

  • Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry Thapa II Tahun 2025 Seri A sebesar 11,47 persen (Grup Sinarmas)
  • Deposito Bank Syariah Bukopin sebesar 11,18 persen
  • Deposito Bank Panin Syariah sebesar 10,8 persen
  • Deposito Bank Aladin Syariah sebesar 9,74 persen
  • Deposito Bank BJB Syariah sebesar 9,38 persen
  • Deposito Bank Riau Kepri Syariah sebesar 7,08 persen
  • Deposito Bank Mega Syariah sebesar 4,13 persen
  • Deposito Bank Sumut Syariah sebesar 3,95 persen
  • Sukuk Musyarakah Berkelanjutan I Saran Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2025 sebesar 3,54 persen
  • Deposito Bank Nagari Syariah sebesar 3,48 persen

Total alokasi 10 aset terbesar itu mencakup 74 persen dari total dana kelolaan reksa dana tersebut.

Reksa dana ini bisa didapatkan di Ajaib dan Bibit.

Trim Kas 2 Kelas A

Reksa dana ke-7 yang menjadi pilihan kami antara lain Trim Kas 2 Kelas A yang mencatatkan keuntungan historis dalam setahun terakhir sebesar 5,2 persen.

Jika mengacu ke-3 metriks kami, begini kondisi reksa dana ini:

  • Total dana kelolaan sekitar Rp9 triliun
  • Expense rasio 0,72 persen
  • Drawdown sebesar 0 persen

Jika merujuk ke fund fact sheet per Januari 2026, 64,12 persen aset investasinya ke deposito, sedangkan 35,88 persen ke obligasi.

10 alokasi aset terbesar dari reksa dana ini antara lain:

  • Deposito Bank NTT sebesar 7,67 persen
  • Deposito Bank Sulutgo sebesar 6,42 persen
  • Deposito Bank Sahabat Sampoerna sebesar 6,4 persen
  • Deposito Bank JTrust Indonesia sebesar 5,75 persen
  • Deposito BPD Lampung sekitar 4,3 persen
  • Deposito Bank Ganesha sebesar 4,06 persen
  • Deposito Bank Jago sekitar 4,03 persen
  • Deposito BPD Sumsel Babel sekitar 3,63 persen
  • Deposito Bank Seabank Indonesia sebesar 3,19 persen
  • Deposito Bank Nagari sekitar 2,88 persen

Total alokasi ke-10 aset terbesar ini mencapai 48,33 persen dari total dana kelolaan reksa dana tersebut.

Reksa dana ini bisa didapatkan di  Ajaib dan Bibit.

BRI Seruni Pasar Uang III

Reksa dana pasar uang ke-6 yang menarik jadi pilihan adalah BRI Seruni Pasar Uang III. Dalam setahun terakhir (historis) mencatatkan kenaikan 5,22 persen.

Untuk tiga metriks yang kami gunakan:

  • BRIS Serui Pasar Uang III punya dana kelolaan Rp3,7 triliun
  • Expense rasio hanya 0,5 persen
  • Ada catatan drawdown -0,01 persen, tapi masih di angka maksimal yang bisa di-toleransi untuk reksa dana pasar uang.

Jika dilihat dari alokasi penempatan dana, reksa dana pasar uang ini menempatkan 71 persen di efek berbasis surat utang, sedangkan pasar uangnya hanya 28 persen.

Berikut alokasi penempatan dana berdasarkan Fund Fact Sheet per Januari 2026:

Alokasi sektor terbesar:

  • Keuangan 35 persen
  • Deposito 27,53 persen
  • Obligasi pemerintah 20,3 persen
  • Basic Material 9,52 persen
  • Infrastruktur 3,63 persen
  • Industrials 3,22 persen

Jika dilihat 10 penempatan aset terbesarnya antara lain:

  • Deposito Bank CIMB Niaga sebesar 6 persen
  • Deposito Bank Woori Saudara sebesar 5 persen
  • Deposito Bank J Trust sebesar 5 persen
  • FR0056 yang jatuh tempo pada September 2026 sebesar 6 persen
  • FR0084 yang jatuh tempo pada Februari 2026 (sebentar lagi) sebesar 4 persen (artinya ada dana segar untuk penempatan dana selanjutnya)
  • FR0086 yang jatuh tempo pada April 2026 sebesar 7 persen
  • Obligasi Pegadaian dengan seri PPGD06ACN2 jatuh tempo pada 8 Juni 2026 sebesar 5 persen
  • Obligasi Pegadaian dengan seri PPGD06ACN3 yang jatuh tempo pada September 2026 sekitar 4 persen
  • Deposito Unit usaha syariah Bank DKI sebesar 8 persen
  • Obligasi PT Wahana Inti Selaras dengan seri WISL01ACN1 yang jatuh tempo pada 18 Juli 2026. Wahana Inti Selaras adalah perusahaan milik Grup Indomobil yang mendistribusikan kendaraan dan alat pertanian bermerek John Deere sebesar 3 persen

Dari ke-10 aset terbesar itu mewakili 53 persen total pengelolaan dana reksa dana tersebut. 47 persennya akan mencakup ke sektor-sektor lainnya, terutama di keuangan, obligasi pemerintah, dan sektor basic material yang menjadi tiga besarnya. Sementara itu sektor infrastruktur dan industri hanya mencakup kurang dari 10 persen dari portofolio perseroan.

Reksa dana ini tersedia di Ajaib dan Bibit.

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia

Reksa dana pasar uang ke-5 adalah Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia (bisa jadi opsi untuk kamu yang mencari aset investasi jangka pendek yang syariah). Reksa dana ini mencatatkan keuntungan dalam 1 tahun sekitar 5,25 persen.

Jika mengacu ketiga metriks kami, kondisi reksa dana ini antara lain:

  • Dana kelolaan sekitar Rp1,6 triliun
  • Expense rasio 0,8 persen
  • Drawdown 0 persen

Jika melihat komposisi portofolio reksa dana ini, sebanyak 84 persen di sukuk dengan tenor kurang dari 1 tahun, serta deposito sebesar 16 persen. 

Dari fund fact sheet per Januari 2026, berikut ini komposisi alokasi investasinya, mayoritas 73,23 persen ke sukuk korporasi kurang dari 1 tahun, 14,85 persen ke deposito, dan 11,41 persen ke sukuk negara.

Berikut komposisi 10 alokasi investasi terbesar reksa dana ini:

  • Sukuk negara PBS032 yang jatuh tempo di Juli 2026 sebesar 11,41 persen
  • Sukuk PT Sarana Multi Infrastruktur 2025 (tidak ada serinya)sebesar 10,65 persen 
  • Deposito unit usaha syariah Bank Pembangunan Daerah Sumatra utara sebesar 9,54 persen
  • Sukuk PT Pegadaian Tahap IV Tahun 2025 sebesar 7,52 persen
  • Sukuk PT CIMB Niaga Auto Finance (tidak ada serinya) sebesar 7,43 persen
  • Sukuk PT Bank Syariah Indonesia sebesar 7,27 persen
  • Sukuk PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Milik DOID dengan bisnis kontraktor pertambangan batu bara) sebesar 6,39 persen
  • Sukuk PT Permodalan Nasional Madani sebesar 6,27 persen
  • Sukuk PT Pegadaian Tahap V tahun 2025 dengan porsi 4,7 persen
  • Sukuk PT Sarana Multigriya Finansial I 2025 dengan porsi 4,7 persen

Dari 10 aset ini, total porsinya mencapai 75,88 persen dari total portofolio reksa dana tersebut.

Reksa dana ini tersedia di Ajaib dan Bibit.

STAR Money Market Kelas Utama

Reksa dana pasar uang ke-4 pilihan kami adalah STAR Money Market Kelas Utama yang mencatatkan keuntungan sethaun terakhir secara historis sebesar 5,3 persen.

Jika dilihat dengan metriks kami:

  • Total dana kelolaan reksa dana ini mencapai Rp239 miliar
  • Tingkat expense rasio sebesar 0,8 persen
  • Drawdown 0 persen

Lalu, kemana penempatan dana investasi reksa dana ini? 

Jika merujuk ke fund fact sheet per 31 Januari 2026, 95 persen dana kelolaan masuk ke surat utang korporasi, dengan deposito hanya 3 persen, sedangkan sisanya kas 1,15 persen.

Jika dilihat komposisi penempatan dana 10 besar alokasi terbesar antara lain:

  • Obligasi Berkelanjutan TBIG tahun 2023 seri B dengan porsi 5,97 persen
  • Obligasi PT Wahana Inti Selaras Tahap II tahun 2025 sebesar 5,43 persen (Ini perusahaan milik Grup Indomobil mendistribusikan kendaraan dan alat pertanian bermerek John Deere, porto serupa seperti milik BRI Seruni Pasar Uang III)
  • Obligasi Berkelanjutan II OKI Pulp and Paper Mills Tahap I Tahun 2025 Seri A sebesar 5,42 persen (ini perusahaan pulp and paper milik Grup Sinarmas)
  • Obligasi II Hino Finance Indonesia Tahun 2023 Seri B dengan porsi 5,08 persen
  • Obligasi berkelanjutan MDKA Tahap III tahun 2023 seri B dengan porsi 4,75 persen
  • Obligasi sukuk mudharabah berwawasan sosial orange berkelanjutan Tahap I PNM II tahun 2025 seri A sebesar 4,34 persen
  • Obligasi berkelanjutan IV TPIA Tahap III Tahun 2023 seri A dengan porsi 3,63 persen
  • Obligasi Sukuk Wakalah BI AL-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap III Tahun 2025 Seri A sebesar 3,63 persen
  • Obligasi berkelanjutan MBMA tahap II tahun 2025 Seri A sebesar 3,62 persen
  • Obligasi Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2025 seri A dengan porsi 3,62 persen

Catatannya, 10 alokasi aset terbesar ini hanya memiliki porsi 45,49 persen dari total porto keseluruhan reksa dana. 

Reksa dana ini tersedia di aplikasi Ajaib.

KISI Money Market Fund

Reksa dana ke-3 pilihan kami adalah KISI Money Market Fund dengan tingkat keuntungan historis dalam 1 tahun terakhir sekitar 5,39 persen.

Jika merujuk ke-3 metriks kami:

  • Tingkat dana kelolaan sekitar Rp1,63 triliun
  • Tingkat Expense rasio sekitar 0,39 persen
  • Tingkat drawdown 0 persen

Jika mengacu ke data Fund Fact Sheet per Desember 2025, alokasi portofolio sebanyak 56 persen di pasar uang, sedangkan 43 persen di obligasi.

Rinciannya, 10 alokasi aset terbesar antara lain:

  • Deposito Allo Bank Indonesia sebesar 7,28 persen
  • Deposito Bank Victoria Internasional sebesar 6,25 persen
  • Obligasi Provident Investasi Bersama sebesar 6,24 persen
  • Obligasi MBMA sebesar 4,37 persen
  • Obligasi Pegadaian sekitar 3,15 persen
  • Obligasi BRIS sekitar 3,12 persen
  • Obligasi Lontar Papyrus Pulp and Paper sekitar 3,12 persen (Perusahaan Pulp and Paper milik Grup Sinarmas)
  • Obligasi Pindo Deli Pulp and Paper sebesar 3,12 persen. (Perusahaan Pulp and Paper milik Grup Sinarmas)
  • Obligasi TBIG sebesar 3,12 persen
  • SPNS10082026 yang jatuh tempo pada Agustus 2026 sebesar 3,03 persen

Total 10 alokasi aset terbesar ini mencakup 42,8 persen dari total dana kelolaan reksa dana tersebut.

Reksa dana ini bisa dibeli di Ajaib.

Premier Pasar Uang II

Reksa dana pasar uang ke-2 yang menjadi pilihan kami adalah Premier Pasar Uang II yang mencatatkan keuntungan historis dalam 1 tahun terakhir sekitar 5,44 persen.

Jika menggunakan 3 metriks kami antara lain:

  • Total dana kelolaan sekitar Rp892 miliar
  • Expense rasio hanya 0,04 persen
  • Drawdown 0 persen

Jika melihat dari data fund fact sheet per Desember 2025, reksa dana ini menempatkan 52 persen dana di obligasi dengan tenor kurang dari 1 tahun dan deposito sekitar 48 persen.

Untuk sektor bisnis obligasi korporasi yang jadi target penempatan dana antara lain:

  • Sektor Bank (termasuk deposito) 48,67 persen
  • Sektor keuangan 29,73 persen
  • Pulp and Paper 8,51 persen
  • Pertambangan 5,57 persen
  • Perkebunan 2,17 persen
  • Bahan Kimia 1,69 persen
  • Telekomunikasi sebesar 1,68 persen
  • Infrastruktur 0,67 persen
  • Konstruksi sebesar 0,59 persen

Adapun, 10 alokasi penempatan dana terbesar:

  • Deposito Allo Bank sebesar 9,67 persen
  • Deposito Bank Nobu sebesar 9 persen
  • Deposito Bank Aladin Syariah sebesar 8,84 persen
  • Deposito Bank Sampoerna sebesar 8,84 persen
  • Deposito BJB Syariah sebesar 8,43 persen
  • Obligasi Pegadaian seri PPGD06ACN3 yang jatuh tempo 13 September 2026 sebesar 3,43 persen
  • Obligasi Indomobil Finance seri IMFI05BCN2 yang jatuh tempo pada 28 Maret 2026 sebesar 3,36 persen
  • Obligasi Pindo Deli Pulp and Paper Mills (Grup Sinarmas) seri PIDLO1ACN2 yang jatuh tempo 10 Mei 2026 sebesar 2,5 persen
  • Obligasi Astra Sedaya Finance dengan seri ASDF06ACN5 yang jatuh tempo pada Maret 2026 sebesar 2,42 persen
  • Obligasi PT Pupuk Indonesia dengan seri PIHC02BCN2 yang jatuh tempo pada 10 Maret 2026 sebesar 2,17 persen

Total alokasi 10 aset terbesar ini mencapai 58 persen dari dana kelolaan.

Reksa dana ini bisa didapatkan di Ajaib

Capital Money Market Fund

Reksa dana pasar uang ke-1 pilihan kami adalah Capital Money Market Fund yang mencatatkan keuntungan historis dalam 1 tahun terakhir sekitar 5,69 persen.

Jika dilihat dengan 3 metriks kami, begini kondisi reksa dana ini:

  • Total dana kelolaan sekitar Rp833 miliar
  • Expense rasio sebesar 0,33 persen
  • Drawdown sekitar 0 persen

Dengan mengacu ke fund fact sheet per Januari 2026, reksa dana menempatkan 66 persen dananya di obligasi jatuh tempo kurang dari 1 tahun, sedangkan 34 persen sisanya di pasar uang seperti deposito.

10 alokasi aset terbesar reksa dana ini antara lain:

  • Bank Bukopin Syariah sebesar 9 persen
  • Sukuk Wakalah I Metro HealthCare Indonesia (CARE) sebesar 9 persen
  • Deposito Bank Capital sebesar 8,88 persen
  • Deposito Bank Aladin Syariah sebesar 7,8 persen
  • Obligasi Berkelanjutan  Pegadaian Tahap III Tahun 2025 Seri A sekitar 4,21 persen
  • Obligasi berkelanjutan VI TBIG Tahap V Tahun 2025 seri A sekitar 4,2 persen
  • Obligasi berkelanjutan VII Federal Internasional Finance Tahap II Tahun 2025 seri A sekitar 3,6 persen
  • Obligasi Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp and Paper Industri Tahap I Tahun 2023 sebesar 3,15 persen
  • Obligasi MBMA Tahun 2025 seri A sekitar 3 persen
  • Obligasi berkelanjutan I Wahana Inti Selaras (Grup Indomobil) Tahap II Tahun 2025 sebesar 3 persen

Total alokasi dana dari 10 aset terbesar ini mencapai 55,84 persen dari total dana kelolaan reksa dana tersebut.

Reksa dana ini bisa didapatkan di Ajaib.

Catatan Kami

Dalam skema reksa dana pasar uang, reksa dana yang memberikan keuntungan terbesar biasanya memiliki eksposure di obligasi kurang dari 1 tahun yang cukup besar juga. Sehingga tingkat rata-rata keuntungan bisa melebihi bunga deposito.

Meski, obligasi dengan tenor kurang dari 1 tahun cenderung stabil dari segi harga dan risiko gagal bayar lebih rendah. Namun, kami mengingatkan reksa dana yang punya porsi obligasi dengan tenor kurang dari 1 tahun lebih dari 50 persen juga punya risiko terkait gagal bayar pokok utang. (apalagi jika ada kejadian black swan seperti Covid yang mengganggu cashflow perusahaan yang menerbitkan obligasi)

Sehingga untuk manajemen risiko, kami menyarankan cari reksa dana pasar uang dengan porsi produk deposito atau pasar uang lebih dari 50 persen dari total dana kelolaan sebagai manajemen risiko.

Jika dihitung dalam kondisi keuntungan tertinggi dengan 3 metriks kami, ada dua reksa dana dari manajer investasi Insight yang termasuk di peringkat ke-1 dan ke-2. Namun, berhubung manajer investasi Insight sedang ada kasus terkait dugaan investasi fiktif Taspen di produk reksa dana Insight IM yang khusus dibuat untuk PT TASPEN yakni I-Next G2 tersebut. Secara hukum, produk yang bermasalah hanya produk untuk Taspen tersebut, sedangkan produk reksa dana Insight lainnya tidak masuk dalam masalah hukum. Tapi, kami tidak pilih jadi yang terbaik karena ada kasus yang menyangkut internal manajemen Manajer Investasinya.