WSKT Otak-atik Lilitan Utang, Terancam Bangkrut?

WSKT disuspensi setelah mengajukan penundaan pembayaran utang, namun satu obligasi ditolak oleh pemegang obligasi. Bagaimana nasib Waskita selanjutnya?

WSKT Otak-atik Lilitan Utang, Terancam Bangkrut?

Mikir Duit – PT Waskita Karya Tbk. alias WSKT bikin kejutan di pertengahan Februari 2023 setelah harga sahamnya disuspensi Bursa Efek Indonesia. WSKT disebut mengajukan penundaan pembayaran utang. Namun, ada satu obligasi yang penundaannya ditolak oleh pemegang obligasi. Kira-kira gimana nasib Waskita selanjutnya?

Jadi, WSKT telah melakukan rapat umum pemegang obligasi terhadap empat obligasinya senilai Rp4 triliun. Dari keempat obligasi itu, tiga obligasi mendapatkan persetujuan pemegang obligasi untuk menunda pembayaran bunga obligasi selanjutnya  hingga Mei-Juni 2023.

Hasil rapat umum pemegang obligasi Waskita
Salah satu hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi Waskita yang hasilnya menolak penundaan pembayaran obligasi. 

Namun, ada satu obligasi senilai Rp100 miliar yang hasilnya pemegang obligasi menolak penundaan pembayaran bunga obligasi tersebut.

Total beban bunga obligasi yang jatuh tempo pada akhir Februari 2023 senilai Rp2,3 triliun, sedangkan beban bunga yang jatuh tempo di Mei 2024 senilai Rp2,4 triliun. Beban bunga ini belum termasuk utang perseroan ke bank.

Memang bagaimana kondisi keuangan WSKT hingga tidak mampu membayar bunga obligasi tersebut?

Dari pengakuan WSKT, mereka bukannya tidak bisa membayar bunga obligasi, melainkan sedang melakukan restrukturisasi keuangan agar bisa mengerjakan proyek strategis lainnya, seperti penyelesaian proyek tol. Untuk itu, WSKT harus melakukan penundaan pembayaran bunga sementara untuk obligasi dan kredit kerja.

arus kas operasi Waskita
Arus kas operasional Waskita masih negatif Rp38 miliar

Sampai kuartal III/2022, WSKT masih memiliki kas setara kas senilai Rp10 triliun. Namun, dana kas senilai Rp10 triliun itu berasal dari pinjaman berbentuk obligasi, sukuk, dan hasil rights issue pada 2021 silam. Artinya, jika arus kas operasionalnya masih negatif, yang per kuartal ketiga senilai Rp30-an miliar, berarti kas dari pinjaman itu bisa habis hanya untuk bayar utang.

Arus kas Waskita
Kas dan setara kas Waskita per Kuartal III/2022 memang positif Rp10,72 triliun. Namun, arus kas itu semuanya berasal dari utang obligasi, sukuk, bank, dan rights issue. 

Rights Issue WSKT yang Ditunda

Sebelumnya, WSKT sempat berencana kembali melakukan rights issue pada akhir 2022 dengan target dana Rp3,9 triliun, tapi rencana itu urung dilakukan.

Awalnya, rencana rights issue itu diundur hingga Januari 2023, tetapi sampai Februari 2023, rencana penerbitan saham baru tidak kunjung dilakukan.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya masih proses pengajuan penyertaan modal negara (PMN) untuk WSKT. Harapannya, kalau PMN itu bisa cair bakal mempercepat restrukturisasi  WSKT.

Namun, WSKT tidak hanya memiliki opsi PMN untuk melancarkan aksi restrukturisasi aset. Mereka juga berencana melakukan divestasi aset dua ruas tol pada 2023. Bahkan, pemerintah juga membuka peluang pendanaan WSKT melalui sovereign wealth fund Indonesia, yakni INA.

Pemerintah bakal mati-matian restrukturisasi WSKT karena perusahaan konstruksi itu disebut mau diberikan tugas proyek lainnya. Di mana, jika tidak direstrukturisasi, WSKT bakal susah mendapatkan pendanaan dari bank maupun obligasi lagi.

Kesimpulan

Apakah WSKT akan bangkrut? harusnya sejauh ini tidak mungkin. Sebenarnya, restrukturisasi Waskita ini dilakukan agar mereka bisa mendapatkan pinjaman bank untuk mengerjakan proyek selanjutnya. Jika keuangannya tidak direstrukturisasi, Waskita bakal sulit dapat pinjaman segar dari bank atau obligasi nantinya.

kinerja laba rugi Waskita
Kinerja laba/rugi Waskita didorong oleh divestasi aset ruas tol senilai Rp3 triliun. Tanpa itu, kinerja Waskita berpotensi merugi.

Secara kinerja keuangan sendiri, sampai kuartal III/2022, WSKT bisa meraih laba karena ada tambahan dana segar dari hasil pendapatan lain-lain antah berantah selain divestasi senilai Rp3 triliun. Jika tanpa hasil pendapatan lain-lain tersebut, WSKT bakal mengalami kerugian di kuartal ketiga kemarin.

Pendapatan lain-lain ini bisa  termasuk pendapatan non-operasional yang berasal dari restrukturisasi utang bank dan obligasi pada entitas anak, proyek yang sudah selesai, selisih dari estimasi akrual dibandingkan dengan realisasi yang disajikan bersih dengan beban lain-lain proyek selesai, laba atas divestasi, dan lain-lain Kerja Sama Operasi (KSO).

Jika melihat laba bersih kepada entitas induk, WSKT hanya mencatatkan keuntungan sebesar Rp425 juta.

Siapa yang masih hold keras saham WSKT?


Disclaimer: Artikel ini tidak mengajak kamu membeli atau menjual salah satu saham. Artikel ini hanya memberikan informasi yang bisa jadi pertimbanganmu untuk membeli atau menjual sebuah saham. Investasi saham memiliki risiko yang harus ditanggung oleh diri sendiri.