3 Sumber Passive Income Bulanan Setara Gaji UMR

Siapa yang nggak mau punya sumber passive income setara UMR? di sini ada 3 sumber passive income yang bisa kamu optimalkan agar bisa dapat cuan bulanan.

3 Sumber Passive Income Bulanan Setara Gaji UMR

Mikir Duit – Siapa yang tidak ingin punya sumber passive income bulanan setara UMR? jika ingin, tim Mikir Duit akan kasih jurus-jurusnya di sini.

Passive income adalah pendapatan yang bisa kita dapatkan tanpa harus bekerja secara rutin atau full time. Biasanya, Passive income bisa didapatkan dari sewa properti, kupon obligasi, dividen saham, deposito, hingga bagi hasil reksa dana.

Namun, setiap passive income memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Ada yang rutin memberikan setiap bulan, ada yang tiga bulan sampai enam bulan sekali, ada yang satu tahun sekali, ada juga yang tidak pasti.

Lalu, bagaimana cara agar bisa punya passive income per bulan secara rutin setara UMR? Kita kasih tiga jurusnya di sini.

Passive Income dari properti

Cara ini bisa dibilang paling klasik. Caranya, kita beli properti yang punya potensi permintaan sewa tinggi. Biasanya tuh ada di kawasan kampus, kantor, atau pabrik. Setelah itu, kita sewakan dan bisa menjadi passive income untuk kita.

Namun, ada beberapa keuntungan dan risiko dari mendapatkan passive income properti ini:

Kelebihan: jika sudah mendapatkan penyewa, biasanya pendapatan pasif akan diterima secara rutin per bulan selama minimal satu tahun. Selain itu, bisa juga si penyewa membayar langsung secara penuh selama setahun. Jadi, kita sudah punya kepastian pendapatan selama setahun penuh.

Kekurangan: untuk bisa mendapatkan passive income dari properti butuh modal besar. Apalagi, fakta menariknya properti yang dikredit dengan KPR tidak bisa seenaknya disewakan begitu saja, tapi harus berkomunikasi dengan pihak bank yang memberikan KPR.

Selain itu, passive income dari properti ini juga ada risiko keluarnya biaya-biaya maintenance setiap tahunnya. Dari situ, kita harus memperhitungkan apakah biaya maintenance dengan harga sewa yang diberikan bisa tetap untung atau malah rugi.

Passive Income dari SBN ritel

Salah satu cara mendapatkan passive income termudah saat ini adalah dengan investasi di SBN ritel. Dalam setahun pemerintah bisa menerbitkan 4-5 SBN ritel. Menariknya, SBN ritel juga membagikan kupon per bulan secara otomatis sehingga bisa dijadikan pendapatan passive income per bulan yang konsisten. Apalagi, risiko investasi SBN ritel bisa dibilang sangat rendah karena dijamin pemerintah.

Namun, tetap saja, ada kelebihan dan kekurangan dari setiap instrumen investasi. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari Passive income SBN ritel.

Kelebihan: SBN ritel adalah aset investasi dengan risiko rendah dan kupon atau bunga diberikan secara konsisten setiap bulannya.

Kekurangan: Investasi SBN ritel harus all in modal di awal dan tidak bisa top up di tengah periode. Lalu, untuk bisa mendapatkan passive income per bulan butuh modal minimal Rp800 jutaan. Dari situ, kita bisa mendapatkan pendapatan pasif sekitar Rp4,5 juta per bulan. Ditambah, beberapa tipe SBN ritel juga tidak bisa dijual ke pasar sekunder, sehingga untuk mencairkan hanya bisa di periode early redemption dan itu juga hanya bisa mencairkan 50 persen dari total pokok investasi.

Passive Income dari Reksa dana

Siapa yang baru tahu kalau reksa dana juga bisa kasih pendapatan pasif per bulan? jadi ada beberapa jenis reksa dana pendapatan tetap yang membagikan keuntungannya bagi hasil beberapa periode sekali seperti sebulan, tiga bulan, hingga enam bulan sekali.

Kalau dari catatan tim Mikirduit, ada 4 reksa dana pendapatan tetap yang rutin bagi hasil per bulan, yakni:

  • Reksa dana Mandiri Investa Dana Utama
  • Reksa dana Manulife Pendapatan Bulanan II
  • Reksa dana Batavia Dana obligasi Utama
  • Reksa dana Panin Dana Pendapatan Berkala

Lalu, berapa keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi keempat reksa dana tersebut? rata-rata mereka memberikan bagi hasil setahun setara atau lebih besar dari deposito, tapi masih di bawah SBN ritel. Secara keseluruhan ini kelebihan dan kekurangan passive income dari reksa dana.

Kelebihan: kita bisa melakukan top up rutin bulanan secara konsisten sehingga secara bertahap aset akan bertumbuh ditambah dapat passive income setiap bulannya. Selain itu, keuntungan yang didapatkan juga ada dua, dari passive income bulanan dan juga potensi kenaikan harga reksa dana per unit dalam jangka panjang.

Kekurangan: pembagian passive income cenderung fluktuasi sesuai dengan keuntungan hasil dana kelolaan reksa dana tersebut. Bahkan, jika kinerja reksa dana jelek, bukan tidak mungkin passive incomenya akan ditunda sementara. Lalu, dana di reksa dana pendapatan tetap yang bagi hasil ini juga ditempatkan di obligasi korporasi sehingga ada risiko gagal bayar. Meski, investasi di obligasi korporasinya akan selektif seperti obligasi dengan rating yang bagus.

Kesimpulan

Jadi, apa instrumen investasi terbaik untuk bisa mendapatkan passive income per bulan? jawabannya sesuai dengan kebutuhanmu. Saya membuat tiga golongan orang yang butuh passive income per bulan.

Pertama, orang super kaya yang sudah punya banyak diversifikasi aset di pasar modal, tapi gabut. Tipe ini bukan sekadar butuh aset investasi yang kasih pendapatan bulanan saja, melainkan juga aktivitas. Jadi, pilihan yang cocok untuk tipe ini adalah pendapatan sewa properti.

Kenapa? alasannya dengan uang dinginnya yang cukup besar cukup untuk memborong properti dan menyewakannya. Setelah menyewakannya, si pemilik bisa tetap beraktivitas untuk berkomunikasi dengan yang tinggal di sana maupun sekadar mencari hal-hal yang perlu diperbaiki hingga membuat strategi yang apik untuk menarik pelanggan. Jadi, tipe ini bisa dapat pendapatan sewa bulanan hingga aktivitas mengisi waktu luang.

BACA JUGA: Alasan Kenapa Orang Masih Juga Kena Investasi Bodong Padahal Modusnya Sama, Pensiunan Wajib Baca Agar Uang Pesangon Tetap Aman

Kedua, pensiunan yang punya dana pesangon besar, tapi bingung uangnya harus digunakan untuk apa. Jika dana pesangonnya tembus Rp1 miliar, posisi itu sangat baik untuk dikelola di SBN ritel. Dengan begitu, si pensiunan bisa mendapatkan passive income bulanan dan melakukan aktivitas yang disukainya setelah pensiun. Sambil belajar peluang-peluang baru untuk mendapatkan pendapatan tambahan, yang penting jangan kena investasi bodong saja.

Ketiga, anak muda yang masih awam investasi. Jika kamu masih muda dan ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil, reksa dana pendapatan tetap yang bagi hasil bakal cocok banget. Alasannya, kamu akan merasakan bagaimana investasi dan mendapatkan bagi hasil secara berkala. Selain itu, dengan memilih reksa dana, kamu juga bisa secara konsisten berinvestasi bulanan dan terus meningkatkan passive income secara bulanan.

Setelah lebih paham pola investasi di reksa dana pendapatan tetap yang juga ada risiko fluktuasi harga obligasi ini, tipe ini bisa mulai ekspansi ke aset investasi yang lebih berisiko seperti saham.

Nah, jadi kamu siap mendapatkan passive income setara UMR setiap bulannya?