Saham Waste to Energy Siap Naik Turun Jelang Pengumuman Tahap 1 dan Lelang Tahap 2

Danantara sedang menyiapkan tender pertama untuk proyek Waste-to-Energy (WTE) yang akan diumumkan pemenangnya pada pertengahan Februari 2026. Kira-kira siapa yang bakal menang dan gimana prospeknya? 

saham waste to energy

Mikirduit - Danantara sedang menyiapkan pemenang tender offer tahap pertama proyek WTE pada pertengahan Februari mendatang. Kira-kira siapa saja kandidat yang potensi menang dan gimana prospeknya? 

Highlight: 

  • Danantara telah menetapkan 24 perusahaan global yang lolos Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk ikut tender WTE pertama.
  • Pemenang tender proyek WTE tahap pertama pada Februari 2026, dengan groundbreaking atau konstruksi dimulai Maret 2026. Proyek mencakup empat lokasi awal (Bogor, Bekasi, Denpasar, Yogyakarta). 
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Status Tender WTE Danantara

Sektor waste-to-energy (WTE) kini memasuki fase krusial. Danantara dijadwalkan mengumumkan pemenang tender WTE batch pertama pada pertengahan Februari 2026, setelah proses tender yang dimulai sejak November 2025.

Pada tahap awal, proyek mencakup 4 kota prioritas (Bogor, Bekasi, Denpasar, Yogyakarta). 

Selanjutnya, cakupan diperluas hingga total 10 kota pada tahap dua, termasuk Tangerang, Semarang, Medan, dan beberapa kota besar lainnya, seiring percepatan program pengelolaan sampah nasional.

Sebanyak 24 perusahaan (mayoritas pemain teknologi asing) telah lolos seleksi dan wajib berkolaborasi dengan mitra lokal, membuka peluang strategis bagi emiten domestik yang sudah lebih dulu memiliki eksposur di ekosistem WTE, baik sebagai developer, EPC, maupun penyedia material dan infrastruktur pendukung.

Timeline penting yang perlu dicatat:

  • Pengumuman pemenang tender tahap 1:  Pertengahan Februari 2026
  • JV & PPA signing: Akhir Februari–Maret 2026
  • 🚧 Target groundbreaking: akhir Maret  2026

3 Emiten BEI yang Jadi Punya Peluang Jadi Pemenang di Proyek Waste To Energy Tahap 1

Menjelang pengumuman pemenang tender WTE Danantara pada pertengahan Februari 2026, fokus pasar mulai bergeser dari timeline ke kesiapan proyek dan monetisasi. 

Emiten yang telah memiliki proyek berjalan, mitra teknologi, serta kejelasan kontrak berpotensi memiliki opsi pertumbuhan (option value) lebih tinggi saat proyek masuk fase komersialisasi. 

Kami mengumpulkan setidaknya ada empat emiten yang ada di BEI potensi menjadi pemenang tender setidaknya untuk tahap pertama: 

Saham OASA

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) saat ini bisa dibilang sudah selangkah lebih depan dibanding emiten WTE lain. Perusahaan ini tidak lagi bicara rencana, tapi sudah masuk fase eksekusi proyek PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). 

Ada dua proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan Danantara,  karena sudah direncanakan sebelum Danantara berdiri. 

Dua proyek tersebut adalah PSEL Jakarta Barat dan PSEL Tangerang Selatan, yang ditargetkan mulai dibangun pada 2026–2027 dan baru beroperasi komersial bertahap pada 2028 hingga penuh di 2029. Artinya, kontribusi pendapatan dari bisnis PSEL ini baru bisa dirasakan 2–3 tahun ke depan.

Secara kasar, PSEL Jakarta Barat berkapasitas 35,32 MW dengan potensi pendapatan sekitar Rp978 miliar per tahun dan laba usaha sekitar Rp645 miliar, namun membutuhkan belanja modal besar sekitar Rp6,6 triliun, sehingga periode balik modalnya bisa mencapai kurang lebih 10 tahun. 

Selain itu, kepemilikan OASA di proyek ini minoritas karena digarap bersama WIKA dan Jakpro, sehingga kontribusinya tidak akan terkonsolidasi penuh ke kinerja OASA.

Sementara itu, PSEL Tangerang Selatan menjadi proyek yang paling relevan bagi OASA. Dengan kapasitas 19,62 MW, proyek ini berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp559 miliar per tahun dan laba usaha sekitar Rp444 miliar. 

Karena OASA memiliki sekitar 76% saham, laba usaha yang berpotensi masuk diperkirakan sekitar Rp337 miliar per tahun. Dengan belanja modal sekitar Rp2,3 triliun, periode balik modal proyek ini relatif lebih cepat, sekitar 5 tahun, meskipun seluruh angka tersebut masih berbasis asumsi kasar dengan tingkat kepastian rendah.

Sementara itu, terkait proyek WTE Danantara, OASA kemungkinan besar mengincar berpartisipasi dalam proyek PSEL di Bogor dan Denpasar.

Mimpi Besar OASA di Waste to Energy di 2029, Bisa Bikin Cuan atau Boncos?
Saham OASA memang berencana masuk ke bisnis EBT sejak diakuisisi Bobby Gafur pada 2021. Lalu, bagaimana mimpi OASA di bisnis waste to energy?

Saham SOFA 

PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) hingga saat ini belum memiliki proyek WTE atau PLTSa yang berjalan, namun posisinya cukup jelas sebagai emiten yang secara spesifik membidik tender WTE Danantara. 

Melalui anak usahanya, PT Parivarta Energi Nusantara, SOFA telah menandatangani perjanjian pembentukan konsorsium dengan Hunan Construction Engineering Group Co. dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd.. 

Sejak awal, konsorsium ini memang dibentuk bukan untuk eksplorasi umum, melainkan secara spesifik untuk mengikuti tender proyek waste-to-energy (WTE) yang dikelola Danantara, dengan Hunan tercatat sebagai salah satu peserta resmi lelang PSEL

Meski demikian, sampai saat ini SOFA belum memulai pembangunan PLTSa, belum mencapai COD (Commercial Operation Date), dan belum mencatat pendapatan dari WTE. Dengan kata lain, seluruh potensi cuan SOFA masih sangat bergantung pada hasil tender.

Saham IMPC 

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) masuk ke bisnis waste-to-energy (WTE) melalui anak usahanya, PT Sirkular Karya Indonesia (SKI). SKI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT CCEPC Indonesia untuk menjajaki pengembangan proyek WTE di Bali. 

Dalam kerja sama ini, SKI berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC menangani aspek teknis sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) sekaligus operator O&M (Operation & Maintenance). Ruang lingkup kolaborasi mencakup penyusunan studi kelayakan, survei lokasi, hingga penilaian karakteristik limbah yang akan diolah. 

Menariknya, CCEPC juga menyatakan komitmen untuk mendukung SKI secara eksklusif dalam setiap tender proyek WTE yang diikuti. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang teknologi energi ramah lingkungan dan infrastruktur, dukungan teknis ini menjadi nilai tambah penting bagi IMPC. 

Meski proyeknya masih berada di tahap studi dan belum masuk konstruksi, WTE berpotensi menjadi bisnis tambahan bernilai strategis yang melengkapi inisiatif daur ulang dan ekonomi sirkular IMPC, sejalan dengan agenda energi bersih nasional, meskipun belum menjadi kontributor laba utama dalam waktu dekat.

Di luar 3 Saham ini, kami Mencatat ada 4 Saham Lainnya yang Terkait dengan Proyek Waste to Energy Danantara ini Secara Langsung Maupun Tidak Langsung yang Sudah Dibahas di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini