Saham Teknologi Related AI Tumbang Karena Tarif Trump Tidak Jelas, Ini yang Bisa Kamu Lakukan
Saham teknologi related AI bersama beberapa sektor saham seperti manufaktur kolaps pada 23 Februari 2026. Kenapa bisa terjadi? simak ulasan dan strateginya di ini
Mikirduit – Indeks saham US S&P 500 mengalami penurunan 1,04 persen menjadi 6.837. Sektor layanan teknologi, teknologi electronik, keuangan, dan produksi manufaktur (termasuk consumer durables seperti TSLA) mengalami penurunan signifikan. Dalam kondisi begini, apa yang bisa dilakukan seorang investor?
Highlight
- Indeks S&P 500 terkoreksi 1,04% ke 6.837 dipicu ketidakpastian kebijakan tarif 15% dari Donald Trump yang menekan saham teknologi, AI, manufaktur, dan consumer durables seperti Tesla serta emiten besar lainnya.
- Pengalaman periode Februari–April 2025 menunjukkan tekanan tarif sempat membuat S&P 500 turun 21% namun pulih dalam 3–6 bulan, sehingga sentimen non-fundamental seperti ini cenderung berdampak jangka pendek kecuali eskalasi berlanjut.
- Investor dapat tetap disiplin dengan strategi dollar cost averaging, melakukan lump sum bertahap saat koreksi >10% tanpa menghabiskan seluruh dana, serta mengincar saham berfundamental baik yang terkoreksi dalam untuk peluang rebound 5–15% atau hold 6–12 bulan.
- Mau mulai investasi saham US dan langsung dapat bonus saham GRAB. Join XTB sekarang juga dengan klik link ini serta gunakan kode MIKIRDUIT
Saham-saham yang mengalami penurunan cukup dalam antara lain, IBM 13 persen, CRWD 11 persen, APP 9,1 persen, ORCL sebesar 4,57 persen, CRM sebesar 3,86 persen, MSFT sebesar 3,17 persen, TSLA turun 2,91 persen, META turun 2,81 persen, AMZN turun 2,3 persen, dan GOOGL turun 1 persen.
Faktor utama penurunan dari saham-saham related AI, manufaktur, dan sebagainya disebabkan oleh ketidakpastian dari tarif Trump. Setelah tarif Trump sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung, Trump sempat berencana menerapkan tarif 10 persen secara merata. Namun, tiba-tiba tarif berubah menjadi 15 persen secara merata. (tarif ini adalah angka maksimal yang bisa diambil Trump)

Rencana pengenaan tarif 15 persen berpotensi berlaku selama 150 hari, termasuk kepada negara mitra dagang yang sudah tanda tangan dengan tarif sebelumnya.
Hal ini memicu ketidakpastian di pasar sehingga saham-saham AS yang berhubungan dengan kebutuhan impor produk dan bahan baku, serta komponen, seperti saham related AI yang butuh dari TSMC, manufaktur, dan lainnya mengalami koreksi signifikan.
Kejadian ini seperti dejavu yang terjadi pada setahun lalu ketika Trump mengumumkan tarif resiprokal pertama kali di 2025.

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Investor Saat Ada Penurunan Harga Faktor non-Fundamental Seperti Ini?
Jika melihat siklusnya, sentimen dari Trump yang berdampak ke market ini sifatnya hanya dalam jangka pendek. Kecuali, dalam jangka pendek, Trump terus bergerak melawan putusan MA dan semakin agresif terkait tarif. Hal itu bisa jadi tekanan dalam jangka menengah.
Jika mengacu ke periode Februari - April 2025, pasar saham dikejutkan dengan tarif resiprokal Trump yang membuat indeks S&P 500 turun 21 persen dalam 19 Februari hingga 7 April 2025. Namun, dalam 7 April - 4 Juli 2025, indeks S&P 500 kembali melampaui level tertinggi di Februari 2025. Artinya, jika ada serangan agresif Trump terkait tarif atau hal negatifnya bisa berdampak ke market dengan potensi pemulihan sekitar 3-6 bulan.
Hal yang bisa dilakukan:
Pertama, jika kamu memang lagi akumulasi sebuah saham yang dinilai prospek di 2026 tetap menarik dengan cara dollar cost averaging, kamu bisa tetap lanjutkan sesuai dengan rencana. Jika melihat penurunan harga saham yang anomali karena Trump jadi peluang, malah bisa menambahkan porsi lebih banyak dari biasanya agar bisa mendapatkan harga rata-rata yang lebih bagus.
Kedua, jika kamu tengah lump sum bertahap (masuk dengan modal yang sudah tersedia, tapi bertahap). Kamu bisa mulai menambah muatan jika tingkat penurunan harga mencapai lebih dari 10 persen. Namun, jangan langsung habiskan seluruhnya, sisakan 1-2 peluru untuk masuk jika ada penurunan lanjutan.
Ketiga, pantau saham-saham yang mengalami penurunan paling signifikan padahal dari segi prospek masih oke. Ini bisa untuk nanti recovery jangka pendek (dengan keuntungan 5-15 persen), serta hold hingga pemulihan kinerja dengan periode hold 6-12 bulan.
Mau Dapat Insight Saham US yang menarik Saat Ada Tekanan Seperti Ini?
PERDANA LAUNCH, Mikirsaham kini juga memiliki Mikirsaham US yang lagi ada diskon atau potongan harga mulai dari Rp200.000 lho. Untuk benefit Mikirsaham US antara lain:
- Pilihan saham US yang di-update setiap pekan
- Insight saham US yang dihimpun Tim Mikirduit yang menarik dilirik
- Grup Diskusi Mikirsaham khusus saham US
- Pilihan ETF yang menarik
- Pembahasan saham US bisa di luar saham -saham yang tersedia di platform Indonesia juga
- Dan pengembangan lainnya yang akan kami berikan ke depannya
Semua paket termasuk bundling Mikirsaham Pro pasar saham Indonesia bisa kamu cek di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
