Saham SGER Si Royal Saham Bonus, Harganya masih Murah?

Saham SGER pasti bikin senyam-senyum holdernya sejak 2021 atau IPO pada 2020. Tapi, apakah saham ini masih bisa menarik untuk dibeli? simak ulasan lengkapnya di sini.

Saham SGER Si Royal Saham Bonus, Harganya masih Murah?

Mikirduit – Kali ini, kami membahas saham yang sebenarnya nggak lagi murah. Namun, saham ini menjadi sorotan karena terbilang cukup rutin bagi dividen dan saham bonus sejak IPO pada Agustus 2020. Apalagi, secara pergerakan harga saham juga telah membawa cuan besar bagi holder saham sejak 2020-2022. Namun, apakah saham ini masih layak dibeli?

Saham ini adalah SGER, bisnisnya secara umum adalah perdagangan batu bara dan nikel. Jadi, saham ini bukan penambang, melainkan hanya trader. Jika dilihat Secara umum, SGER menjadi trader untuk bahan bakar padat seperti batu bara, cair, gas, nikel, dan energi terbarukan. SGER bisa dibilang pemain besar sebagai perusahaan trader batu bara dengan mencatatkan sebagai Top 3 dengan total penjualan mencapai 10,05 juta metrik ton di 2023. 

Jika dilihat dari 8 anak usaha yang dimiliki secara langsung. Mayoritas, adalah perusahaan trading, termasuk SMGA, anak usahanya yang baru IPO. Lalu, ada satu perusahaan tambang yang menjadi cucu usaha di bawah SMGA, yakni PT Jasatama Mandiri Sukses. Itu pun, bentuknya adalah tambang batu gamping. 

Jika dilihat dari sumber pendapatan utama SGER per kuartal I/2024, pendapatan dari penjualan batu bara sebagai trader memiliki kontribusi terbesar dengan pertumbuhan sebesar 21,11 persen menjadi Rp3,81 triliun. 

Hal itu membuat SGER mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 21,43 persen menjadi Rp3,86 triliun. Namun, dari segi laba bersih mencatatkan penurunan sebesar 12,98 persen menjadi Rp220 miliar. 

Penurunan laba bersih itu disebabkan adanya kenaikan biaya penjualan batu bara dan nikel yang membuat beban pokok naik 27 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan. Untungnya, dari segi beban dan pendapatan operasional lainnya menjadi positif Rp3 miliar dibandingkan dengan sebelumnya negatif Rp30 miliar. Hal itu dipicu kenaikan pendapatan lain-lain sebesar 213 persen menjadi Rp47 miliar.

Prospek SGER

Secara umum, SGER ini memiliki bisnis trader dengan margin keuntungan yang cenderung tipis. Seperti, gross profit margin di kuartal I/2024 sebesar 6,73 persen lebih rendah dibandingkan dengan 10,9 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Tingkat net profit margin juga hanya 5,7 persen menjadi lebih rendah dibandingkan dengan 7,96 persen pada periode sama tahun sebelumnya. 

Adapun, beberapa rencana SGER antara lain, perseroan telah menandatangani kontrak penjualan wood pellets, limbah kayu, dengan PT Sumber Graha Sejahtera yang terafiliasi dengan Sampoerna Kayu. 

Perseroan mengklaim bakal mendirikan beberapa anak usaha untuk diversifikasi usaha dan memperluas pasar di luar Asia. Meski, belum detail apa lini bisnis anak usahanya. 

Lalu, SGE juga sudah tanda tangani nota kesepahaman dengan PT PLN Energi Primer Indonesia untuk pengembangan dan pengelolaan biomassa berbasis pemanfaatan sumber daya. 

Perseroan berencana melakukan akuisisi beberapa tambang batu bara, nikel, dan pelet kayu untuk meningkatkan volume penjualan. 

Namun, rencana terakhir berpotensi dijalankan dalam jangka menengah panjang. Pasalnya, belanja modal yang digelontorkan SGER sepanjang 2024 hanya Rp500 miliar untuk PT Hidrogen Peroxida Indonesia yang bergerak di bidang produsen hidrogen. Dana tersebut untuk merampungkan konstruksi pabrik Hidrogen Peroksida di Merak.

Serta 5 juta - 10 juta dolar AS untuk anak usaha di Biomas. Artinya, fokus ekspansi sepanjang 2024 terkait bisnis energi baru terbarukan. 

Beberapa rencana kerja untuk 2024 lainnya antara lain, melanjutkan Supply batu bara ke Vietnam setelah memiliki kontrak jangka panjang dengan Vosco Maritime Service Joint Stock Company. Lalu, perseroan juga punya kontrak jangka panjang dengan Viet Phat Import Export Trading Investment Joint Stock Company untuk Supply batu bara ke PLTU Song Hau 1. 

Dari rencana ini, fokus SGER tetap menjadi perusahaan trading, dan rencana akuisisi tambang tampaknya belum terlalu dekat. Beberapa poin menarik dari ekspansi SGER adalah masuk ke bisnis hidrogen yang diperkirakan rampung di 2025, EBT seperti Bio massa, hingga tambang batu gamping yang diperkirakan mulai beroperasi di kuartal IV/2024. 

Dengan prospek ekspansi itu, SGER berpotensi mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan meski asumsi terburuk harga batu bara stagnan di 100 dolar AS per ton. Jadi, apakah saham SGER menarik apalagi jelang bagi saham bonus?

Saham SGER Bagi Saham Bonus, Begini Efeknya ke Harga Saham
Saham SGER sudah kasih dividen tunai berupa cash dan juga saham bonus lagi. Pertanyaannya, apa sih saham bonus itu? apa untungnya untuk investor yang punya saham bonus tersebut? simak selengkapnya di sini.

Kesimpulan

Secara posisi harga saham, posisi SGER per 22 Mei 2024 masih diasumsikan dekat harga wajar dengan perhitungan historis PBV-nya, yang berada di angka Rp2.525 per saham. Dengan asumsi ekspansi ke tambang batu gamping dan hidrogen dalam 2 tahun ke depan bisa meningkatkan konsisten pertumbuhan kinerja, sebenarnya saham SGER menarik. 

Saham SGER juga sudah rutin bagi dividen dan saham bonus sejak setahun setelah IPO hingga saat ini. Meski, nilai dividen tidak terlalu besar, tapi menjadi menarik ketika disertai dengan saham bonus. 

Hanya saja, peralihan bisnis dari trader menjadi mulai masuk ke bisnis manufaktur dan penambangan seperti hidrogen dan batu gamping membuat tingkat risiko bisnis SGER meningkat. Dengan fluktuasi harga saham yang sudah tinggi sejak IPO pada 2020, ada risiko saham SGER tertekan jika ada ekspansi yang tidak berjalan sesuai dengan rencana. 

Ditambah, pembagian saham bonus yang terlalu rutin juga meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar yang bisa memperberat laju pergerakan harga saham. Jumlah pihak pemegang saham SGER sejak November 2023 hingga April 2024 pun mencatatkan kenaikan hingga 11 persen menjadi 8.877 pihak. 

Kami menilai kondisi itu membuat kamu yang baru mau masuk ke SGER sekarang untuk sekadar ambil saham bonus dan dividen sangat berisiko tinggi mengalami floating loss. Kecuali,kamu sudah hold sejak 2021 atau pegang di harga IPO, saham SGER akan menarik dengan segala potensi kejutan pertumbuhan bisnis dari hasil ekspansinya tersebut. 

Kalau menurutmu, apakah saham SGER menarik atau nggak?

Telah Dirilis Ulasan 31 Saham Dividen Paling Oke untuk Jangka Panjang Periode 2024

Yuk join Mikirdividen sekarang juga, kamu akan mendapatkan semua benefit di bawah ini:

  • Update review laporan keuangan saham dividen fundamental bagus hingga full year 2024 dalam bentuk rilis Mikirdividen edisi per kuartalan
  • Perencanaan investasi untuk masuk ke saham dividen
  • Grup Whatsapp support untuk tanya jawab materi Mikirdividen
  • Publikasi eksklusif bulanan untuk update saham mikirdividen dan kondisi market
  • Event online bulanan

Tertarik? langsung saja beli Zinebook #Mikirdividen dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini