Prospek Saham Retail Jelang Lebaran, Siapa Paling Menarik?

1 Ramadan tak terasa kurang dari sebulan lagi, biasanya ini akan menjadi momentum paling optimal bagi pertumbuhan bisnis retail. Kira-kira gimana prospeknya dan siapa yang paling menarik dilirik saham-nya? 

saham ritel

Mikirduit - Saham perbankan big caps menunjukkan pemulihan paling cepat setelah terjerembab ketika IHSG trading halt akhir Januari 2026 lalu. Lantas, bagaimana prospeknya dan bisa sampai berapa target harga-nya?  

Highlight: 

  • Saham retail biasanya akan diuntungkan jelang lebaran, tetapi risiko deflasi awal tahun masih membayangi daya beli masyarakat.
  • Saham pilihan lebih difokuskan pada emiten yang punya target market kalangan menengah ke atas dan yang punya riwayat dividen ciamik.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Prospek Lebaran Diramal Membawa Berkah Bisnis Retail  

Memasuki Februari 2026, perhatian pelaku pasar mulai tertuju pada momentum musiman Ramadan–Lebaran yang secara historis menjadi katalis utama bagi sektor retail. 

Meski awal Ramadan dapat jatuh di kuartal berbeda tiap tahunnya, lonjakan konsumsi terbesar umumnya terjadi menjelang hingga saat Hari Raya Idul Fitri, seiring meningkatnya belanja masyarakat untuk kebutuhan fesyen, makanan-minuman, hadiah, serta aktivitas mudik.

Dengan menggunakan tanggal Idul Fitri sebagai acuan utama, dampak Lebaran terhadap kinerja industri retail dalam beberapa tahun terakhir cenderung terkonsentrasi pada satu kuartal dominan. 

Pada periode 2021–2024, efek tersebut mayoritas tercermin di kuartal kedua, sementara pada 2025 bergeser lebih awal ke kuartal pertama akibat majunya kalender Lebaran. 

Untuk 2026, dengan posisi Lebaran yang kembali berada di sekitar akhir Maret/awal April, pasar berpotensi melihat akselerasi kinerja retail mulai akhir Q1 hingga Q2, didorong oleh kombinasi peningkatan trafik pusat perbelanjaan, pertumbuhan transaksi omnichannel, serta kenaikan basket size konsumen. 

Kondisi ini membuka ruang bagi emiten retail untuk mencatat perbaikan penjualan secara kuartalan, terutama pada segmen discretionary seperti fashion, footwear, dan lifestyle.

Tantangan Deflasi Awal Tahun 

Namun, perlu diakui kalau sejak awal tahun ini masih ada tantangan yang membayangi, terutama dari daya beli masyarakat yang belum pulih, semakin tercermin dari deflasi yang  terjadi jelang lebaran. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 kita mengalami deflasi 0,15% secara bulanan, meski inflasi tahunan masih berada di level 3,55%. 

Deflasi ini terutama disebabkan oleh turunnya harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur. Artinya, harga pangan memang lebih murah, tetapi di sisi lain kondisi ini juga mencerminkan permintaan masyarakat yang belum sepenuhnya kuat.

Situasi ini mengingatkan pada apa yang terjadi menjelang Lebaran 2025. Saat itu, Indonesia justru mengalami deflasi pada Februari, sebuah kondisi yang tidak biasa karena biasanya harga-harga naik menjelang hari raya akibat meningkatnya belanja masyarakat. 

Deflasi tersebut terjadi karena harga pangan turun dan daya beli melemah, sehingga konsumsi rumah tangga terlihat lesu meskipun Lebaran sudah dekat.

Dengan munculnya deflasi lagi di awal 2026, sektor retail berpotensi menghadapi tantangan yang mirip dengan tahun lalu. Meski Lebaran tetap menjadi momentum penting, kekuatannya bisa tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya jika masyarakat masih cenderung menahan belanja. 

Dalam kondisi seperti ini, orang biasanya lebih fokus pada kebutuhan pokok, sementara belanja barang non-esensial seperti fesyen dan lifestyle menjadi lebih selektif.

Ke depan, kinerja bisnis retail akan sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha menarik minat belanja konsumen melalui promo yang tepat, harga yang kompetitif, serta ketersediaan produk yang sesuai kebutuhan.

Jika strategi ini berjalan efektif, momentum Lebaran masih bisa menjadi pendorong penjualan, meski dengan dinamika yang lebih menantang dibandingkan periode normal.

Free Float Didorong Naik Jadi 15 persen, Begini Cara dan Efeknya ke Harga Saham
OJK dan BEI berencana meningkatkan free float hingga tembus 15 persen. Lalu, bagaimana efek terhadap saham yang free floatnya masih di bawah 15 persen?

Pilihan Saham Retail 

Menilai peluang seasonality lebaran, tetapi masih ada risiko dari deflasi dan daya beli, kami berfokus memilih saham emiten retail yang punya prospek kinerja tetap positif pada 2025 atau memiliki peluang sebagai dividen investing. 

Beberapa emiten kami juga pilih yang memiliki positioning produk premium untuk target market kalangan menengah ke atas yang dinilai daya beli-nya masih aman di kondisi pasar saat ini. 

Berikut rinciannya: 

ERAA-ERAL 

Pilihan pertama ada saham Ibu dan Anak yaitu ERAA dan ERAL. Dua emiten ini mendapatkan benefit yang optimal sejak mulai menjual Iphone 17 pada pertengahan Oktober 2025 lalu. 

Secara struktur grup, penjualan iPhone berada di bawah payung ERAAsebagai induk ritel gadget. Namun sebagian penjualan tersebut juga mengalir lewat jaringan toko milik ERAL, khususnya melalui outlet Urban Republic yang menjual produk Apple beserta aksesorinya. 

Hal ini tercermin pada November 2025 saat peluncuran iPhone 17 menjadi katalis utama kinerja, di mana ERAA mencatat SSSG sebesar 41,2 persen dan ERAL 22,7 persen. 

Secara kumulatif hingga 11M2025, SSSG ERAA mencapai 4,5 persen, sementara ERAL lebih tinggi di 15,1 persen. Manajemen juga menegaskan bahwa kinerja ERAL pada November ikut terdorong langsung oleh kuatnya penjualan iPhone 17 melalui Urban Republic, dengan potensi limpahan permintaan berlanjut hingga Desember.

MAPI-MAPA 

Berikutnya ada emiten yang masih satu grup juga yaitu MAPI dan MAPA. 

MAPA lebih terkonsentrasi pada segmen sportswear dan active lifestyle melalui merek-merek global, sementara MAPI berperan sebagai holding retail dengan portofolio yang lebih luas, mencakup fashion, department store, hingga F&B. 

Keduanya memiliki kesamaan penting, yakni basis produk yang relatif premium dan menyasar konsumen menengah ke atas, sehingga performanya sangat dipengaruhi oleh daya beli kelompok ini. 

Menariknya, meski di tengah tantangan konsumsi, laba bersih MAPA diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp1,35 triliun pada 2024 menjadi Rp1,54 triliun pada 2025, atau tumbuh sekitar 14,1 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih MAPI juga diperkirakan naik dari Rp1,76 triliun pada 2024 menjadi Rp1,83 triliun pada 2025, setara pertumbuhan sekitar 4,0 persen yoy. 

Proyeksi ini mencerminkan bahwa permintaan dari segmen menengah atas masih relatif resilien, terutama untuk produk fesyen dan lifestyle premium, produk ini demand-nya masih meningkat seiring dengan booming padel. MAPI juga masih mendapatkan momentum dari Iphone 17 melalui Digimap.

RALS 

Terakhir ada RALS dengan daya tarik utama saham ini saat ini lebih condong ke sisi dividen ketimbang ekspansi agresif. Dengan karakter bisnis department store yang matang dan kebutuhan belanja yang relatif stabil di segmen menengah, RALS juga dikenal sebagai emiten yang royal membagikan dividen.

Menariknya, laba bersih 2025 diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp364 miliar dari Rp314 miliar pada 2024, atau tumbuh kurang lebih 15,9 persen yoy. Kenaikan laba ini membuka ruang yang lebih besar untuk pembagian dividen.

Jika diasumsikan RALS mampu membagikan dividen tunai sebesar Rp50 per saham, jika dihitung dari harga saham sekitar Rp450, potensi dividend yield mencapai sekitar 11,1 persen.

Jadi, gimana kalian mau pilih emiten retail yang mana? mau kejar growth atau yang lebih suka bagi dividen? 

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini