Mengukur Efek Kabar Pencabutan Izin Martabe ke Saham UNTR

Saham induk dan anak usaha, ASII dan UNTR tiba-tiba jatuh dalam karena salah satu tambang emas miliknya di Sumatera terjerat masalah perizinan. Kira-kira seberapa besar dampaknya? apakah masih menarik dilirik saham-nya? 

saham UNTR

Mikirduit - Saham ASII dan UNTR jatuh berjamaah buntut dari kabar pencabutan izin tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan. Kira-kira bagaimana faktanya dan seberapa besar dampaknya? 

Highlight
  • Pemerintah mencabut izin PKH 28 perusahaan di Aceh-Sumatera, salah satu-nya ada perusahaan tambang emas Martabe milik UNTR. 
  • Kabar pencabutan izin itu membuat saham UNTR 14 persen sehari dan menyeret ASII juga turun hampir 10 persen. 
  • Faktanya, belum ada konfirmasi pasti terkait pencabutan izin tambang Martabe yang masih punya izin operasi sampai 2042. 
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Melansir laman Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) pada Selasa malam (20/1/2026) pemerintah secara resmi mengumumkan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan kawasan hutan di Aceh dan Sumatera.

Keputusan tersebut diambil melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan ditetapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan tata kelola kawasan hutan nasional.

Dari total 28 perusahaan tersebut ada 22 perusahaan merupakan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk Hutan Alam dan Hutan Tanaman, dengan total area mencapai 1.010.592 hektare dan 6 perusahaan lainnya bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, serta Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (PBPHHK). Berikut rincian-nya: 

Dari 28 perusahaan itu, salah satu perusahaan yang izinnya dicabut adalah anak usaha UNTR yaitu PT Agincourt Resources, perusahaan yang mengelola tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 

UNTR melalui PT Danusa Tambang Nusantara menggenggam kepemilikan 95 persen saham Agincourt, sisanya 5 persen dimiliki PT Artha Nugraha Agung, unit kelolaan BUMD Tapanuli Selatan. 

Setelah kabar pencabutan izin berhembus, pada Rabu pagi (21/2/2026) saham UNTR dan ASII kompak terjun. Saham UNTR terjun lebih dari 14%, sementara ASII terseret hampir 10%. 

Penurunan harga saham menjadi satu respon yang menunjukkan pelaku pasar khawatir kalau izin tambang Martabe dicabut akan mempengaruhi kinerja keuangan UNTR. 

Fakta Pencabutan Izin

Sampai saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari manajemen yang mengonfirmasi pencabutan izin tambang Martabe. Bahkan, berdasarkan penelusuran pada situs Kementerian ESDM, izin tambang Martabe masih tercatat aktif. 

Meskipun, perlu dicermati juga bahwa pencabutan izin pemanfaatan kawasan hutan tidak serta-merta identik dengan pencabutan izin pertambangan, sehingga potensi implikasi operasional masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Manajemen UNTR menyatakan tambang Martabe beroperasi berdasarkan kontrak karya selama 30 tahun yang diteken sejak 2013 sampai 2042 mendatang. 

Sejak dikembangkan pada 1997 silam hingga saat ini, wlayah konsesi Tambang Emas Martabe terus mengalami perluasan mencapai 130.252 hektare (±1.303 km²). Area konsesi tersebut mencakup sejumlah wilayah di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, serta Mandailing Natal.

Tambang Emas Martabe secara konsisten mengolah lebih dari 6 juta ton bijih per tahun, dengan produksi tahunan mencapai lebih dari 200.000 ounce emas serta 1–2 juta ounce perak sejak produksi komersial dimulai pada pertengahan 2012. 

Sampai Juni 2025, estimasi sumber daya mineral di tambang Martabe tercatat sebesar 6,4 juta ounce emas dan 58 juta ounce perak, sementara cadangan bijih diperkirakan mencapai 3,56 juta ounce emas dan 31 juta ounce perak.

20 Emiten Dalam Periode Buyback Saham, Kalian Punya yang Mana?
Kami mengumpulkan 20 emiten yang terpantau sedang dalam periode buyback. Ada yang pakai modal jumbo triliunan rupiah dan berlangsung sampai setahun. Kira-kira bagaimana strategi yang tepat untuk masuk saham ketika ada aksi korporasi ini?

Hitung-hitungan potensi kerugian UNTR 

Menilai fakta yang ada, tidak dapat dipungkiri bahwa Tambang Emas Martabe memiliki potensi sumber daya mineral yang besar dan secara struktural memberikan peluang nilai jangka panjang bagi UNTR. 

Namun, dari sisi kontribusi terhadap kinerja keuangan konsolidasi, peran segmen emas hingga saat ini belum tergolong signifikan.

Mengacu pada laporan keuangan UNTR per September 2025, segmen penambangan emas dan mineral lainnya mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,32 triliun, setara dengan 10,27 persen dari total pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp100,46 triliun. 

Meski porsinya relatif terbatas, kinerja segmen ini menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan pendapatan meningkat sekitar 53 persen secara tahunan hingga September 2025, seiring dengan tren kenaikan harga emas global.

Pada periode yang sama, Tambang Emas Martabe masih menjadi tulang punggung segmen emas UNTR dengan kontribusi sekitar 95,5 persen dari total penjualan emas, atau setara dengan 170 ribu ounce. 

Ketergantungan terhadap produksi emas ini yang menjadi kekhawatiran pasar, apalagi di tengah tren harga emas yang terus naik dan mencetak rekor demi rekor. 

Cukup disayangkan, tambang Martabe diketahui sudah dihentikan operasi sementara sejak 6 Desember 2025 lalu. Sudah lebih dari sebulan terlewat dan sekarang terkena kabar pencabutan izin. 

Kami menghitung, dalam situasi normal tambang Martabe bisa memproduksi emas sekitar 19.000 ounce per bulan, mengimplikasikan kontribusi laba ke UNTR sebanyak Rp433 miliar per bulan, jika disetahunkan tambang tersebut bisa menyumbang keuntungan Rp5,2 triliun. 

Jika penghentian operasi tambang berlarut-larut, maka UNTR berpotensi kehilangan kontribusi 5 persen laba dari segmen emas pada 2026. 

Meski begitu, UNTR masih memiliki satu tambang lagi yang beroperasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikelola JSR, walaupun dari sisi kontribusi relatif lebih minim  sekitar 30–40 ribu ons per tahun

Sementara itu, Proyek Doup, yang diakuisisi UNTR dari PSAB dengan nilai transaksi sekitar US$540 juta, hingga kini belum sepenuhnya tuntas dialihkan. 

Penyelesaian transaksi tersebut masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan (conditions precedents), sehingga kontribusi proyek ini terhadap produksi dan pendapatan UNTR belum dapat diharapkan dalam jangka pendek. Target produksi dan komersial kemungkinan besar masih akan bertahap, targetnya pada 2027 atau 2028 mendatang. 

ASII dan UNTR Buyback Saham Lagi 

Dari sisi internal, setelah saham ASII dan UNTR anjlok pada Rabu kemarin. Dua emiten ini malah kompak melakukan buyback saham lagi. 

Aksi ini dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perseroan, sekaligus upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.

UNTR diketahui mengalokasi dana untuk buyback maksimal sebanyak Rp2 triliun dan akan berlangsung selama tiga bulan, sejak 22 Januari 2026 sampai 15 April 2026. 

Namun, buyback tersebut dapat dilakukan sewaktu-waktu ketika dana yang dikeluarkan sudah mencapai Rp2 triliun, atau perseroan menghentikannya lebih awal.

Seperti yang dilakukan pada buyback sebelumnya, di mana UNTR menuntaskan buyback Rp2 triliun sejak 30 Oktober 2025 sampai 14 Januari 2026, lebih cepat dari rencana awal yang seharusnya selesai pada 30 Januari 2026. 

Sementara itu, untuk ASII saat ini memang sudah dalam periode buyback dengan alokasi dana sampai Rp2 triliun, berlaku sejak 19 Januari 2026 sampai 25 Februari 2026.

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini