Mau Beli Gadget, Lebih Murah Paylater, Pinjol, atau Kartu Kredit?

Mau beli gadget, tapi cashflow terbatas. Kira-kira lebih murah menggunakan paylater, pinjaman online (pinjol) atau kartu kredit ya? simak simulasinya di sini.

Mau Beli Gadget, Lebih Murah Paylater, Pinjol, atau Kartu Kredit?

Mikirduit – Siapa yang lagi butuh beli laptop baru, tapi belum ada uang tunainya. Jadi kepikiran, kalau kredit gadget seperti laptop itu lebih murah menggunakan paylater, pinjaman tanpa agunan online, atau kartu kredit ya? simak ulasan lengkapnya di sini.

Di sini, kami menggunakan asumsi dari kebijakan bunga dan biaya layanan paylater, pinjaman online, dan kartu kredit dengan pangsa pasar terbesar. [nama sengaja disamarkan karena bukan untuk promosi]

Jadi, kita akan berasumsi kamu mau beli gagdet laptop senilai Rp15 juta. Lebih murah dan bebannya ringan yang mana ya?

BACA JUGA: 4 Sekuritas Terbaik untuk Investor Ritel, Kamu Pilih yang Mana?

Paylater

Buy now pay later, ini nama jenis plaftorm ini yang intinya meng-online-kan kartu kredit. Meski, skemanya beda banget sih.

Jadi, salah satu paylater terbesar di Indonesia itu punya skema biaya dan bunga seperti ini:

  • Cicilan 30 hari hanya kena biaya layanan 1 persen
  • Cicilan 3 bulan akun premium kena biaya layanan 6 persen
  • Cicilan 3 bulan akun basic kena biaya layanan 9 persen
  • Cicilan 6 bulan dan 12 bulan tidak dikenakan biaya layanan, tapi dikenakan bunga 2,6 persen per bulan

Dengan asumsi harga barang yang dibeli Rp15 juta. Berarti:

  • Jika mencicil 30 hari total yang dibayarkan Rp15,15 juta. Namun, harus dibayarkan langsung bulan depannya. Artinya skema ini dibutuhkan keberadaan cashflow senilai harga barang dan biaya layanan di bulan depannya.
  • Jika mencicil 3 bulan akun premium berarti total yang dibayarkan Rp15,9 juta atau Rp5,3 juta per bulan.
  • Jika mencicil 3 bulan akun basic berarti total yang dibayarkan Rp16,35 juta atau Rp5,45 juta per bulan.
  • Jika mencicil 6 bulan berarti total yang dibayarkan menjadi Rp17,34 juta atau Rp2,89 juta per bulan.
  • Jika mencicil 12 bulan berarti total yang dibayarkan Rp19,68 juta atau Rp1,64 juta per bulan.

Pinjaman Online (Pinjol)

Pinjaman online ini diartikan seperti kredit tanpa agunan, tapi tidak melalui bank, melainkan fintech. Di sini, kami menggunakan produk dari brand yang sama seperti paylater terbesar di Indonesia tersebut. Dengan ketentuan:

Cicilan 3-6 bulan dikenakan bunga 2,6 persen per bulan. Lalu, biaya layanan akan dikenakan berbeda sesuai jenis akun, jika premium sebesar 6 persen, sedangkan basic 9 persen.

Dengan asumsi harga barang yang sama tadi senilai Rp15 juta. Begini simulasi cicilan per bulannya:

  • Jika menggunakan cicilan 3 bulan akun premium, total uang yang dibayarkan menjadi Rp17 juta dengan cicilan Rp5,39 juta per bulan.
  • Jika menggunakan cicilan 6 bulan akun basic, total uang yang dibayarkan Rp17,52 juta dengan cicilan Rp2,89 juta per bulan
  • Jika menggunakan cicilan 3 bulan akun premium, total uang yang dibayarkan Rp18,24 juta atau cicilan Rp5,39 juta
  • Jika menggunakan cicilan 6 bulan akun basic, total uang yang dibayarkan Rp18,69 juta atau cicilan Rp2,89 juta per bulan.

Jangan lupa ketika pinjam uang online untuk beli barang, ingat perhitungan plafon itu akan dikurangi biaya layanan. Jadi, kalau kamu butuhnya pas dengan harga barang naikkan plafon yang diajukan dengan include biaya layanan.

Kartu Kredit

Untuk simulasi kartu kredit, kita akan menggunakan asumsi kartu kredit dengan level menengah dari sebuah bank swasta terbesar di Indonesia. Dengan ketentuan seperti ini:

  • Biaya layanan tahunan: Rp125.000
  • Bunga kredit: 1,75 persen per bulan

Dengan menggunakan asumsi itu, berarti jumlah cicilannya akan menjadi:

  • Cicilan 3 bulan dengan bunga 0 persen berarti tetap Rp5 juta per bulan ditambah biaya layanan tahunan.
  • Cicilan 6 bulan dengan bunga 0 persen berarti tetap Rp2,5 juta per bulan ditambah biaya tahunan.
  • Cicilan 3 bulan dengan bunga 1,75 persen, berarti cicilan menjadi Rp5,26 juta per bulan atau total Rp15,78 juta ditambah biaya layanan tahunan.
  • Cicilan 6 bulan dengan bunga 1,75 persen, berarti cicilan menjadi Rp2,76 juta per bulan dengan total Rp16,57 juta ditambah biaya layanan tahunan.

Kesimpulan

Jika diadu, maka produk kartu kredit tetap memberikan layanan cicilan paling murah dibandingkan dengan paylater dan pinjaman online. Kecuali, jika kamu akan punya cash berlebih dalam sebulan ke depan, strategi paylater 30 hari bisa menjadi opsi yang termurah.

Meski menjadi yang termurah ada beberapa kelemahan dari kartu kredit seperti:

  • Pengajuan untuk mendapatkan kartu kredit cukup sulit. [sebenarnya tinggal taro deposito di atas Rp50 juta. Kamu akan otomatis ditelpon pihak bank dan mendapatkan kartu kredit]
  • Kena charge merchant discount rate (MDR) tambahan jika melakukan transaksi di kios-kios tertentu. Padahal, MDR itu harusnya ditanggung oleh penjual, tapi malah dikenakan kepada konsumen.

Lalu, kapan sebaiknya kita memutuskan untuk meminjam uang saat membeli barang?

Pertama, ketika barang itu sangat dibutuhkan. Kalau tidak ada barang itu, ya nggak bisa kerja untuk dapat uang, sedangkan cashflow yang ada tidak mencukupi untuk membelinya.

Kedua, harga barang masih terjangkau untuk dicicil dalam jangka pendek dari hasil penghasilan bulanan. Kalau cicilan terlalu tinggi dan malah membebani keuanganmu, mending skip dan nabung dulu aja.

Ketiga, perhatikan total utang-mu dibandingkan dengan penghasilan. Masih di bawah 30 persen atau sudah di atas 30 persen. Kalau sudah di atas, tampaknya kamu harus nabung manual saja ketimbang nekat ambil cicilan lagi.

Jadi, kamu kalau beli barang udah berani cicilan atau masih harus cash?