List Saham yang Butuh Penambahan Free Float 2027-2029, Begini Efek ke Harganya
BEI mengumumkan rules penambahan free float menjadi minimal 15 persen hingga 2029. Kira-kira, ada saham apa saja, berapa kebutuhan dana, dan efek ke harga saham ya?
Mikirduit – BEI telah mengumumkan detail rencana penambahan free float menjadi minimal 15 persen. Dari sini, ada 3 jenis tipe saham yang harus memenuhi ketentuan dalam waktu berbeda. Total dana yang dibutuhkan untuk menyesuaikan free float hingga 2029 ini mencapai sekitar Rp160 triliun. Kami menghimpun deadline saham-saham yang harus memenuhi free float di sini.
Key Takeaways
- BEI membagi kewajiban penambahan free float minimum 15 persen ke dalam tiga kategori emiten dengan tenggat berbeda, yakni 31 Maret 2027, 31 Maret 2028, dan 31 Maret 2029, tergantung market cap dan posisi free float awalnya.
- Kebutuhan dana penyesuaian free float hingga 2029 sangat besar, sekitar Rp160 triliun, dengan beban terbesar berasal dari saham berkapitalisasi di atas Rp5 triliun seperti BREN, TPIA, dan DNET.
- Meski penambahan free float bisa memicu aksi korporasi atau tekanan pada saham tertentu, secara keseluruhan kebijakan ini juga berpotensi positif karena meningkatkan likuiditas pasar dan peluang masuknya dana institusi maupun indeks global ke saham Indonesia.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Dalam ketentuan BEI, ada periode waktu yang diberikan agar setiap emiten bisa memenuhi ketentuan free float. Dari situ dibagi tiga kategori:
Pertama, kategori saham dengan market cap di atas Rp5 triliun dan free float di atas 12,5 persen. Saham tipe ini harus memenuhi ketentuan free float 15 persen maksimal pada 31 Maret 2027.
Kedua, kategori saham dengan market cap di atas Rp5 triliun dan free float di bawah 12,5 persen. Saham tipe ini memiliki dua timeline, yakni memenuhi free float menjadi 12,5 persen maksimal pada 31 Maret 2027, serta memenuhi free float menjadi 15 persen maksimal pada 31 Maret 2028.
Ketiga, kategori saham dengan market cap di bawah Rp5 triliun dengan free float di bawah 15 persen. Tenggat waktu untuk tipe saham ini sampai 31 Maret 2029.
Lalu, siapa saja sahamnya?
Saham yang Harus Memenuhi Tenggat Free Float 15 persen di 31 Maret 2027
Kami mencatat ada 14 saham dengan total kebutuhan dana Rp3,58 triliun. UNVR menjadi yang butuh nominal free float terbesar mencapai Rp702 miliar, disusul MTEL Rp609 miliar, serta SUPA senilai Rp383 miliar.
Saham yang Harus Memenuhi Tenggat Free Float 12,5 persen pada 31 Maret 2027
Ada 65 saham yang wajib memenuhi free float menjadi 12,5 persen pada 31 Maret 2027. Dengan total kebutuhan dana sekitar Rp71 triliun. Saham-saham yang membutuhkan dana paling besar untuk meningkatkan free float-nya antara lain TPIA senilai Rp7,43 triliun, DNET sekitar Rp6,45 triliun, dan HMSP sekitar Rp4,3 triliun.
Untuk SUPR berpotensi membutuhkan dana sekitar Rp6,19 triliun di 31 Maret 2027. Namun, kami kecualikan karena ada potensi cenderung didelisting dengan free float saat ini 0,09 persen. Soalnya, SUPR ini sudah menjadi entitas di bawah TOWR.
Lalu, 65 saham ini juga harus memenuhi free float menjadi 15 persen pada 31 Maret 2028. Saham yang membutuhkan dana terbesar untuk memenuhi free float 15 persen di 31 Maret 2028 (dengan asumsi mereka hanya menambah maksimal 12,5 persen hingga 31 Maret 2027 antara lain, BREN senilai Rp18,22 triliun, TPIA senilai Rp10,1 triliun, dan DNET senilai Rp3,24 triliun.
Dari list tersebut, ada beberapa saham lainnya yang berpotensi seperti SUPR, yakni PLIN, SMCB,FASW, dan IBST. Untuk GMFI dan ANJT kami nilai masih ada potensi upaya untuk menaikkan free float karena baru ada aksi korporasi right issue dan akuisisi.
Sementara itu, untuk ADMF seharusnya juga masih ada potensi penambahan free float (kecuali pengendali memutuskan untuk delisting).
Saham dengan Market Cap di bawah Rp5 triliun dan harus memenuhi kewajiban Free Float 15 persen pada 31 Maret 2029
Di sini, kami mencatat ada sekitar 209 saham yang harus memenuhi free float 15 persen dengan target deadline 31 Maret 2029. Jumlah ini sudah dipangkas dengan deretan saham yang sudah disuspensi cukup lama. Total kebutuhan dana untuk free float dari saham ini senilai Rp16,7 triliun.
3 Saham terbesar yang membutuhkan penambahan free float antara lain, ROTI senilai Rp343 miliar, NOBU senilai Rp327 miliar, dan TGKA senilai Rp324 miliar.
Lalu, ada beberapa saham yang memiliki free float di bawah 7,5 persen dengan estimasi ada potensi delisting, yakni MFMI, SMDM, dan ALMI. Lalu, ada META yang masih proses delisting.
Sisanya, ada BINO, SAFE, KIAS, JECC, INRU, MLIA, WICO, dan SOSS yang porsi free float di atas 2,5 persen. Namun, tetap ada peluang mereka akan menambahkan tingkat free float jika merasa butuh akses di pasar saham.
Kesimpulan
Apakah dengan ada penambahan free float ini membuat risiko pasar saham koreksi?
Jawabannya belum tentu. Bagi saham dengan market cap di atas Rp5 triliun, mereka juga berpotensi mendapatkan inflow dari institusi seperti dana pensiun, reksa dana, dan lainnya dengan porsi likuiditas yang lebih bagus. Apalagi, jika memenuhi syarat masuk indeks global.
Sentimen positifnya, bukan tidak mungkin nantinya bobot pasar saham Indonesia di pasar global bisa menjadi lebih besar sehingga dana-dana besar bisa memburu saham Indonesia yang asumsinya kondisi likuiditas bisa lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.
Butuh Insight, Pilihan Saham serta Analisis Peluang dan Risiko, dan Konsultasi dengan Ahlinya?
Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
- Event online bulanan
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini