Laba Bersih TOWR Tumbuh 10 Persen, Masih Layak Harga di bawah Rp500?
Saham TOWR menguat signifikan selama dua hari perdagangan terakhir usai merilis laporan keuangan 2025 yang hasilnya menorehkan laba tumbuh 10%. Kira-kira gimana prospeknya ke depan?
Mikirduit - Setelah merilis laporan keuangan 2025 dengan pertumbuhan laba sekitar 10 persen, saham TOWR langsung melesat dalam dua hari perdagangan terakhir.
Melihat kinerja tersebut, bagaimana prospek TOWR ke depan dan apakah masih menarik untuk akumulasi di level saat ini?
Key Takeaways
- Laba TOWR berhasil tumbuh 10 persen, didukung arus kas operasional yang tetap tumbuh positif.
- Ekspansi fiber dan tambahan tenancy berpotensi menopang pertumbuhan ke depan.
- Valuasi relatif murah, namun tetap perlu memperhatikan risiko kurs dan arah suku bunga.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini..
Laba TOWR di 2025 Naik 10% Setahun
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba bersih sekitar 10 persen secara tahunan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,68 triliun, meningkat dibandingkan Rp3,34 triliun pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp13,33 triliun, naik dari Rp12,74 triliun pada 2024.
Kontributor utama masih berasal dari bisnis menara telekomunikasi, sementara segmen non-tower seperti fiber, konektivitas, dan FTTH terus menunjukkan ekspansi yang semakin signifikan.
Selain laba bersih, indikator penting lain untuk menilai kualitas arus kas perusahaan infrastruktur seperti TOWR adalah Adjusted Funds From Operations (AFFO).
Pada 2025, AFFO perseroan tercatat Rp7,19 triliun, meningkat dari Rp6,70 triliun pada 2024, tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas operasional yang kuat setelah memperhitungkan bunga, pajak, dan belanja pemeliharaan.

Secara operasional, pertumbuhan kinerja tersebut didukung oleh ekspansi infrastruktur yang konsisten.
Hingga akhir 2025, TOWR mengoperasikan 36.247 menara telekomunikasi dengan 60.540 tenancy, serta memiliki jaringan fiber optik lebih dari 224 ribu kilometer yang menghasilkan pendapatan.
Ekspansi infrastruktur tersebut juga tetap diimbangi dengan pengelolaan neraca yang disiplin. Hingga akhir 2025, rasio net debt terhadap EBITDA TOWR tercatat sekitar 3,74 kali, masih berada dalam kisaran yang dianggap sehat untuk perusahaan infrastruktur telekomunikasi.
Selain itu, perseroan juga mencatat interest coverage ratio sebesar 3,9 kali, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga dari arus kas operasionalnya.
TOWR juga masih mempertahankan peringkat kredit investment grade, yang memberikan akses terhadap pendanaan dengan biaya yang relatif rendah. Rata-rata bunga pinjaman perusahaan tercatat sekitar 6 persen, sehingga memungkinkan perseroan untuk terus melakukan ekspansi jaringan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap neraca keuangan.

Sebagai catatan, dalam bisnis menara telekomunikasi, operator seluler menyewa ruang pada menara untuk menempatkan perangkat jaringan mereka, biasanya melalui kontrak dengan durasi sekitar 10 tahun atau bahkan lebih panjang.
Kontrak tersebut umumnya bersifat non-cancellable, sehingga tidak dapat dibatalkan secara sepihak selama masa perjanjian berjalan.
Selain itu, kontrak biasanya memiliki klausul perpanjangan otomatis serta penyesuaian tarif tahunan yang mengikuti inflasi untuk menutup kenaikan biaya operasional.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba, AFFO yang terus meningkat, arus kas yang stabil, serta struktur utang yang sehat, TOWR menunjukkan fundamental yang tetap kuat sebagai salah satu pemain utama dalam bisnis infrastruktur digital di Indonesia.
Lantas Bagaimana Prospek TOWR?
Ke depan, prospek TOWR masih dinilai menarik seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.
Perseroan mengusung strategi Build – Buy – Return, yaitu membangun infrastruktur baru secara organik, melakukan akuisisi strategis, serta tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham melalui dividen

Sepanjang 2025, TOWR menambah 847 menara baru dan sekitar 6.789 km jaringan fiber yang telah menghasilkan pendapatan. Perusahaan juga mencatat peningkatan pada layanan konektivitas dan Fiber to the Home (FTTH) sebagai bagian dari upaya memperluas portofolio bisnis di luar penyewaan menara.
Selain bisnis menara, TOWR juga mengembangkan layanan FTTH serta berbagai solusi konektivitas dan managed services.
Strategi ekspansi tersebut turut diperkuat melalui langkah anorganik, salah satunya melalui akuisisi PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang diharapkan dapat memperluas cakupan layanan konektivitas perusahaan.
Memasuki proyeksi 2026, ekspansi di bisnis fiber diperkirakan masih berlanjut. Pendapatan dari segmen non-menara diproyeksikan tumbuh sekitar 11,2 persen menjadi sekitar Rp5,2 triliun.
Sementara itu, pendapatan sewa menara diperkirakan naik lebih stabil sekitar 6,1 persen menjadi Rp9,1 triliun, salah satunya didorong potensi tambahan tenancy dari PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) pascamerger operator tersebut.
Dengan basis pelanggan yang lebih besar dan spektrum yang lebih luas, kebutuhan peningkatan kualitas jaringan data diperkirakan ikut meningkat. Kondisi ini bisa mendorong pemanfaatan infrastruktur fiber dan menara yang dimiliki TOWR.
Di sisi lain, faktor makro seperti tren penurunan suku bunga juga berpotensi membantu menekan biaya pendanaan.
Pada 2026, laba TOWR diproyeksikan mencapai Rp14,3 triliun, tumbuh 7,28 persen secara tahunan, sementara laba stabil di Rp3,7 triliun, tak terlalu jauh dari realisasi 2025 di Rp3,68 triliun.
Meski begitu, risiko tetap ada, terutama dari pergerakan nilai tukar yang dapat mempengaruhi belanja modal jika pengadaan perangkat masih bergantung pada impor.

Posisi TOWR sekarang lagi di mana?
Asal tahu saja, saham TOWR itu dalam lima tahun terakhir sudah terjun lebih dari 50 persen, membuat valuasinya kini berada di 1,09 kali Price to Book Value (PBV), terbilang yang paling murah di industrinya yang memiliki rata-rata 3,5 kali.

Seiring dengan valuasi yang menarik, secara teknikal saham TOWR juga sudah mulai menunjukkan akumulasi yang baik.
Terlihat dalam dua hari perdagangan aktif, dari sebelum lebaran TOWR sudah naik 7 persen lebih, kemudian berlanjut pada hari pertama pasar dibuka lagi dengan penguatan kisaran 4 persen.
Ini mengakumulasi penguatan dalam dua hari saja sudah tembus 10 persen, dan akhirnya saham TOWR sudah berada di atas Moving Average (MA) 20 daily.
Secara teknikal, jika MA20 mampu dipertahankan ada potensi penguatan lanjutan menuju resistance selanjutnya di 525.

Sementara itu berdasarkan data Stockbit ada 21 dari 26 analis menyematkan rating BUY untuk TOWR dengan target buy rata-rata di 785.

Kesimpulannya, fundamental TOWR masih cukup solid dengan pertumbuhan laba sekitar 10 persen, AFFO yang terus meningkat, serta arus kas yang relatif stabil dari kontrak jangka panjang.
Prospek ke depan juga masih ditopang ekspansi fiber dan potensi peningkatan utilisasi menara seiring kebutuhan jaringan data yang terus naik.
Dengan valuasi yang saat ini relatif murah dibandingkan rata-rata industri, saham TOWR mulai kembali dilirik pasar meski tetap perlu memperhatikan risiko seperti pergerakan nilai tukar dan kebutuhan belanja modal, terutama kalau nanti ada risiko perubahan kebijakan moneter menjadi ketat lagi apabila perang semakin panas yang bisa memicu inflasi tetap tinggi.
Sebagai perusahaan dengan struktur pembiayaan yang cukup sensitif terhadap pergerakan suku bunga, TOWR cenderung diuntungkan ketika suku bunga turun. Namun dengan kondisi rupiah yang masih melemah, ruang penurunan suku bunga ke depan kemungkinan tidak akan terlalu cepat
Gimana kalian sudah mulai lirik TOWR lagi atau masih wait and see?
Mau Dapat Insight dan Idea Saham Investing hingga Trading dengan Strategi Sesuai Kebutuhanmu?
Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
- Event online bulanan
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private dengan founder kami
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
