INDF Turun Kasta, ACES dan CLEO Didepak dari MSCI, Begini Efek ke Prospek Ketiga Saham Tersebut
MSCI menurunkan kasta INDF menjadi small caps, sedangkan ACES dan CLEO didepak dari indeks. Lalu, apa efeknya terhadap prospek ketiga saham tersebut? kami jelaskan secara teknis di sini
Mikirduit – MSCI bikin kejutan setelah sempat akan freeze saham Indonesia yang keluar-masuk di periode rebalancing Februari 2026. Namun, ternyata MSCI melakukan rebalancing turun level dan mengeluarkan 3 saham Indonesia. Lalu, apa dampaknya dari saham yang turun level dan didepak dari indeks?
Higlight
- Rebalancing MSCI Februari 2026 yang menurunkan level INDF dan mengeluarkan ACES serta CLEO memicu tekanan jangka pendek akibat penyesuaian portofolio fund manager, meski faktor ini bersifat non-fundamental.
- Secara historis, saham yang keluar dari MSCI (bukan sekadar turun kasta) memiliki peluang rebound dalam 3–6 bulan dan probabilitas kenaikan lebih tinggi dalam 1–2 tahun setelah tekanan jual asing mereda.
- Drama keluar-masuk indeks global sebaiknya dimanfaatkan sebagai momentum trading atau akumulasi jangka menengah pada saham berfundamental baik yang terdiskon, alih-alih dijadikan satu-satunya indikator kualitas emiten.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Dari keterangan MSCI per 10 Februari 2026 (waktu setempat), INDF didepak ari MSCI Global Standard dan turun kasta menjadi small caps. Lalu, ACES dan CLEO didepak dari small caps indeks.
Untuk pergerakan harga saham, INDF memang telah mengalami tekanan penurunan harga hingga 20,19 persen dari level tertinggi pada Agustus 2025. Bahkan, dalam 1 bulan terakhir, INDF masih mencatatkan net foreign buy senilai Rp274 miliar.
Sementara itu, ACES dan CLEO memang jadi dua saham yang cukup tertekan dalam setahun terakhir. Dalam sebulan terakhir, CLEO sudah turun 14,72 persen, sedangkan ACES sudah turun 2,9 persen. Dalam 1 bulan terakhir, saham CLEO sudah mencatatkan net sell asing Rp10,6 miliar, sedangkan ACES sekitar Rp20 miliar.
Lalu, apakah keluar indeks jadi pertanda buruk atau sebaliknya?
Memahami Peluang Saat Keluar Indeks Global
Dalam pemilihan saham, indeks global melakukan screening secara kuantitatif dari segi likuiditas, market cap, free float market cap, dan formula lainnya. Namun, indeks global tidak mendeteksi fundamental masing-masing emiten, hanya berdasarkan data seberapa likuid dan skala market cap dengan free float market cap-nya saja.
Keberadaan indeks global juga dijadikan acuan untuk fund manager (manajer investasi yang mengelola dana) untuk membuat komposisi portofolionya. Sehingga jika ada rebalancing saham yang keluar masuk dari indeks global akan mempengaruhi strategi portofolio dari fund manager yang mengacu ke indeks tersebut.
Dari sini, muncul fluktuasi terhadap harga saham yang keluar-masuk indeks karena adanya fund manager yang menyesuaikan porto-nya. Ketika saham masuk indeks ada kecenderungan naik dalam jangka pendek karena adanya volume beli dari fund manager yang mengacu ke indeks tersebut, sebaliknya ketika jual akan ada kecenderungan turun dalam jangka pendek karena volume jual dari fund manager-nya.
Di sisi lain, sebagai investor ritel, kita bisa memanfaatkan peluang dari posisi saham yang keluar dan masuk. Misalnya, untuk saham masuk ke indeks bisa untuk trading jangka pendek cuan-bungkus, sedangkan saham yang keluar indeks untuk investasi jangka menengah.
Kenapa saham yang keluar indeks justru menarik untuk investasi jangka menengah? karena ada anomali pergerakan harga setelah dijual oleh fund manager. Dengan begitu, secara valuasi akan terlihat terdiskon karena faktor penurunan harga dari aksi jual fund manager. Kondisi ini bisa jadi peluang untuk masuk dengan ekspektasi kenaikan setelahnya akan lebih ringan (karena tekanan jual dari fund manager asing udah mereda dan tidak ada lagi).
Catatan Historis Beberapa Saham yang Keluar MSCI
Kami mencatat ada kebutuhan waktu untuk saham yang keluar indeks global seperti MSCI untuk kembali bangkit dari tekanan harga. Biasanya, saham-saham yang keluar indeks (bukan yang turun kasta) akan mulai dijual asing beberapa bulan sebelum keputusan MSCI. Aksi jual biasanya dilakukan oleh fund manager aktif (bukan ETF) yang menyesuaikan porto dengan proyeksi perubahan di MSCI tersebut.
Setelah tekanan jual mereda pasca efektif keluar, kami mencatat historis ada periode hingga 12 bulan untuk kembali naik secara signifikan, dengan catatan dalam 3-6 bulan ada potensi kenaikan dalam jangka pendek yang persentasenya kadang juga menarik.
Kami mencatat itu dari saham-saham yang keluar MSCI sejak akhir 2023 hingga akhir 2024 seperti, INCO, BBYB, TINS, PTPP, CUAN, AUTO, BIPI, BBKP, LPKR, ENRG, MNCN, CARE, LSIP, BTPS, dan SCMA.
Jika kami rekap probabilitas kenaikan harga saham setelah 6 bulan keluar dari MSCI punya probabilitas 58 persen. Dalam periode rebalancing MSCI akhir 2023 hingga akhir 2024, ada 10 saham yang mampu naik dengan rentang kenaikan harga dari 10 persen hingga 56 persen setelah 6 bulan keluar dari indeks.
Lalu, setelah 12 bulan keluar MSCI tercatat ada 9 dari 17 saham yang mampu menguat dengan rentang kenaikan dari 3 persen hingga 219 persen. Perubahan penguatan ini ada faktor fluktuasi sentimen realisasi kinerja keuangan, aksi korporasi, kebijakan pemerintah, dan faktor lainnya.
Jika dilihat hingga 2 tahun setelah rebalancing, probabilitas saham naik pasca keluar indeks menjadi 75 persen. Dengan rentang kenaikan yang lebih agresif dari 23 persen hingga 540 persen.
Namun, seberapa besar dan pola kenaikannya akan tergantung juga dari momentum pendukung dari emiten terkait. Ada juga yang setelah keluar MSCI langsung naik karena faktor owner yang menjaga harga sahamnya. Meski begitu, kecenderungannya sama dalam 3-6 bulan pasca keluar MSCI ada gelombang kenaikan pertama meski kembali koreksi, selanjutnya kembali naik dengan berbagai faktor sentimen kinerja keuangan hingga faktor non-kinerja keuangan (seperti sentimen news).
Di sisi lain, kami melihat dari saham yang turun kasta (dari Global Standard ke Small dan juga small ke micro) justru masih belum lepas dari tekanan. Pasalnya, saham-saham tersebut masih ada dalam indeks sehingga risiko tekanan jual jika berpotensi terdepak dari indeks masih cukup besar. Apalagi, fund manager aktif juga akan memantau perkembangan saham yang turun kasta untuk dikalkulasikan potensi keluar indeks-nya.

Kesimpulan
Keluar-masuk dan berbagai drama indeks global hanya sebagai sentimen non-fundamental yang justru bisa dimanfaatkan untuk trading atau investasi jangka menengah. Permintaan perubahan kebijakan yang dilakukan MSCI pun untuk mengakomodir kebutuhan likuiditas besar yang akan masuk jika sebuah saham Indonesia masuk ke indeks tersebut. Jangan sampai adanya penurunan bobot seperti dialami DSSA karena faktor likuiditas yang terbatas.
Untuk itu, potensi fluktuasi harga saham hingga penyesuaian ketentuan free float dan kalkulasi pembulatan yang lebih rigid bisa memicu outflow (meski BEI dan OJK telah menyelesaikan yang diinginkan dan Indonesia tetap masuk kategori emerging market). Namun, dari potensi outflow ini justru ada peluang untuk menangkap di harga yang lebih murah, terutama saham-saham yang dari segi harga bergerak sesuai fundamentalnya. Jika kinerja keuangannya membaik dan tumbuh sensasional, bisa menarik hati para investor aktif serta mendorong lagi volatilitas ke saham tersebut.
Jadi, di tengah gonjang-ganjing isu transparansi, kita cukup fokus mencari saham yang punya fundamental yang oke untuk menghindari risiko perusahaan kena pailit dan sebagainya, cari momentum, dan masuk saat valuasi memang benar murah.
Kami sudah siapkan ulasan saham yang lagi diskon untuk jangka menengah di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
