Harga Emas Tembus 5.000 dolar AS per Troy Ounce, Apakah Sahamnya Juga Terus Naik?
Harga emas kembali mencetak rekor tembus US$ 5000/oz, berkat itu sejumlah saham emas RI ikutan manggung seperti ANTM-EMAS, akankah saham-saham tersebut masih menarik diakumulasi atau tunggu dulu?
Mikirduit - Harga emas lagi-lagi pecah rekor menembus US$5000/oz, saham-saham emas pun ikut reli, bahkan sehari ada yang terbang lebih dari 15%. Kira-kira masih menarik mengikuti momentum harga emas atau tunggu dulu?
Highlight:
- Harga emas kembali cetak rekor baru menembus US$ 5000/oz.
- Saham-saham emas seperti ANTM, EMAS, ARCI, HRTA, sampai PSAB kompak menguat.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Harga Emas Pecah Rekor Lagi
Harga emas pada perdagangan Senin (26/1/2026) menembus level US$ 5000/oz, mencapai rekor tertinggi baru dalam sejarah.
Sejak awal tahun harga emas terus menanjak sekitar 17 persen akibat ketidakpastian geopolitik yang meluas, terutama setelah Presiden Trump menginvasi militer Venezuela, ambisi mau mengambil alih Greenland, sampai mengganggu independensi the Fed.
Baru-baru tarif Trump juga berulah menyerang Kanada dengan ancaman tarif 100 persen. Reli harga emas juga didorong indeks dolar AS yang sudah turun hampir 2 persen selama enam sesi perdagangan beruntun, di tengah spekulasi AS bisa membantu Jepang dalam upaya-nya memperkuat yen.
Hal tersebut kemudian meningkatkan minat beli emas yang dinilai lebih terjangkau jika dolar AS semakin turun sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian yang meningkat saat ini.

Historis Harga Emas
Setiap kali emas mengalami reli agresif seperti periode 2025–2026 yang naik sekitar 85 persen, sejarah menunjukkan pola yang relatif konsisten karena setelahnya akan diikuti fase koreksi. Ini bukan opini, melainkan cerminan perilaku emas dari waktu ke waktu.
Reli 1980
Harga emas melonjak tajam hingga 400 persen mendekati US$ 850/oz. Setelah itu, pasar mengalami koreksi besar sekitar 40 persen –60 persen dalam beberapa tahun berikutnya.
Reli 2011
Emas mencapai puncak di sekitar US$ 1.921/oz setelah kenaikan panjang bertahun-tahun. Koreksi yang menyusul mencapai kurang lebih 43 persen hingga 2015. Waktu itu, reli yang disebut “sekali seumur hidup” pun tetap mengalami normalisasi.
Reli 2020
Harga emas sempat menyentuh area USD 2.075/oz, lalu terkoreksi sekitar 20–25 persen sampai 2022 dan masuk fase konsolidasi cukup lama. Dalam beberapa kasus, koreksi terjadi lebih banyak lewat waktu dibanding penurunan harga.
Secara historis, setelah reli kuat di kisaran 60–85 persen, emas cenderung terkoreksi rata-rata 20–40 persen, lalu bergerak sideways selama beberapa tahun untuk menyerap kenaikan sebelumnya.
Semakin emosional dan tajam reli yang terjadi, biasanya semakin besar pula reset yang menyusul.
Emas memang berfungsi sebagai pelindung nilai jangka panjang, namun fase kenaikan parabolik jarang bersifat permanen.
Kita perlu, memahami koreksi di masa lalu untuk membantu menjaga ekspektasi ketika reli terasa tak terbendung.
Akankah pola tersebut bisa terulang? Saat ini belum ada yang tahu, tapi pahami bahwa History doesn’t repeat, but it rhymes

Di saat seperti ini, yang memiliki aset emas, bersyukurlah dan nikmati hasil-nya, untuk yang belum punya, selalu manage ekspektasi bahwa beli di harga yang sedang naik-naiknya sangat rawan memicu FOMO.
Silahkan diatur ekspektasi masing-masing atau beli-lah dengan porsi kecil dengan cara mencicil, supaya hasil di akhir akan menjadi rata-rata yang bisa mengantisipasi jika terjadi penurunan yang signifikan setelah reli kencang.
Harga Emas ATH Mendorong Reli Saham Emas
Selain emas fisik, reli harga logam mulia ini turut menjalar ke lantai bursa, sejumlah saham perusahaan emas ikut merasakan gairah positif-nya.
Pada perdagangan Senin (26/1/2026), sejumlah saham emas kompak reli, saham EMAS memimpin dengan terbang 18,22 persen sehari. Saham ANTM mengikuti dengan penguatan kisaran 10 persen, saham lainnya seperti ARCI, HRTA, dan MDKA naik sekitar 4 persen-nan, lalu saham PSAB dan BRMS menguat kisaran 2 persen-nan. Hanya UNTR yang terpantau pada Senin ini tidak mengalami perubahan.

Penguatan signifikan yang terjadi pada sebagian saham emas itu menunjukkan story yang beda-beda di tiap-tiap emiten emas terutama berdasarkan kontribusi segmen emas terhadap pendapatan.
Misalnya saham UNTR yang stagnan padahal harga emas sedang naik-naiknya, selain sedang terjerat masalah izin tambang, nyatanya kontribusi segmen logam mulia ke pendapatan hanya 10 persen, merujuk data per September 2025.
Sebaliknya emiten yang memang fokus ke bisnis emas seperti ARCI, HRTA, EMAS, dan ANTM mencatat penguatan signifikan.
ARCI memiliki pendapatan 100% dari emas, dengan sekitar 88 persen dijual ke domestik, sehingga emiten ini tidak akan terlalu kena dampak dari bea ekspor yang ditetapkan mulai tahun ini.
Dengan posisi bisnis-nya sebagai pure play emas, ARCI memiliki peluang untuk bisa masuk GDX, ditambah dengan harga saham-nya yang terbang ke atas Rp2000 per saham, ini membuat likuiditas dan transaksi-nya seharusnya sudah memenuhi syarat.
Saham EMAS yang baru IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan ANTM juga dinilai bisa masuk GDX, dengan posisi peringkat yang hampir berdekatan di kisaran 85 persen sampai 98 persen.
Menariknya, story lain dari saham EMAS kabarnya mau IPO di bursa Hongkong juga, jika ini sukses tentu akan menarik likuiditas dan free float lebih banyak, serta semakin menguatkan potensinya masuk ke indeks Van Eck GDX.
Story saham emas yang masih running memang menarik untuk diikuti, tetapi ketika harga sudah naik kencang, kita juga perlu mengatur ekspektasi. Strategi-nya sama seperti di atas ketika kita berbicara emas fisik, setelah kenaikan kencang, biasanya akan terjadi koreksi yang signifikan juga.

Apakah Harga Saham Emas Akan Terus Naik Saat Komoditasnya Lanjut Terbang?
Saham emas memang cenderung mengikuti pergerakan harga emas. Namun, dalam kondisi tertentu, ada potensi tekanan turun saham emas menjadi sangat tinggi dibandingkan harga emas.
Kami coba memperlihatkan kejadian di 2008 dan 2020 di beberapa saham emas global seperti Newmount corp. (NEM), Barrick Gold Corporation (B), dan Agnico Eagle Mines Ltd. (AEM).
Misalnya, harga emas dunia naik sekitar 300-an persen dari 2005 hingga 2011. Lalu sempat turun 363 persen ketika krisis 2008 terjadi.
Lalu, harga emas juga sempat naik 75 persen dari periode Agustus 2018 hingga Agustus 2020 karena pandemi Covid-19.
Lalu, bagaimana dengan saham emas global merespons pergerakan harga emas dunia tersebut?
Untuk NEM, dalam periode sama di 2005 sampai 2011 memang mencatatkan kenaikan juga, tapi tidak setinggi harga emas. Saham NEM hanya naik 57 persen di periode 2005-2011 yang sama seperti kenaikan harga emas periode tersebut.
Lalu, penurunan saham NEM saat terjadi krisis 2008 juga lebih dalam sebesar 53 persen dibandingkan dengan saham emas.
Menariknya, saat pandemi Covid-19, harga saham NEM naik lebih agresif daripada harga emas dengan kenaikan periode Agustus 2018 hingga Agustus 2020 itu sebesar 98 persen vs harga emas yang cuma naik 75 persen. Namun, fluktuasinya cukup tajam. Seperti, ada penurunan 33 persen dalam 3 hari di pertengahan Maret 2020, serta penurunan 20 persen dalam beberapa hari di Juni 2020.
Begitu juga dengan B (Barrick Mines) yang mencatatkan kenaikan 149 persen dalam periode 2005-2011. Namun, B mencatatkan penurunan harga saham hingga 67 persen dalam 3 bulan pada 2008.
Seirama dengan saham NEM, B juga mencatatkan kenaikan harga lebih agresif saat pandemi Covid-19 di 2020, dengan kenaikan harga saham Agustus 2018-2020 hingga 200 persen. Mirip seperti NEM, B juga mengalami fluktuasi yang tajam ketika pandemi Covid-19 menggema di Maret 2020. B mencatatkan penurunan 47 persen dalam beberapa hari, serta 19 persen di periode pekan pertama Juni 2020.
Nah, jika dibandingkan dengan NEM dan B, AEM (Agnico Eagle Mines Ltd) justru bergerak lebih agresif daripada harga emas pada medio 2005-2011. Meski sempat turun 72 persen ketika krisis 2008 pecah.
Begitu juga saat 2020, pergerakan harga saham AEM lebih agresif dibandingkan harga emas. Dalam perhitungan periode sama Agustus 2018-2020, harga saham AEM naik 129 persen. Meski, dalam perjalanannya saham AEM sempat turun 49 persen dalam beberapa hari saat pertama kali pandemi Covid-19 pecah, serta 19 persen pada pekan pertama Juni 2020.
Mau mulai investasi saham AS?
Ada beberapa platform dari Indonesia yang bisa membuatmu bertransaksi di saham AS dengan mudah dan cepat. Dua platform saham AS di Indonesia antara lain:
- XTB Indonesia, platform yang sudah mendunia terutama di Eropa, daftar jadi nasabahnya sekarang dengan klik link di sini
- Gotrade Indonesia, platform yang juga memudahkan investasi saham AS di Indonesia. Daftar dengan klik link di sini
- Ajaib Alpha, platform investasi saham AS yang ada di Indonesia. Daftar dengan klik di sini dan gunakan kode Ajaib SURY216 untuk dapatkan bonus dari Ajaib
Jadi, strategi sekarang lebih optimalkan pada riding the wave atau follow the trend saja, kecuali jika kita sudah punya harga dari bawah, masih optimal untuk kita hold dalam jangka menengah - panjang, tetapi di posisi sekarang yang baru masuk akan sangat berisiko terpicu FOMO saja.
Ringkasnya, kita harus mengatur ekspektasi, apalagi di momen harga yang sudah naik tinggi seperti ini, yang sudah untuk atur profit secukupnya. Yang belum punya, bisa menunggu atau cari saham lain yang masih potensial, karena peluang selalu ada setiap hari, jangan selalu merasa tertinggal, karena pada akhirnya yang menang di pasar itu adalah yang paling sabar.
Soalnya, karakter saham emas dengan emas sangat berbeda. Dari segi fluktuasi, saham emas lebih tinggi dan risikonya juga tinggi dibandingkan dengan emas itu sendiri. Ditambah, saham tambang emas juga faktor lainnya dalam operasional tambang yang bisa mempengaruhi sentimen harga sahamnya.
Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
