Free Float Didorong Naik Jadi 15 persen, Begini Cara dan Efeknya ke Harga Saham
OJK dan BEI berencana meningkatkan free float hingga tembus 15 persen. Lalu, bagaimana efek terhadap saham yang free floatnya masih di bawah 15 persen?
Mikirduit – Rencana OJK dan BEI mendorong free float menjadi 15 persen direspons menarik. Beberapa pelaku pasar merasa khawatir harga saham bisa turun jika tiba-tiba free float naik menjadi 15 persen. Lalu, apa sebenarnya dampak dari penambahan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen tersebut?
Highlight
- Kenaikan free float dari 7,5% ke 15% bertujuan meningkatkan likuiditas dan menekan potensi manipulasi harga, meski membutuhkan dana besar sekitar Rp170 triliun dari 280 saham yang terdampak.
- Pengalaman historis menunjukkan penambahan free float melalui right issue, private placement, atau divestasi tidak otomatis menekan harga saham, melainkan sangat bergantung pada strategi emiten dan persepsi fundamental pasar.
- Free float yang lebih besar, didukung aksi seperti stock split, membuka ruang masuk investor global dan indeks, sehingga dalam jangka panjang dapat menciptakan pasar yang lebih likuid, fair, dan berkelanjutan.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Kami menghimpun data sekitar 280 saham membutuhkan penambahan free float agar tembus minimal 15 persen. Total dana yang dibutuhkan sekitar Rp170 triliun untuk total alokasi yang perlu dilepas ke publik dari total 280 saham tersebut.
Adapun, 5 saham yang butuh penyerapan free float terbesar secara nominal antara lain, BREN sekitar Rp29 triliun, TPIA sekitar Rp22 triliun, BNLI sekitar Rp7,2 triliun, DNET sekitar Rp7,5 triliun, dan CDIA sekitar Rp6,59 triliun.
Pertanyaannya, kenapa free float harus melebar jadi 15 persen? secara catatan tingkat free float di pasar saham Indonesia memang paling rendah di kawasan. Rendahnya tingkat free float bisa menggambarkan tingkat likuiditas di pasar saham-nya yang juga cukup rendah.
Hal itu membuat lebih mudahnya manipulasi harga saham dilakukan. Bahkan, bermain rumor dari berita yang sebenarnya tidak pernah ada. Soalnya, menggerakkan saham yang tidak terlalu likuid cenderung lebih mudah dan hanya membutuhkan modal yang tidak terlalu besar (bagi skala pemilik modal menengah besar).
Dampaknya, ketika cerita saham telah selesai, likuiditas saham booming yang terlihat ramai bid-offer langsung sepi. Semua mengantre jual, dan akhirnya harga saham ARB. Hal ini sudah pernah terjadi dari saham KAYU hingga DADA.
Dengan adanya kenaikan free float, harapannya saham menjadi likuid. Peluang mengatur harga juga berpotensi menjadi lebih rendah karena kebutuhan modal untuk menjaga harga menjadi lebih besar. Sehingga harapannya bisa membuat hasil harga pasar yang lebih fair, meski untuk menjadi pasar yang efektif pastinya sulit.
Dengan jumlah free float yang besar (diharapkan juga penambahan jumlah lembar saham dengan stock split), bisa menjadi ruang masuk untuk investor global lebih fleksibel. Dengan begitu, pasar bisa bertumbuh secara berkesinambungan dalam jangka panjang dengan likuiditas yang sehat.
Terkait likuiditas, hal tersebut pernah dialami DSSA saat masuk ke saham MSCI pada rebalancing Agustus 2025. Kala itu, bobot saham DSSA diturunkan menjadi 0,5 persen. Alasannya, karena faktor likuiditas akibat free float (secara lembar saham) yang rendah. Sehingga tidak bisa memberikan jalan masuk optimal untuk fund manager yang mengacu ke indeks MSCI.
Hal itu disebabkan, meski DSSA punya free float 20,4 persen, tapi total lembar saham free float hanya 1,57 miliar lembar.
Selaras dengan itu, DSSA juga mengumumkan akan melakukan stock split kedua 1:25 yang harapannya bisa meningkatkan likuiditas dengan pemecahan saham menjadi 25 kali. Artinya, nanti jumlah lembar saham free float bisa tembus di atas 25 miliar lembar. Sehingga jika ada perubahan bobot saham, DSSA bisa mendapatkan bobot yang lebih optimal.
Bagaimana Cara Menambah Free Float dan Efek-nya ke Harga Saham?
Dalam pertemuan dengan pelaku industri pada 1 Februari 2026, Friederica, Plt Ketua OJK, mengungkapkan emiten bisa melakukan dengan beberapa cara seperti:
- Right issue dengan skema pemegang saham pengendali tidak mengambil hak saham baru
- Private placement dengan memiliki beberapa investor yang siap menampung penambahan saham free float
- Divestasi pengendali secara langsung ke pasar
- MESOP ada saham untuk karyawan dan manajemen
Selain itu, ada juga stock split yang dilakukan untuk memecah saham agar harga semakin likuid. Pasalnya, free float akan dihitung bukan cuma dari segi presentase, tapi juga minimal jumlah pihak pemegang saham. Untuk itu, dibutuhkan aksi stock split untuk memecah jumlah saham sehingga menjadi lebih banyak.
Untuk itu, kami akan memberikan gambaran dampak perubahan free float dari pengalaman di 2014-2021.
Pertama, dengan right issue, salah satu yang termashur adalah kisah HMSP. Awalnya, free float HMSP hanya 1,82 persen. Akhirnya, HMSP melakukan right issue dengan target dana maksimal Rp20,7 triliun pada Oktober 2015. HMSP right issue dengan rasio 65 saham lama mendapatkan 4 hak saham baru, serta harga pelaksanaan berkisar Rp77.000 per saham.
Setelah right issue selesai, HMSP melakukan stock split 1:25 pada Juni 2016 agar sahamnya menjadi lebih likuid.
Efeknya, dari aksi right issue jumbo tersebut, harga saham HMSP sempat naik 72 persen dari periode Maret 2015 hingga Februari 2016.
Kedua, BNGA baru memenuhi free float minimal 7,5 persen pada akhir 2023. Sebelumnya, BNGA sempat terancam masuk papan notasi khusus jika tidak memenuhi ketentuan minimal free float 7,5 persen.
BNGA pun melakukan pemenuhan free float dengan cara private placement. BNGA menerbitkan 10,55 juta lembar saham baru di harga Rp1.575 per saham dengan total nilai Rp16 miliar. Dari sini, ada dua investor yang mengambil saham BNGA, yakni Lo Kheng Hong dan Dendy Soerjono. Harga pelaksanaan private placement Rp1.575 per saham. Posisi harga itu bisa dibilang di bawah market, karena pada 2024 harga saham BNGA juga sempat terbang ke Rp2.000-an per saham.
Ketiga, BNLI juga melakukan penambahan free float pada Agustus 2024. BNLI mengalami posisi free float di bawah standar 7,5 persen setelah Bangkok Bank mengakuisisi Bank yang sebelumnya dimiliki oleh ASII dan Standard Chartered tersebut pada 2021. BNLI pun ditargetkan harus memenuhi ketentuan free float minimal pada Oktober 2024.
Akhirnya, di Agustus 2024, Bangkok Bank sebagai pengendali BNLI melakukan divestasi langsung hampir sekitar 8 persen sahamnya di harga Rp920 per saham. Setelah transaksi divestasi penambahan free float itu, harga saham BNLI cenderung terus naik.
Dari ketiga catatan di masa lalu ini, kami menilai jika aksi penambahan free float tidak berkorelasi lurus dengan tekanan harga saham. Nantinya akan tergatung bagaimana strategi emiten untuk bisa menambah free floatnya tersebut.

Kesimpulan
Dalam kondisi pasar saham yang penuh ketidakpastian saat ini, fokus tetap kembali lagi memilih saham dengan kondisi fundamentalnya. Kondisi fundamental bukan hanya membaca kondisi laba-rugi emiten, tapi beberapa poin seperti:
- Risiko kredit
- Risiko dan prospek bisnis
- Faktor pertumbuhan kinerja keuangan
- Kondisi cashflow
- Rencana ekspansi
- Valuasi masih wajar atau sudah terlalu mahal
Dengan begitu, terlepas emiten-nya masih butuh menambah free float cukup besar, setidaknya ada pegangan underlyingnya masih bisa menarik investor di masa depan. Jika ada gejolak tekanan jangka pendek masih bisa didorong sentimen fundamental untuk forward lookingnya.
Jadi, tetap tenang, sabar, dan keluar masuk secara bertahap, jangan All in!
Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
