Efek Serangan AS ke Venezuela Hingga Trump Klaim Sudah Tangkap Maduro ke Pasar Saham
AS melakukan serangan ke Venezuela hingga mengklaim telah menangkap Maduro. Lalu, apa efeknya ke pasar saham 5 Januari 2026?
Mikirduit – Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela hingga Presiden Paman Sama Donald Trump mengklaim telah menangkap Maduro. Lalu, bagaimana efeknya ke pasar saham? apakah akan ada sektor yang diuntungkan?
Highlight
- Serangan Amerika Serikat ke Venezuela sejauh ini belum berdampak signifikan ke pasar saham global karena tidak mengganggu supply migas maupun jalur perkapalan.
- Berbeda dengan perang Rusia–Ukraina yang memicu sanksi dan gangguan supply komoditas, konflik AS–Venezuela masih berskala terbatas sehingga harga minyak dunia tidak bereaksi naik.
- Saham minyak dan emas berpotensi bergerak positif hanya bersifat jangka pendek atau spekulatif, kecuali jika konflik meluas dengan keterlibatan Rusia atau negara lain.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Jika melihat kronologinya, sejak awal terpilih menjadi Presiden, Donald Trump sudah menjadikan Maduro sebagai targetnya. Alasannya, Trump menuduh Maduro melakukan perdagangan narkoba dan imigrasi ilegal ke AS. Hingga Juli 2025, pemerintah AS mengumumkan hadiah senilai 50 juta dolar AS untuk penangkapan Maduro.
Serangan AS ke Venezuela makin gencar di akhir tahun lalu. Bahkan, AS hingga menyita kapal tanker Venezuela dan meningkatkan keberadaan militer di sekitar Venezuela.
Sementara itu, pihak Maduro menduga AS berencana ingin mendapatkan cadangan minyak di Venezuela. Soalnya, negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, yakni 303 miliar barel.
Lalu, apakah serangan AS ke Venezuela yang makin panas ini bisa menjadi sentimen ke sektor minyak, kapal, hingga emas?
Menganalisis Skala Dampak Perang Terhadap Pasar Saham
Salah satu contoh perang yang berdampak besar adalah ketika Rusia menyerang Ukraina. Kenapa perang di Eropa itu justru bisa berdampak besar ke komoditas?
Alasannya sederhana, Rusia sebagai negara komoditas besar dunia. Kala itu, gara-gara melancarkan serangan ke Ukraina, Rusia berpotensi terkena sanksi perdagangan dari negara-negara Eropa hingga AS (alias Blok Barat).
Artinya, ada potensi Supply terganggu, termasuk aliran gas dari Rusia ke Eropa (karena Eropa sangat tergantung dengan aliran gas tersebut). Hingga akhirnya, beberapa negara Eropa menggunakan lagi pembangkit listrik tenaga batu baranya. Hal itu membuat permintaan batu bara meningkat, tapi Supply terganggu karena ada sanksi terhadap Rusia.
Efeknya bukan cuma ke batu bara, tapi juga migas. Hingga ada kabar Rusia menjual minyak harga diskon ke China. Termasuk efek ke Supply komoditas logam, gandum, dan lainnya.
Sementara itu, perang Timur Tengah yang kerap ditakutkan berdampak besar terhadap gangguan Supply migas ternyata tidak berpengaruh signifikan. Meski, ada kekhawatiran perang Iran dan Israel bisa mengganggu jalur perkapalan, tapi ternyata rencana penutupan jalur tidak terjadi.
Artinya, skala perang di Timur Tengah waktu itu tidak se-signifikan seperti Rusia-Ukraina yang membuat tensi blok barat dan timur kembali memanas hingga ada hukuman perdagangan yang mengganggu Supply komoditas.
Jadi, bagaimana dengan aksi AS serang Venezuela?
Jawabannya, sejauh ini tidak signifikan. Alasannya, dari segi supply migas tidak terlalu terganggu. Pasalnya, produksi Venezuela cukup rendah karena sanksi hingga karakter minyak berat yang memiliki biaya tinggi, serta masalah korupsi dan investasi yang sulit dilakukan di negara tersebut. Hal itu membuat meski AS melakukan serangan sejak September 2025 hingga sekarang, harga minyak dunia baik Brent maupun WTI tidak bergerak naik merespons perang tersebut.
Begitu juga efek ke saham kapal dari aktivitas perang ini juga tidak signifikan. Pasalnya, kondisi perang belum mengganggu jalur perkapalan.
Di sisi lain, Rusia dan Iran sudah mengutuk serangan AS terhadap Venezuela. Namun, sejauh ini sifatnya baru ucapan mengecam belum ada tindakan sama sekali.
Jika sudah ada tindakan untuk membantu Venezuela bisa memperluas dampak perang. Namun, dari historis terakhir, suara kecam-mengecam ini sifatnya hanya di ucapan, tapi tidak sampai tindakan yang signifikan.

Kesimpulan
Efek ke pasar saham pada Senin 5 Januari, bisa jadi berdampak positif ke saham minyak dalam intraday (jika ada spekulan yang mencari momentum untuk menggerakkan harga saham minyak). Namun, efeknya tidak panjang, kecuali pada Minggu atau pekan depan ada kenaikan skala perang yang meluas karena Rusia turun tangan. Selain itu, jika skala perang meluas, harga emas juga bisa mencatatkan kenaikan.
Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
