Pertumbuhan Ekonomi 5,03 persen, Bagus atau Jelek?

Jadi ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,03 persen itu tanda bagus atau malah ada sinyal perlambatan? baca penjelasannya di sini ya.

Pertumbuhan Ekonomi 5,03 persen, Bagus atau Jelek?

Mikir Duit – Badan Pusat Statistik baru saja mengumumkan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen pada kuartal I/2023 dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Jadi, apakah artinya ekonomi Indonesia baik-baik saja?

Sebelumnya, ingat, pertumbuhan 5,03 persen itu adalah perbandingan antara nominal produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I/2023 dibandingkan dengan kuartal I/2022. Jadi, apakah secara year on year hasilnya bagus?

data pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan terlihat semuanya kompak naik. Namun, ada beberapa post menunjukkan perlambatan seperti pembentukan modal tetap bruto (investasi pabrik dan ekspansi bisnis domemstik dan asing di Indonesia), serta ekspor yang juga melambat dibandingkan dengan kuartal I/2022.Untungnya, impor barang dan jasa Indonesia juga lebih rendah. 

Sebenarnya cenderug stagnan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2022 dibandingkan dengan kuartal I/2021 adalah 5,02 persen.

Apalagi, kita bisa melihat beberapa poin pembentuk pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti pembentukkan modal bruto alias investasi perusahaan domestik maupun asing dan ekspor mengalami penurunan. Memang, dari segi pertumbuhan konsusmi rumah tangga masih bertumbuh, tapi jika penguasa enggan ekspansi yang terlihat dari pembentukkan modal bruto yang melambat, bukan tidak mungkin di kuartal III/2023 mulai menjadi perlambatan.

Kenapa tidak di kuartal II/2023? karena di periode itu ada momen lebaran yang bakal nge-boost daya beli masyarakat.

Ditambah, basis pertumbuhan ekonomi secara tahunan di kuartal kedua hingga keempat tahun lalu sudah cukup tinggi. Artinya, ada potensi ruang perlambatan ekonomi selanjutnya secara persentase pertumbuhan.

BACA JUGA: Kacauanya Ekonomi Indonesia Era Soekarno Awal

Kenapa Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2023 Secara Kuartalan Negatif? Tanda Resesi Ekonomi?

Nah, banyak media membuat narasi perekonomian Indonesia melambat padahal tumbuh 5,03 persen. Kok bisa? jawabannya adalah sudut pandang data yang dilihat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartalan alias kuartal I/2023 dibandingkan dengan kuartal IV/2022 mengalami penurunan sebesar 0,92 persen. Sebenarnya, angka penurunan itu hampir sama dengan tahun lalu yang sebesar 0,94 persen. Bahkan, tren secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama cenderung negatif, termasuk sebelum periode pandemi Covid-19.

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2023 secara kuartalan
Secara kuartalan (kuartal I/2023 dibandingkan dengan kuartal IV/2022), tren pertumbuhan memang cenderung turun, terutama pengeluaran pemerintah yang turun drastis 45 persen. Namun, sejauh ini masih dalam batas wajar siklus kuartal pertama. Jadi, belum ada tanda-tanda bahaya untuk ekonomi Indonesia

Hal itu bisa dipicu ekonomi lebih menggeliat bertumbuh karena perusahaan mengejar target keuntungan hingga aksi liburan akhir tahun yang membuat roda perputaran ekonomi lebih kencang. Berbeda dengan kondisi di kuartal pertama, di mana banyak perusahaan baru mulai meraba-raba rencana yang sudah dibuat untuk diimplementasikan.

Akhirnya, rodal ekonomi berjalan lebih lambat dan cenderung kontraksi. Kalau begitu bagaimana peluang Indonesia mengalami resesi ekonomi? apa kesimpulan dari data ekonomi tadi?

Mana yang Lebih Digunakan, Pertumbuhan Tahunan atau Kuartalan?

Keduanya sama-sama perlu dilihat karena memberikan sudut pandang data yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi secara tahunan akan menggambarkan pendapatan yang didapatkan di kuartal pertama saat ini dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Kelebihannya, data ini akan memperlihatkan seberapa besar pertumbuhan ekonomi periode tahun ini dibandingkan yang sama di tahun lalu. Sehingga kita bisa melihat data sesuai siklus secara kuartalan.

Namun, bukan berada data kuartalan tidak penting. Data kuartalan itu adalah pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dengan data kuartalan kita bisa melihat perubahan siklus ekonomi dari kuartal keempat yang biasanya tumbuh kencang dibandingkan dengan kuartal pertama yang lambat.

Jika ada pergerakan anomali melebihi kebiasaannya, baik naik atau turun, berarti kita harus cari penyebab untuk mengetahui prosesnya lebih jelas lagi.

Kesimpulan

Intinya, ekonomi Indonesia tidak jelek maupun bagus. Hanya saja yang perlu dikhawatirkan adalah efek jika pertumbuhan ekspor makin turun, ditambah pembentuk modal bruto seperti investasi mesin dan sebagainya juga terus turun. Jika begitu, artinya akan ada risiko PHK yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Apalagi, ekonomi Indonesia mayoritas dibentuk oleh konsumsi rumah tangga.

Dengan tingkat ketidakpastian ekonomi yang sangat tinggi, disarankan untuk terus menyiapkan dana cadangan atau darurat untuk menghadapi risiko ekonomi yang tidak terduga ya.

Jika memiliki investasi, untuk saat ini lebih baik diversifikasi dengan aset rendah risiko. Alasannya, suku bunga tinggi dan ekonomi global sangat tidak pasti dengan kondisi ekonomi AS dalam inflasi tinggi, suku bunga tinggi, risiko kredit perbankan, hingga masalah pengajuan kenaikan plafon utang pemerintah AS. pelik kan?