Booming Saham Kapal Berlanjut, Berikut Jenis Saham Kapal yang Lagi Bullish

Saham kapal terus melaju setelah mulai naik sejak akhir Desember 2025. Lalu, jenis saham kapal apa yang lagi bullish? kamu siapkan ulasannya di sini

saham kapal

Mikirduit – Tema saham kapal mencuat di akhir 2025 dan berlanjut di awal 2025. Dari 31 saham kapal campuran (antara tongkang, peti kemas, hingga penunjang migas), kami mengecek kenaikan 5 saham tertinggi untuk mengecek faktor pendorong kenaikan saham-saham tersebut.

Highlight
  • Kenaikan saham kapal di akhir 2025 hingga awal 2026 bersifat luas dan lintas subsektor (LNG, tanker, tongkang, hingga hulu migas), sehingga lebih mencerminkan momentum trading jangka pendek dibandingkan fundamental jangka panjang.
  • Saham kapal LNG dan tanker seperti GTSI dan SOCI terdorong narasi peningkatan permintaan LNG Eropa, sementara saham tongkang seperti MBSS mendapat dukungan kinerja keuangan solid dan korelasi dengan kenaikan harga nikel.
  • Kenaikan saham kapal hulu migas seperti LEAD dan BBRM tidak sepenuhnya ditopang perbaikan laba berkelanjutan, sehingga penguatan harga cenderung bersifat sentimen dan berisiko koreksi.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Sebelumnya, di Mikirsaham Pro, kami sempat membahas terkait potensi kenaikan permintaan LNG yang meningkat dari Eropa. Penyebabnya, Eropa tengah memutus gas dari Rusia dan mencari alternatif dengan membeli LNG dari Qatar. Alhasil, ada beberapa saham kapal LNG yang sudah bergerak naik sejak akhir 2025 seperti, GTSI, HUMI, SOCI (yang baru mulai ekspansi ke sana).

Namun, ada pola yang berbeda dengan cerita saham kapal di akhir tahun, kenaikan saham kapal cenderung beragam. Untuk itu, kami mencoba deteksi dari 5 saham kapal yang mencatatkan kenaikan dalam sebulan terakhir.

Mikirduit – Tema saham kapal mencuat di akhir 2025 dan berlanjut di awal 2025. Dari 31 saham kapal campuran (antara tongkang, peti kemas, hingga penunjang migas), kami mengecek kenaikan 5 saham tertinggi untuk mengecek faktor pendorong kenaikan saham-saham tersebut.

Sebelumnya, di Mikirsaham Pro, kami sempat membahas terkait potensi kenaikan permintaan LNG yang meningkat dari Eropa. Penyebabnya, Eropa tengah memutus gas dari Rusia dan mencari alternatif dengan membeli LNG dari Qatar. Alhasil, ada beberapa saham kapal LNG yang sudah bergerak naik sejak akhir 2025 seperti, GTSI, HUMI, SOCI (yang baru mulai ekspansi ke sana).

Namun, ada pola yang berbeda dengan cerita saham kapal di akhir tahun, kenaikan saham kapal cenderung beragam. Untuk itu, kami mencoba deteksi dari 5 saham kapal yang mencatatkan kenaikan dalam sebulan terakhir.

Saham GTSI

Saham GTSI adalah anak usaha dari saham HUMI, yang tergabung dalam Grup HITS yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto. Sepanjang sebulan terakhir, GTSI mencatatkan kenaikan harga sebesar 130 persen.

GTSI memiliki 2 jenis kapal dan 4 armada, yakni 3vkapal LNG dan 1 FSRU. Adapun, 3 kapal LNG terdiri dari:

1. Danaputri 1 dengan kapasitas 145.000 meter persegi

2. Ekaputra 1 dengan kapasitas 136.000 meter persegi

3. Triputra dengan kapasitas 22.500 meter persegi

Sementara itu, FSRU Jawa Satu GTSI memiliki kapasitas 170.150 meter persegi.

Perbedaan antara kapal LNG dengan FSRU adalah kapal LNG bertugas mengangkut LNG, sedangkan FSRU sebagai terminal tempat pembekuan gas hingga bisa kembali dijadikan gas dan dikirimkan melalui gas pipa. 

Untuk potensi ke depannya, GTSI baru saja mengakuisisi kapal LNG Danaputri 1 (yang sudah kami masukkan jadi armada perseroan) per Oktober 2025. Lalu, GTSI juga dapat klien PLN pada akhir November 2025. Sehingga ada potensi tambahan pendapatan di kuartal I/2026 yang bisa mendorong pertumbuhan.

Selain itu, GTSI juga berencana melakukan kerja sama dengan investor asal China untuk proyek baru. Skemanya, GTSI menjajaki pembiayaan dari investor China untuk  biaya konversi FSRU dengan nilai sekitar 100 juta - 120 juta dolar AS.

Harapannya, dari aksi ini, perseroan bisa mengoptimalkan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.

Refleksi 2025, Begini Kinerja Saham Mikirduit dan Founder-nya
Jelang 2026, kami rilis kinerja portofolio dari kinerja mikirsaham dan founder mikirduit di sini. Kira-kira ada yang samaan nggak nih sahamnya?

Di sisi lain, meski GTSI baru akuisisi Danaputri 1, tapi perseroan akan memensiunkan kapal Ekaputra 1 yang usianya sudah 40 tahun.

Dari sisi kinerja keuangan GTSI per kuartal III/2025, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 23 persen menjadi 4,65 juta dolar AS. Penurunan laba bersih itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

Pertama, beban pokok pendapatan perseroan cukup tinggi yang membuat laba kotor hanya naik 6,94 persen menjadi 9,42 juta dolar AS, meski pendapatan naik 13 persen menjadi 26,87 juta dolar AS. 

Kedua, biaya operasional naik dipengaruhi oleh kerugian selisih kurs yang meningkat menjadi 1,05 juta dolar AS dibandingkan dengan 513.416 dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya. Alhasil, laba usaha juga turun 27 persen menjadi 4,79 juta dolar AS.

Ketiga, ada kenaikan biaya keuangan sebesar 23 persen menjadi 1,5 juta dolar AS. Namun, kenaikan beban keuangan ini tidak berefek signifikan ke penurunan laba bersih karena diiringi kenaikan pendapatan keuangan maupun bagian laba bersih dari entitas asosiasi. Sehingga penurunan laba bersih bisa lebih rendah dari laba usaha.

Adapun, dua klien besar dari GTSI dari BUMN yang mencapai 98 persen dari total pendapatan. Dua BUMN yang menjadi klien GTSI antara lain, PLN melalui PT PLN Energi Primer Indonesia dan PT Pertamina Internasional Shipping.

Saham LEAD

Saham LEAD adalah saham kapal yang fokus di bisnis hulu migas. Saham LEAD menjadi saham kapal dengan kenaikan terbesar keempat sebesar 146 persen.

Saat ini, LEAD memiliki 27 armada kapal yang terdiri dari:

  • 8 Unit kapal Anchor Handling Tug/S atau platform Supply vessel
  • 3 unit Anchor Handling Tug
  • 11 unit kapal tunda
  • 2 unit kapal accommodation work barge
  • 2 unit kapal crew boat

LEAD memiliki bisnis yang berbeda dengan GTSI. LEAD fokus menunjang aktivitas hulu migas seperti, pemindahan dan penanganan anjung minyak, towing, transportasi Supply dan kru, hingga penyewaan kapal kerja dan vessel.

Di sisi lain, LEAD baru saja menjual dua kapal pada akhir tahun lalu dengan total nilai penjualan sekitar 8 juta dolar AS. Angka ini bisa masuk ke kinerja laba-rugi perseroan di kuartal IV/2025.

Aksi penjualan kapal di kuartal keempat itu bisa membuat laba bersih LEAD berbalik dari turun menjadi mencatatkan kenaikan cukup signifikan hingga mencapai 2 juta - 3 juta dolar AS. Terakhir, di kuartal III/2025, LEAD mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 49,77 persen menjadi 871.140 dolar AS. Penurunan laba bersih selaras dengan penurunan kinerja pendapatan perseroan.

Dalam jangka pendek ke depannya, LEAD berpotensi melakukan aksi jual kapal yang berusia 20 tahun dan memberikan kontribusi rendah terhadap pendapatan. Tujuan penjualan kapal untuk menurunkan beban utang perseroan.

LEAD memang memiliki tingkat debt to Equity atio sekitar 1,18 kali. Dengan tingkat interest coverage ratio sebesar 1,11 kali. Artinya dengan DER yang tinggi di atas 1 kali, serta interest coverage rasio yang cukup ketat mendekati 1 kali.

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini

Saham MBSS

Saham MBSS menjadi saham kapal dengan kenaikan terbesar ketiga, yakni sebesar 152 persen. Dulu, MBSS berada di grup INDY sebelum akhirnya dilepas pada 2021 kepada PT Galley Adhika Arnawan, bagian dari Daidan Grup.

Harga saham MBSS sempat meroket karena beberapa rumor rencana akuisisi oleh Grup Salim hingga Prajogo Pangestu. Tapi, rumor itu baru sekadar rumor yang tidak jelas.

Berbeda juga dengan GTSI dan LEAD, saham MBSS merupakan saham kapal tongkang pengirim batu bara dan nikel. Sejauh ini, MBSS memiliki 43 tongkang dan 28 tugboat.

Hingga kuartal III/2025, MBSS mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 55 persen menjadi Rp307 miliar. Penopang pertumbuhan laba bersih MBSS antara lain:

Pertama, kenaikan pendapatan sebesar 9,61 persen menjadi Rp663 miliar.

Kedua, beban pokok pendapatan yang lebih efisien membuat laba kotor bisa naik 22,33 persen menjadi Rp219 miliar.

Ketiga, biaya operasional juga cenderung turun yang membuat laba usaha naik 33,74 persen menjadi Rp160 miliar.

Keempat, Adanya penjualan set tetap senilai Rp64 miliar dibandingkan dengan Rp37 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Ke depannya, sentimen MBSS bisa terkait okupansi unit kapal baru. Pasalnya, perseroan baru saja membeli beberapa kapal baru, seperti Kapal Motor vessel berukuran 32.210 GT pada November 2025 senilai Rp272 miliar.

Salah satu narasi lainnya, MBSS dikaitkan dengan tambang bauksit. Namun, sebenarnya yang memiliki tambang bauksit adalah induk usahanya, yakni Daidan Grup.

Saham SOCI

SOCI menjadi saham kapal kedua yang mencatatkan kenaikan tertinggi kedua sebesar 154 persen dalam sebulan terakhir. 

SOCI memiliki tipe armada kapal tanker. Bisnis SOCI lebih mirip ke bisnis mayoritas induk usaha GTSI, yakni HUMI. Dari website resminya, SOCI memiliki sekitar 31 kapal tanker (termasuk kapal tanker LNG yang sudah diakuisisi sejak awal tahun).

Lalu, sepanjang akhir 2025, SOCI juga mendirikan 3 anak usaha baru, yakni:

  • Eternity Ocean Maritime (EOM) terkait bisnis pelayaran
  • Soechi Eternity Maritime - FZCO di Dubai terkait bisnis pelayaran
  • Great Ocean Marine Ltd terkait bisnis pelayaran
  • Great Sea Internasional Ltd. terkait bisnis pelayaran

Sebelumnya, SOCI juga sempat akuisisi kapal tanker LNG dengan kapasitas 1,65 juta DWT.

Kami sempat ekspektasi pendirian anak usaha di UEA Dubai seiring dengan kenaikan permintaan kapal LNG dari Eropa yang mengambil Supply LNG dari Timur Tengah. Namun, tidak ada data pendukung rencana ekspansi perseroan pada 2026.

Sementara itu, SOCI mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 0,73 persen menjadi 12,07 juta dolar AS. Tekanan laba bersih SOCI didorong oleh penurunan pendapatan sebesar 2,01 persen menjadi 118 juta dolar AS.

Namun, dari segi biaya operasional maupun pokok pendapatan justru lebih efisien sehingga laba kotor dan laba usaha SOCI malah naik masing-masing 2,81 persen dan 1,71 persen.

Saham BBRM

Saham BBRM menjadi saham kapal dengan kenaikan terbesar, yakni 182 persen. Saham BBRM memiliki karakter yang mirip dengan LEAD, yakni bisnis kapal penunjang hulu migas.

Meski begitu, BBRM juga punya lini bisnis self propelled barge (tongkang) untuk distribusi batu bara dan nikel. Sejauh ini, kontribusi bisnis kapal tongkang BBRM masih lebih kecil dari kapal penunjang lepas pantai.

Secara umum, BBRM memiliki 3 unit kapal AHTS dan AHT  untuk penunjang hulu migas, serta 2 kapal tongkang.

Namun, cukup sedikit informasi tentang rencana BBRM di 2026. 

Sampai kuartal III/2025, kinerja saham BBRM mencatatkan penurunan laba bersih 28 persen menjadi 4,18 juta dolar AS. Penurunan laba bersih disebabkan dua faktor utama:

Pertama, kenaikan biaya operasional akibat adanya penurunan pendapatan lain-lain yang sangat signifikan menjadi hanya 240.372 dolar AS dibandingkan dengan 2,57 juta dolar AS. Adapun, penurunan pencatatan pendapatan lainnya yang sangat signifikan itu akibat di kuartal III/2024 ada penghapusan utang usaha yang dianggap pendapatan senilai 2,53 juta dolar AS.

Kedua, kenaikan beban utang sebesar 253 persen menjadi 257.817 dolar AS. 

Meski begitu, pendapatan BBRM mencatatkan kenaikan sebesar 9,33 persen menjadi 10,14 juta dolar AS. Bahkan, beban pokok pendapatan yang lebih efisien membuat laba kotor BBRM naik 19,08 persen menjadi 4,78 juta dolar AS.

Pendorong pendapatan BBRM adalah adanya kenaikan peermintaan dari kapal penunjang lepas pantau dan tongkang. Adapun, untuk klien BBRM cenderung non-Pertamina.

Kesimpulan

Dari catatan kami yang menggabungkan antara kapal tongkang, hulu migas, LNG dan tanker, peti kemas, 27 dari 31 saham kapal telah mencatatkan kenaikan harga saham dalam sebulan terakhir. Bahkan, per 2 Januari 2026 (dalam harian), hanya 1 saham kapal yang koreksi, yakni TCPI sebesar 4,4 persen, yang lainnya kompak naik.

Awalnya, kami menilai saham kapal yang naik itu jenis kapal tanker. Tapi, saat ini semua kapal naik. Sehingga, kami menilai kenaikannya hanya sementara. Sehingga kondisinya saat ini masih untuk trading.

Namun, kenaikan harga saham kapal tongkang ada potensi korelasi kuat dengan kenaikan harga nikel yang tembus 16.000 dolar AS per ton. Sementara itu, saham kapal tanker LNG ada kenaikan karena permintaan yang tinggi akibat Eropa mulai cari pasokan gas selain dari Rusia.

Tapi, kenapa sampai saham hulu migas seperti WINS ikut naik. Artinya kenaikan harga saham kapal saat ini cenderung jangka pendek.

Kami sedang membuat rilis sektoral saham kapal (seperti edisi saham bank dan batu bara sebelumnya) di Mikirsaham. Tunggu kabar dari kami ya.

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini