Alasan Saham dengan Rasio Dividen Jumbo Memiliki Peluang Kenaikan Harga Lebih Rendah

Penasaran nggak kenapa harga saham yang punya siklus dividen rasio jumbo (payout ratio di atas 80 persen per tahun) itu harga sahamnya cenderung lambat atau tren turun dalam 5 tahun terakhir? simak ulasan lengkapnya di ini

saham dividen

Mikirduit – Saham yang membagikan dividen jumbo hingga seluruh laba bersih mungkin terlihat menggiurkan. Apalagi, jika dikombinasikan dengan tingkat dividend yield yang menarik. Namun, ada fakta menarik dari riset kami, yakni saham-saham yang memiliki tingkat dividend payout ratio di atas 100 persen ada potensi valuasinya cenderung mentok atau ruang kenaikan harga cenderung terbatas.

Key Takeaways
  • Saham dengan dividend payout ratio di atas 80–100 persen secara konsisten cenderung memiliki ruang kenaikan harga terbatas karena penurunan book value per share yang menghambat unlock value.
  • Perusahaan yang baru menaikkan payout ratio dalam 1–2 tahun terakhir justru menunjukkan tren harga saham dan book value yang lebih positif dibandingkan yang konsisten membagikan dividen jumbo.
  • Saham dividen jumbo tetap menarik jika dibeli di timing yang tepat saat undervalued, namun berisiko mengalami penurunan berkepanjangan jika kinerja keuangan terus melemah.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.

Kami melakukan riset 30 saham yang punya tingkat dividend payout ratio di atas 80 persen. Dari sini, ada beberapa kondisi sebuah saham membagikan dividen payout ratio yang cukup tinggi:

Pertama, saham ini memang cukup konsisten bagi dividen dengan payout ratio di atas 100 persen karena faktor perusahaannya yang sudah matang. Bisnisnya terus bertumbuh dengan kapasitas produksi yang tersedia sekarang. Sehingga tidak ada kebutuhan signifikan untuk ekspansi. Jika ada ekspansi pun bisa dilakukan dengan cash internal yang tersedia.

Kedua, saham yang baru membagikan dividen dengan rasio di atas 80 persen dalam 1-2 tahun terakhir. Sebelumnya, rasio dividen berada di bawah 80 persen.

Ketiga, saham yang mengalami aksi korporasi akuisisi merger sehingga ada anomali dividend payout ratio di atas 100 persen.

Keempat, saham yang inkonsistensi bagi dividen dengan rasio di atas 80 persen. Tapi, secara akumulasi bisa dibilang cukup sering meski tidak berturut-turut.

Kelima, saham dividen one wonder season yang terlihat membagikan dividen jumbo sekali, tapi mungkin sulit terulang di masa depan.

Hasilnya, Kami mencatat ada beberapa saham yang konsisten lebih dari 5 tahun mencatatkan dividend payout ratio di atas 80 persen, yakni HMSP, UNVR, SIDO, MPMX, dan RALS.

Dari kelima saham tersebut, ada beberapa pola efek ke kinerja harga saham per 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun.

Pertama, HMSP, UNVR, dan RALS yang mencatatkan penurunan harga saham yang signifikan dalam 3-5 tahun terakhir, tapi kembali mulai naik di setahun terakhir.

Sebenarnya, faktor ketiganya beda-beda, tapi punya satu kesamaan, yakni meski dividen payout ratio di atas 80 persen, tapi tren kinerja keuangannya cenderung turun. HMSP disebabkan oleh kenaikan cukai, UNVR disebabkan oleh kondisi internal manajemen secara global, dan RALS terkait persaingan dengan Online shop serta tekanan daya beli.

Kenaikan yang terjadi dalam setahun terakhir juga faktornya sendiri seperti UNVR baru selesai spin-off bisnis es krim sehingga kinerja 2025 terlihat cemerlang, HMSP mendapatkan angin segar cukai rokok tidak naik 2 tahun berturut-turut, sedangkan RALS belum ada faktor yang signifikan karena tekanan daya beli masyarakat masih tinggi, tapi valuasi sudah murah serta jelang pembagian dividen.

Kedua, SIDO yang mencatatkan pola tren penurunan dari 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahunnya. Sebenarnya untuk SIDO tidak ada masalah signifikan di pertumbuhan kinerja, tapi perseroan baru selesai dari booming covid-19 yang membuat ada lonjakan harga saham dalam periode 2020-2021. Sehingga jika dilihat dalam 1-5 tahun akan cenderung turun cukup signifikan.

Ketiga, MPMX yang rutin bagikan dividen sekitar 90 sampai di atas 100 persen dari laba bersih. Harga saham MPMX cenderung sideways dalam 1-3 tahun terakhir, tapi jika dilihat dalam 5 tahun terakhir malah mencatatkan kenaikan yang signifikan sebesar 83 persen.

Untuk kenaikan harga saham MPMX dalam 5 tahun terakhir bisa dibilang faktor market crash pada 2020 yang mana pemulihan MPMX cukup lambat. Sehingga jika ditarik 5 tahun dari harga Rp600-700 per saham ke siklus tinggi-nya di Rp1.000-an per saham terlihat naik signifikan.

Namun, dengan rasio dividen yang selalu tinggi, MPMX justru mencatatkan pola harga saham yang cenderung sideways di kisaran rata-rata Rp800 - Rp1.200 per saham.

Alasan Saham Dividend Payout Ratio di Atas 80 Persen, Pergerakan Harga Sahamnya Lebih Lambat

Jika mengambil studi kasus saham yang membagikan dividen di atas 100 persen secara konsisten, ada beberapa kesamaan, yakni book value per share (nilai buku per saham) mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir.

Penyebab book value per share cenderung mengalami penurunan adalah karena rasio dividen yang sangat besar hingga lebih dari 100 persen. Artinya, dividen tidak hanya diambil dari saldo laba pada tahun periode tersebut, tapi juga dari akumulasi saldo laba sebelumnya yang dalam bentuk cash saat itu.

Selain itu, book value per share bisa mengalami penurunan karena disebabkan kerugian yang terjadi. Sehingga menggerus akumulasi saldo laba ditahan dari ekuitas.

Efek dari book value per share mengalami penurunan adalah harga saham akan sulit unlock value. Pasalnya, dengan menggunakan asumsi historical maupun sektoral, faktor yang dikali, yakni book value per share rendah, sedangkan asumsi wajar biasanya cenderung berubah lebih lambat tergantung momentum.

Kami membandingkan pergerakan harga saham dan book value per saham 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dari saham yang membagikan dividen rutin di atas 80 persen lebih dari 4-5 tahun secara berturut-turut (UNVR, HMSP, SIDO, MPMX, dan RALS) dengan saham yang baru membagikan dividen jumbo dalam 1-2 tahun terakhir seperti ANTM, PGAS, dan TAPG.

Hasilnya, saham yang konsisten bagi dividen dengan payout ratio di atas 80 persen dalam 4-5 tahun terakhir secara berturut-turut mengalami penurunan book value per saham, sedangkan untuk saham yang baru bagikan dividen dengan payout ratio di atas 80 persen dalam 1-2 tahun terakhir cenderung mencatatkan book value per share yang signifikan. Hal itu juga yang menjadi alasan mereka menaikkan tingkat payout ratio-nya.

Efeknya, pergerakan harga saham ANTM, PGAS, dan TAPG dalam 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun selalu naik dibandingkan dengan saham yang membagikan dividen dengan rasio jumbo secara konsisten.

4 Hal yang Wajib Diperhatikan Jika Nyangkut di Saham Terlalu Dalam
IHSG lagi terjun payung sejak awal tahun, imbasnya banyak saham nyangkut dalam. Apakah bijak kalau kita mau average down atau lebih baik cut loss saja?

Apakah Berarti Saham dengan Rasio Dividen Jumbo Tidak Menarik?

Jawabannya masih bisa menarik, tapi syaratnya harus masuk di timing yang pas saat harga saham secara anomali tertekan signifikan, sedangkan kinerja masih bertumbuh atau ada momentum jangka pendek. Tingkat keuntungan yang didapatkan juga bisa lumayan besar dengan yield dividen menarik.

Misalnya, ketika UNVR turun cukup dalam di awal 2025 (Maret 2025) karena faktor eksternal terkait tarif dagang US, harga saham UNVR secara anomali dibanting ke Rp1.000-an per saham. Dengan begitu, kala itu PE UNVR turun hingga di bawah 10 kali. Padahal, kita tahu ada momentum UNVR mau jual bisnis es krim dan ada potensi konsolidasi kinerja serta dividend spesial.

Jika kita beli saat rentang di Rp1.000 sampai Rp1.300 (karena kenaikan pasca turun cukup dalam cukup cepat), keuntungannya tetap optimal.

Begitu juga dengan HMSP, RALS, SIDO yang jika mengalami penurunan level tertentu bisa jadi menarik dan memberikan ruang capital gain sekaligus dividen yang menarik.

Selain itu, ada juga yang seperti MPMX, yang memiliki siklus pergerakan harga saham cenderung sideways panjang di Rp800 - Rp1200 per saham. Artinya, jika mau mengambil fluktuasi jelang dividen, kita pantau dalam setahun kapan harga saham MPMX bisa mendekati ke Rp800-900an per saham.

Jika kamu dapat kesempatan membeli di area Rp800-an per saham, strategi di saham MPMX bisa cukup hold dan ambil dividennya. Dengan begitu, risiko mengalami kerugian saat ex-date lebih rendah dan bisa mendapatkan dividen secara full dengan yield optimal. Cek saham dividen pilihan Mikirduit di ini

Risiko Terbesar Investasi Saham dengan Rasio Dividen Jumbo

Meski terlihat rendah risiko, investasi di saham dengan rasio dividen jumbo secara konsisten juga memiliki risiko cukup besar dan berkepanjangan. Risikonya akan terasa seperti diiris-iris secara bertahap.

Risiko dari investasi di saham dengan rasio dividen jumbo adalah jika kinerja keuangan mengalami penurunan. Dengan kondisi ekuitas yang cenderung turun membuat valuasi wajarnya akan berpotensi dianggap bisa lebih rendah dari saat ini. Pasalnya, dalam periode yang lama tren book value per share terus mengalami penurunan.

Artinya, jika masuk momentum naik dan berani masuk saat diasumsikan murah bisa mendapatkan peluang keuntungan capital gain dan dividen secara bersamaan. Bahkan, ketika harga saham mengalami penurunan pasca ex-date dividen, holder berpotensi tidak mengalami floating loss.

Namun, ketika kinerja mengalami penurunan, ada potensi harga saham akan turun terus sampai ada pemulihan kinerja, biasanya memakan waktu lama karena volatilitasnya juga cukup rendah. Saat pemulihan kinerja pun belum tentu langsung pulih sepenuhnya seperti sebelum penurunan. Akan tergantung seberapa besar pertumbuhannya dan kondisi ekonomi secara umum.

Sementara itu, saham yang baru bagi dividen rasio jumbo dalam 1-2 tahun terakhir memang mencatatkan pergerakan harga saham yang menarik. Namun, bukan berarti saham tersebut menarik untuk diinvestasikan. Jika rasio dividen jumbo terus berlanjut dan book value per share-nya mulai melambat bahkan turun, ada risiko harga saham mengalami konsolidasi. Lalu, perhatikan juga momentum pendukung saham tersebut naik, apakah sudah mau usai, atau ada peluang momentum lanjutan.

Kesimpulannya, kembali ke dasar, jangan maksa kejar harga untuk masuk ke saham dividen rasio jumbo saat naik (termasuk di semua saham), lalu masuk secara bertahap saat sideways di bawah.

Mau Dapat Insight dan Idea Saham Investing hingga Trading dengan Strategi Sesuai Kebutuhanmu?

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini