Aktivitas Tambang Batu Bara Cuma 25 Persen, Bagaimana Nasib Saham PTRO dkk ?

Saham kontraktor tambang batu bara bisa seret omzet karena aktivitas yang melambat. Revisi RKAB yang lama hingga akhir Maret 2026 membuat tambang batu bara hanya beraktivitas 25 persen. Lalu, saham kontraktor apa yang paling tahan banting?

saham PTRO

Mikirduit – Saham kontraktor tambang batu bara berpotensi mencatatkan kinerja yang kurang oke di kuartal I/2026 setelah aktivitas tambang batu bara hanya 25 persen hingga 31 Maret 2026 karena revisi RKAB. Namun, ada satu saham kontraktor tambang batu bara yang terkena dampaknya cukup rendah karena sudah melakukan diversifikasi, saham itu adalah PTRO.

Keytakeaways
  • Aktivitas tambang batu bara yang hanya mencapai sekitar 25 persen hingga 31 Maret 2026 akibat revisi RKAB berpotensi menekan kinerja kontraktor tambang, namun dampaknya relatif lebih kecil bagi PTRO karena telah melakukan diversifikasi bisnis.
  • Meskipun laba bersih PTRO naik 197 persen pada 2025, peningkatan tersebut terutama berasal dari keuntungan non-operasional seperti transaksi akuisisi dengan harga diskon dan investasi, sementara laba usaha justru menurun.
  • PTRO memiliki backlog kontrak yang berpotensi menghasilkan sekitar 380,6 juta dolar AS pendapatan pada 2026 atau sekitar 42 persen dari pendapatan 2025, tetapi valuasinya masih tergolong mahal dengan PBV di atas 10 kali.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.

Saham PTRO sudah turun lebih dari 60 persen sejak level tertingginya di 15 Januari 2026 (hingga 13 Maret 2026). Tekanan eksternal terkait vonis MSCI serta transparansi bursa yang mengarah ke saham konglo yang booming dalam 2 tahun terakhir membuat adanya tekanan jual sigifikan.

Saham PTRO dikuasai oleh Prajogo Pangestu melalui PT Kreasi Jasa Persada dengan kepemilikan sebesar 45,33 persen, serta Hapsoro bersama Haji Robert dengan kepemilikan 24,45 persen. Sisanya, saham PTRO dimiliki oleh OCBC Securities Private Ltd sebesar 3,04 persen, CUAN sebesar 1,38 persen, Morgan Stanley and Co sebesar 2,82 persen, PT Sentosa bersama Mitra sebesar 2,55 persen. Sisanya sekitar 21 persen dimiliki oleh publik dengan kepemilikan di bawah 1 persen.

Adapun, saham PTRO yang dikenal sebagai kontraktor tambang batu bara sudah bertransformasi dengan menjamah beberapa bisnis lainnya seperti, kontrak EPC migas hingga kontraktor tambang emas.

Apalagi, PTRO juga giat akuisisi sepanjang 2025 hingga awal 2026 seperti:

  • Akuisisi 51 persen Grup Hafar yang memiliki bisnis EPC dan pelayaran untuk migas lepas pantai berama RAJA. Di sini, PTRO pegang mayoritas saham dengan nilai transaksi sekitar RP400 miliar
  • PTRO akuisisi HBS Group yang merupakan kontraktor tambang emas di Papua Nugini senilai 25 juta dolar AS
  • PTRO akuisisi Scanbilt Pte. Ltd yang merupakan kontraktor konstruksi dan teknik sipil di Sektor Kimia dan Energi asal Singapura. SBPL ini memiliki rekam jejak bisnis non-tambang mulai dari kawasan industri hingga petrokimia terintegrasi
  • PTRO juga mengakuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan, yakni PT Vista Maritim dan PT Nusantara Arung Samudera enilai Rp550 juta

Ekspektasinya dari aksi korporasi itu juga bisa mendorong kinerja dan diversifikasi bisnis PTRO. Dengan begitu, PTRO diperkirakan menjadi emiten kontraktor tambang yang terdampak paling minim dari penurunan aktivitas tambang batu bara di Indonesia.

Realisasi Kinerja PTRO di 2025

Dari sisi kinerja PTRO di 2025 memang menunjukkan kinerja keuangan yang terlihat cukup solid dengan kenaikan laba bersih 197 persen menjadi 28,8 juta dolar AS.

Tapi, kenaikan laba bersih itu lebih disebabkan oleh catatan keuntungan transaksi akuisisi dengan harga diskon serta pos keuntungan investasi yang muncul di di 2025.

Dari segi bisnis utama, pendapatan PTRO memang naik 28 persen menjadi 886,45 juta dolar AS. Namun, laba usaha PTRO turun 7,72 persen menjadi 11,78 juta dolar AS.

Bahkan, jika kami menghitung kinerja tanpa pos keuntungan dari aksi akuisisi dan investasi, laba sebelum pajak PTRO mengalami kerugian 1,6 juta dolar AS.

Dalam kondisi ini, tekanan kinerja PTRO di 2025 bisa tertutupi dari pos non-bisnis tersebut. Tapi, akan jadi tantangan di 2026 karena kinerja berpotensi menyusut secara teknis. Serta, jika tidak ada perbaikan kinerja yang solid dari bisnis inti (terutama setelah melakukan banyak akuisisi), bakal jadi pedang bermata dua untuk PTRO.

GRAB Raih Laba Bersih, GOTO masih Pamer Adjusted EBITDA, Begini Update Terbaru Keduanya
Duo emiten ride hailing, GoTo dan Grab sudah merilis kinerja sepanjang 2025. Kira-kira hasilnya gimana? adakah update juga soal kabar merger mereka?

Potensi Nilai Backlog Revenue PTRO di 2026

Secara total, PTRO memiliki beberapa kontrak penting yang masih berjalan. 

Beberapa diantaranya seperti: 

  • Freeport Indonesia mulai dari jasa pertambangan Grasberg Wanagon senilai 44 juta dolar AS dari awal 2017 hingga 31 Desember 2027.
  • Freeport Levee Stockpile Project Extension dengan kontrak hingga 30 Juni 2026 senilai 140,43 juta dolar AS 
  •  PT Sumberdaya Arindo untuk operasional penambangannya dengan nilai 70 juta dolar AS hingga 22 Maret 2027.
  • PT Kedap Sayaaq terkait jasa pertambangan hingga 31 Deember 2028 dengan nilai yang tidak disebutkan
  • Marobe Consolidated Goldfield Ltd. hingga 30 Juni 2028 dengan nilai kontrak yang tidak disebutkan
  • ACEPL dengan nilai kontrak 31,1 juta dolar AS hingga 31 Desember 2028
  • PT Cipta Djaya Selaras Mining dan PT Agung Pratama mineral untuk jasa operasional pertambangan hingga Juli 2026 dengan nilai yang tidak disebutkan karena masih di-review lebih lanjut
  • Kideco Agung Jaya (INDY) kontrak hingga Desember 2028 senilai 216 juta dolar AS
  • BP Berau Ltd. - SOrong Supply Base Service dengan periode kontrak hingga 31 Maret 2026 senilai 56,7 juta dolar AS
  • Kartika Selabumi Mining yang ada kontrak hingga 2027 dengan nilai yang tidak disebutkan.
  • BP Berau - Ubadari untuk pengerjaan EPC di Ubadari dengan nilai kontrak 277,67 juta dolar AS hingga 24 Juli 2026
  • INCO di blok Pomalaa kontrak 167 juta elama 24 bulan sejak 3 Juli 2024 (selesai Juli 2026)
  • Global Bara Mandiri dengan nilai kontrak 230 juta dolar AS untuk 8 tahun. Masa kontrak hingga 2032
  • Pasir Bara Prima dengan nilai kontrak 1,08 miliar dolar AS dan usia kontrak hingga cadangan tambang habis
  • BPM /NJD untuk pengerjaan tambang dengan kontrak hingga 31 Desember 2032 dengan nilai kontrak sekitar 255 juta dolar AS
  • Barasentosa Lestari dengan nilai kontrak 216 juta hingga 31 Desember 2029
  • Wira Insani dengan periode kontrak hingga 31 Maret 2028, tapi nilai kontrak tidak disebutkan
  • Saipem Indonesia dengan nilai kontrak 1,9 juta dolar AS hingga 31 Januari 2028 dengan opsi perpanjangan 6 bulan
  • RDMC dengan nilai kontrak 17,5 juta dolar AS hingga 17 Juli 2026
  • Morobe Consolidated Goldfields dengan kontrak berlaku hingga 30 Juni 2028
  • Lihir Hold Limited dengan nilai kontrak dirahasiakan dan periode kontrak hingga life of mine
  • Simberi Gold Company dengan nilai kontrak dirahasiakan dan periode kontrak hingga 30 Juni 2026.

Nah, dari sisa kontrak berjalan dengan dihitung pro-rata setiap tahunnya. PTRO berpotensi mencatatatkan pendapatan sekitar 380,6 juta dolar AS dari backlog existing. Angka ini tidak memasukkan beberapa kontrak yang berjalan tanpa detail nilai kontrak.

Nilai 380,6 juta dolar AS ini sudah setara dengan 42 persen dari pendapatan 2025 yang senilai 886 juta dolar AS.

Dari segi valuasi, saham PTRO masih sulit dinilai karena walaupun harga saham sudah turun 60 persen dari level tertingginya, tapi tingkat valuasinya masih cukup tinggi. Dari segi PBV masih tembus 10 kali. Karakter saham Prajogo Pangestu memang cukup sulit untuk menggunakan asumsi valuasi wajar relatif dan lebih condong untuk trading.

Lalu, Bagaimana Strateginya? Kami Sudah Siapkan Sekaligus Analisis Saham DEWA, RMKE, MAHA, dan DOID di Mikirsaham

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini