SMRA dan BSDE Capai Target Marketing Sales, Begini Perbandingannya dengan PWON dan CTRA
Beberapa emiten properti residensial sudah merilis marketing sales sepanjang 2025. Kira-kira siapa yang paling mentereng? masih menarik dilirik saham-nya?
Mikirduit - Sejumlah emiten properti residensial sudah merilis kinerja marketing sales tahun lalu. Kira-kira siapa paling mentereng dan masih menarik kah melirik saham-nya?
Highlight
- Empat emiten properti residensial yaitu BSDE, SMRA, PWON, dan CTRA, kompak merilis kinerja marketing sales 2025.
- Marketing sales itu salah satu indikator paling awal untuk menilai kesehatan permintaan, kualitas penjualan, dan potensi kinerja keuangan emiten properti ke depan.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Rekap Marketing Sales Properti 2025
Ada empat emiten properti residensial yang telah merilis kinerja marketing sales sepanjang 2025. Mereka adalah Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), Pakuwon Jati (PWON), dan Summarecon Agung (SMRA).
Indikator marketing sales ini penting untuk diperhatikan karena menjadi acuan awal dalam menilai potensi profitabilitas ke depan, seiring dengan gambaran permintaan pasar dan kualitas penjualan properti.
Semakin tinggi realisasi marketing sales, terutama jika melampaui target tahunan, semakin besar peluang penjualan tersebut terefleksi secara nyata dalam pendapatan dan laba pada laporan keuangan ke depan.
Berikut perbandingan realisasi marketing sales dari empat emiten tersebut:
Saham SMRA
SMRA berada di posisi teratas dengan capaian marketing sales tertinggi. Sepanjang 2025, perseroan membukukan realisasi marketing sales sebesar Rp5,52 triliun, atau meningkat sekitar 11 persen dibandingkan target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun.
Dari sisi komposisi produk, segmen rumah tapak menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 74 persen dari total marketing sales sepanjang tahun. Selanjutnya, segmen ruko menyumbang sekitar 17 persen, diikuti penjualan kavling tanah sebesar 7 persen.
Adapun segmen apartemen berkontribusi sekitar 2 persen, sementara segmen perkantoran dan komersial hanya memberikan porsi yang sangat terbatas, sekitar 0,1 persen terhadap total marketing sales.
Berdasarkan lokasi pengembangan, kawasan Summarecon Serpong masih menjadi kontributor terbesar. Sepanjang 2025, kawasan ini membukukan marketing sales sebesar Rp2,48 triliun, tumbuh sekitar 45 persen secara tahunan.

Saham BSDE
BSDE berada di urutan kedua dengan realisasi marketing sales sebesar Rp10,04 triliun pada 2025, sedikit melampaui target tahunan yang dipatok Rp10 triliun.
Secara tahunan, capaian ini tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp9,72 triliun.
Dari sisi komposisi, segmen residensial tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp4,19 triliun atau sekitar 42 persen dari total pra penjualan.
Sementara itu, segmen komersial yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen menyumbang Rp3,73 triliun atau setara 37 persen dari total marketing sales. Penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga memberikan kontribusi berarti sebesar Rp2,13 triliun atau sekitar 21 persen.
Secara geografis, proyek-proyek di kawasan BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69 persen dari total marketing sales 2025.
Kinerja tersebut didukung oleh sejumlah proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, hingga klaster terbaru Vireya yang diluncurkan di BSD City.
Di luar BSD, kontribusi dari kawasan Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur turut memperkuat kinerja, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan perseroan.
Saham CTRA
Berikutnya CTRA dengan realisasi marketing sales pada 2025 mencapai Rp9,5 triliun, masih belum mencapai target yang seharusnya kurang 5 persen lagi bisa mencapai Rp10 triliun.
Sementara itu, secara tahunan, nilai marketing sales itu turun 14 persen. Ini menjadi penurunan marketing sales pertama sejak tiga tahun naik terus.
Dari sisi kontribusi proyek baru, sepanjang 2025 CTRA meluncurkan sejumlah proyek yang secara total menyumbang marketing sales sebesar Rp3,8 triliun dari penjualan 2.045 unit.
Proyek-proyek baru tersebut tersebar di berbagai kawasan pengembangan utama, seperti CitraGarden, CitraLand, dan CitraCity.

Saham PWON
Terakhir ada PWON yang mencatat marketing sales paling buncit senilai Rp1,5 triliun pada 2025. Capaian itu baru setara 83 persen dari target tahunan sebanyak Rp1,8 triliun.
Namun, perlu dicatat khusus PWON kontribusi penjualan properti residensial terbilang lebih kecil dibandingkan recurring income dari penyewaan tenant di mall, hotel, dan perkantoran.
Mengacu data perusahaan sampai September 2025, segmen rumah tapak, kondominium, dan perkantor totalnya hanya mencapai 20 persen dari penjualan.

Bisnis PWON lebih banyak menyewakan tenant di mall miliknya yang tersebar di Jakarta, Surabaya, dan Jawa Tengah. Selain itu, PWON juga masih dalam progress pembangunan mall baru di Batam dan Semarang.
Sampai September lalu, data menunjukkan 46 persen penyewaan tenant masih berlaku sampai 2029 ke atas. Artinya, setengah porsi pendapatan dari recurring income harusnya masih bisa diamankan dalam jangka menengah-panjang.

Prospek Properti Residensial dan Valuasi
Melihat capaian tersebut, prospek marketing sales ke depan masih akan dipengaruhi oleh kondisi makro.
Kami menilai pemulihan daya beli masyarakat menjadi faktor yang lebih krusial dibandingkan sekadar penurunan suku bunga.
Walaupun suku bunga acuan mulai turun, transmisi ke suku bunga KPR relatif terbatas dan bergerak lebih lambat. Artinya, dampak langsung terhadap cicilan bulanan belum terlalu signifikan dalam jangka pendek.
Di sisi lain, perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah hingga 2026 berpotensi menjadi katalis positif karena menurunkan harga efektif rumah dan mempercepat keputusan pembelian, terutama di segmen menengah.
Dengan demikian, keberlanjutan marketing sales pada 2026 akan sangat bergantung pada kombinasi perbaikan pendapatan riil masyarakat, stabilisasi bunga KPR, serta efektivitas stimulus fiskal.
Menariknya, secara valuasi keempat emiten ini masih diperdagangkan di bawah rata-rata PBV lima tahun terakhir. Diskon valuasi berkisar sekitar 26 persen hingga hampir 50 persen dibandingkan rata-rata historisnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih mencerminkan kehati-hatian terhadap siklus properti.
Namun apabila marketing sales mampu terjaga atau bahkan tumbuh seiring membaiknya daya beli dan stimulus fiskal, potensi rerating valuasi tetap terbuka.
Adapun, jika dikomparasi prospek kinerja 2026 keempat saham properti ini menurut konsensus analis, BSDE berpotensi yang paling atraktif dengan tren kenaikan hingga 35 persen menjadi Rp142 per saham.
Sisanya, PWON dan CTRA masing-masing diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 5 persen senilai Rp51,62 per saham dan Rp134 per saham. Untuk SMRA diproyeksikan tumbuh positif tipis 1,49 persen menjadi Rp59,17 per saham.

Kesimpulan
Kinerja marketing sales 2025 menunjukkan ketahanan sektor properti residensial di tengah tekanan daya beli. SMRA dan BSDE relatif lebih solid karena mampu melampaui target, sementara CTRA dan PWON masih menghadapi tantangan.
Ke depan, arah sektor ini tidak hanya bergantung pada penurunan suku bunga, melainkan lebih pada pemulihan konsumsi domestik dan efektivitas stimulus pemerintah.
Dengan valuasi yang masih berada di bawah rata-rata historis, sektor properti berpotensi menarik secara selektif bagi investor yang percaya pada pemulihan siklus jangka menengah.
Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
