Adu 5 Saham Tambang Tembaga Dunia, Ada 2 Dari Indonesia

Ada 5 saham tambang tembaga yang bisa dilirik dengan komposisi 3 dari pasar saham AS dan 2 dari pasar saham Indonesia. Siapa yang paling menarik?

saham tembaga

Mikirduit – Disrupsi kendaraan listrik berpengaruh signifikan terhadap permintaan logam industri, salah satunya tembaga. Bahkan, tembaga diperkirakan berpotensi mengalami kelangkaan karena kenaikan permintaan akibat kendaraan listrik. Lalu, bagaimana dengan prospek saham tembaga di Indonesia dan US?

Highlight
  • Disrupsi kendaraan listrik mendorong lonjakan permintaan tembaga 2–3 kali lebih besar dibanding mobil konvensional, sementara pertumbuhan produksi tertinggal, sehingga memicu risiko defisit pasokan global.
  • Kenaikan harga tembaga ke atas US$13.000 per ton didorong menyusutnya stok LME, potensi defisit hingga ratusan ribu ton, serta sentimen gangguan produksi tambang.
  • Saham tambang tembaga di AS dan Indonesia berpotensi mencatat puncak pertumbuhan kinerja pada 2026, namun investor perlu mewaspadai perlambatan pasca-2027 dan menunggu konsolidasi harga sebelum masuk.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Harga tembaga mencatatkan kenaikan hingga tembus 13.000 dolar AS per ton. Kenaikan harga tembaga disebabkan pertumbuhan permintaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produksi. Dari catatan Discovery Alert, produksi tembaga hanya tumbuh 0,9 persen per tahun, dengan permintaan yang tumbuh 2,6 persen.

Kenaikan permintaan yang sangat agresif itu didorong oleh kebutuhan dalam pembuatan kendaraan listrik. Pasalnya, produksi kendaraan listrik membutuhkan tembaga 2-3 kali lebih banyak dibandingkan dengan mobil konvensional.

Dari kondisi ini, ada potensi pasokan tembaga mengalami defisit sekitar 150.000 sampai 600.000 ton. Lalu, kenapa harga tembaga baru mulai naik awal tahun ini?

ada beberapa faktor yang membuat harga tembaga naik pada awal 2026. Penyebab utamanya adalah stok tembaga di gudang LME menyusut dengan potensi defisit mencapai 308.000 ton.

Ditambah, ada aksi mogok di tambang tembaga dan emas Mantoverde milik Capstone Copper di Chili Utara. Meski, tambang itu hanya menghasilkan 29.000 - 32.000 ton tembaga. Namun, sentimen aksi mogok itu dinilai bisa memperburuk kondisi defisit pasokan tembaga.

Lalu, apa saja saham yang menjadi penambang tembaga di dunia?

Kami mencatat ada 3 saham di Amerika Serikat dan 2 saham di Indonesia yang punya korelasi dengan sentimen tembaga tersebut.

Saham FCX (Freeport McMoran)

Harga saham FCX sudah mencatatkan kenaikan sejak 26 September 2025 hingga 5 Januari 2026 sekitar 53 persen. 

Salah satu yang menjadi perhatian pasar adalah jelang rilis laporan keuangan kuartal IV/2025 FCX. Dalam laporan terakhir, analis memperkirakan laba bersih per saham FCX turun 29,03 persen menjadi 0,22 dolar AS per saham, sedangkan pendapatan turun 14,95 persen menjadi 4,86 miliar dolar AS per saham.

Sementara itu, secara akumulasi full year 2025, pendapatan FCX diperkirakan naik 0,29 persen menjadi 25,52 miliar dolar AS, sedangkan laba bersih naik 14,39 persen menjadi 2,15 miliar dolar AS.

Tingkat puncak pertumbuhan laba bersih FCX diperkirakan terjadi di 2026 dengan potensi kenaikan sebesar 44 persen menjadi 3,11 miliar dolar AS. Selanjutnya, di 2027, laba bersih FCX masih diperkirakan naik, tapi hanya 38 persen menjadi 4,3 miliar dolar AS. Kemudian, laba bersih FCX diproyeksikan turun 7,5 persen pada 2028.

Dari hitungan discounted cashflow, tingkat fair value FCX ada di 108 dolar AS per saham dari posisi harga saham per 5 Januari sekitar 54,41 dolar AS per saham.

Saham SCCO (Southern Copper Corp)

Harga saham SCCO juga sudah naik sekitar 55 persen sejak September 2025 hingga 5 Januari 2026.

Meski begitu, SCCO memiliki proyek Tia Maria yang diperkirakan akan beroperasi pada 2027. Proyek ini disebut akan memproduksi sekitar 120.000 ton katoda tembaga.

Selain itu, SCCO juga akan mengoperasikan El Pilar pada 2028. Nantinya, proyek El Pilar akan memproduksi sekitar 36.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya.

Di luar itu, SCCO juga punya proyek tambang tembaga yang siap produksi pada 2030 dan seterusnya seperti:

  • Proyek El Arco di Meksiko yang diharapkan beroperasi pada 2030. Kabarnya, tambang tembaga di sana memiliki cadangan sekitar 1,23 juta ton. 
  • Proyek Los Chancas di Peru akan beroperasi pada 2031 dan berpotensi produksi tembaga sekitar 130.000 ton per tahun
  • Proyek Michiquillay akan beroperasi pada 2032 dan memiliki produksi tembaga sekitar 225.000 ton per tahun

Dari berbagai proyek tembaga olahan maupun konsentrat tersebut, produksi tembaga SCCO diperkirakan mampu tembus 1,5 juta ton pada 2034.

Jika mengacu ke konsensus analis, laba bersih SCCO 2025 akan menjadi level terbesar, yakni mencapai 70,52 persen menjadi 2,42 miliar dolar AS. Begitu juga dengan pendapatan yang tumbuh 31,26 persen menjadi 12,98 miliar dolar AS.

Setelahnya, kinerja pendapatan dan laba bersih SCCO cenderung melambat di bawah 10 persen. Kecuali pada 2028, pendapatan SCCO diproyeksikan naik 10,71 persen menjadi 15,02 miliar dolar AS. Meski, laba bersih hanya tumbuh 4,72 persen menjadi 4,8 miliar dolar AS.

Secara discounted cashflow, posisi harga saham SCCO per 5 Januari 2026 sudah cukup overvalue. Dengan asumsi valuasi wajarnya di 96,8 dolar AS per ton.

Menakar Peluang Saham Emas RI Dilirik Van Eck GDX di Maret 2026, Siapa Paling Potensial?
Seiring dengan kenaikan harga emas dunia, harga saham perusahaan emas di RI juga ikut terbang sejak tahun lalu. Sebagian dinilai bisa masuk ke ETF populer, Van Eck Gold Miner (DGX). Kira-kira siapa paling potensial?

Saham ERO (Ero Copper)

Harga saham ERO sudah naik 123 persen menjadi 30,19 dolar AS per saham dalam periode September 2025 hingga 5 Januari 2026. ERO menjadi saham tambang tembaga dengan skala middle caps.

Salah satu rencana ekspansi ERO adalah terkait eksplorasi dan penambangan mineral di Brasil untuk produksi dan menjual produk tembaga, emas, dan perak.

Jika melihat konsensus analis, kinerja ERO di 2025 berpotensi mencatatkan turnaround dengan laba bersih sekitar 325 juta dolar AS dibandingkan dengan rugi 68 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya. Dari segi pendapatan mencatatkan kenaikan sebesar 71,63 persen menjadi 807 juta dolar AS.

Potensi puncak pertumbuhan kinerja ERO bakal terjadi di 2026 dengan potensi kenaikan laba bersih sebesar 56 persen menjadi 508 juta dolar AS, sedangkan pendapatan naik 49 persen menjadi 1,2 miliar dolar AS.

Tantangannya pada 2027 dan 2028, kinerja keuangan ERO diproyeksikan mengalami penurunan. Bahkan, laba bersih ERO pada 2028 diperkirakan turun 17 persen menjadi 386 juta dolar AS.

Secara valuasi discounted cashlfow, harga wajar ERO ada di 48,22 dolar AS dengan harga per 5 Januari 2026 sekitar 30,37 dolar AS.

Mau Mulai Investasi di Pasar Saham AS Sekarang Juga?

Ada beberapa platform dari Indonesia yang bisa membuatmu bertransaksi di saham AS dengan mudah dan cepat. Dua platform saham AS di Indonesia antara lain:

  • XTB Indonesia, platform yang sudah mendunia terutama di Eropa, daftar jadi nasabahnya sekarang dengan klik link di sini
  • Gotrade Indonesia, platform yang juga memudahkan investasi saham AS di Indonesia. Daftar dengan klik link di sini
  • Ajaib Alpha, platform investasi saham AS yang ada di Indonesia. Daftar dengan klik di sini dan gunakan kode Ajaib SURY216 untuk dapatkan bonus dari Ajaib
💡
DISCLAIMER: Konten ini tidak memberikan ajakan jual-beli saham AS. Investasi atau trading saham AS memiliki tingkat risiko yang tinggi dan wajib diantisipasi oleh masing-masing investor.

Saham AMMN (Amman Mineral)

Harga saham AMMN cenderung berfluktuasi naik turun di area Rp6.000-an hingga Rp8.000-an per saham. Sejak 18 November 2025, harga saham AMMN sudah naik 26 persen hingga 6 Januari 2026 (sesi 1) yang tembus Rp8.000 per saham.

Saham AMMN dalam fase konsolidasi kinerja keuangan setelah mengalami kerugian karena tidak melakukan ekspor konsentrat sejak smelter tembaganya rampung. Namun, ada permasalahan maintenance smelter yang membuat AMMN mengajukan izin ekspor konsentrat tembaga lagi hingga April 2026.

AMMN memiliki cadangan tembaga tembus sekitar 2,5 miliar ton. Dengan produksi konsentrat tembaga sekitar 430.000 dry metrik ton per tahun (target 2025). Bahkan, AMMN menargetkan produksi konsentrat tembaga naik menjadi 900.000 metrik ton seiring dengan optimalisasi tambang batu hijau.

Adapun, untuk smelter AMMN diperkirakan mampu memproduksi 220.000 ton katoda tembaga.

Potensi dari AMMN adalah peluang kinerja keuangannya mengalami pembalikkan dari rugi menjadi laba pada kuartal I/2026. Faktornya, AMMN telah mendapatkan izin ekspor konsentrat hingga April 2026 serta adanya pendapatan dari katoda tembaga yang membuat kerugian bisa menjadi laba. 

Namun, tantangannya setelah April 2026, apakah AMMN hanya akan mengandalkan olahan katoda tembaga lagi sebagai pendapatan. Jika iya, ada risiko harga saham akan berfluktuasi karena adanya ketimpangan kinerja laba-rugi pada kuartal I/2026 dengan kuartal selanjutnya. Meski, secara akumulasi akan tetap turnaround.

Untuk proyeksi kinerja 2025, AMMN diproyeksikan masih mengalami kerugian sekitar 190 juta dolar AS. Lalu, pendapatan turun 54 persen menjadi 1,2 miliar dolar AS.

Namun, di 2026, AMMN diproyeksikan kembali meraup laba bersih sekitar 693 juta dolar AS dan pendapatan naik 209 persen menjadi 3,77 miliar dolar AS. Hingga di 2027, laba bersih AMMN diproyeksikan mampu tumbuh 54 persen emnjadi 1,07 miliar dolar AS, meski pendapatan hanya naik 3,9 miliar dolar AS.

Saham MDKA (Merdeka Gold Copper)

Harga saham MDKA sudah naik sekitar 30,78 persen menjadi Rp2.690 per saham dari Oktober 2025 hingga 6 Januari 2026. 

MDKA memiliki tambang tembaga di Tujuh Bukit dengan cadangan tembaga sekitar 310 juta ton dengan produksi 13.902 ton per tahun. (dari data Desember 2024).

MDKA juga lagi proses pengembangan tambang emas di gunung Pani melalui saham EMAS.

MDKA lagi berencana mengembangkan proyek tambang tembaga tujuh bukit dengan skema tambang bawah tanah. Ekspektasinya, juka tambang bawah tanah itu beroperasi, bisa memproduksi sekitar 115.000 hingga 120.000 ton tembaga per tahun. 

Adapun, kinerja MDKA di 2025 diperkirakan masih mengalami kerugian 45 juta dolar AS dengan pendapatan urun 17 persen menjadi 1,85 miliar dolar AS. Pemulihan kinerja MDKA baru terjadi pada 2026 dengan pemulihan kinerja laba bersih menjadi 103 juta dolar AS, sedangkan pendapatan tumbuh 58 persen menjadi 2,94 miliar dolar AS. Laba bersih MDKA masih lanjut agresif di 2027 dengan perkiraan naik sebesar 77 persen menajdi 183 juta dolar AS, meski pendapatan mulai melambat dengan hanya naik 14 persen menjadi 3,38 miliar dolar AS.

Jika mengacu ke asumsi discounted cashflow MDKA, harga wajarnya sekitar Rp2.898 per saham, sedangkan per 6 Januari 2026 sekitar Rp2.690 per saham.

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini

Kesimpulan

Jika mengacu ke proyeksi kinerja emiten tambang tembaga hingga 2028 (untuk saham Indonesia hingga 2027), ekspektasinya memang ada potensi kinerja bertumbuh agresif di 2026-2027 meski setelahnya cenderung melambat. Puncaknya, ada potensi terjadi di 2026.

Dengan adanya masalah defisit pasokan serta pertumbuhan permintaan lebih tinggi dibandingkan dengan produksi, sebenarnya ini sinyal positif untuk harga tembaga. Hanya saja, harga tembaga tidak bisa terbang terlalu tinggi karena bisa menurunkan permintaan. Untuk itu, jika terus meroket, potensi puncaknya mungkin hanya di 2026, sedangkan 2027 sudah mulai konsolidasi.

Lalu, perhatikan posisi masuk juga, jika harga baru naik tinggi bisa wait and see hingga ada konsolidasi sementara serta dengan memantau perkembangan harga tembaga dunia. 

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini