5 Saham yang Laba Bersih 2025 Terbang hingga Ribuan Persen, Menarik atau Berisiko?

Saham yang mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 1000-an persen memang terlihat menarik. Namun, bukan berarti saham tersebut layak untuk investasi. Berikut, kami buat analisis 5 saham dengan kinerja laba 2025 yang tumbuh hingga 1000-an persen

saham yang labanya naik ribuan persen

Mikirduit -- Ada beberapa saham mencatatkan pertumbuhan kinerja ribuan persen. Apakah berarti saham itu bagus untuk investasi?

Key Takeaways
  • Kenaikan laba bersih yang sangat tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas bisnis yang berkelanjutan karena sering dipengaruhi faktor non-recurring seperti penjualan aset, keuntungan investasi, atau efisiensi sementara.
  • Setiap saham memiliki pendorong laba yang berbeda—mulai dari pertumbuhan operasional nyata (PKPK), backlog kontrak (APEX), hingga floating profit investasi (NICK)—yang menentukan keberlanjutan kinerja ke depan.
  • Investor sebaiknya tidak langsung mengejar saham dengan lonjakan laba, tetapi menunggu fase konsolidasi dan mengevaluasi prospek fundamental agar tidak terjebak euforia jangka pendek.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.

Musim rilis laporan keuangan menjadi momentum untuk melihat update perkembangan fundamental dan bisnis emiten. Namun, kenaikan laba bersih yang tinggi belum tentu membuat saham tersebut bagus dibeli untuk investasi. Alasannya, kinerja laba yang sudah naik tinggi belum tentu terulang di tahun selanjutnya, sedangkan sifat market cenderung forward looking hingga posisi harga saham tidak best price untuk investasi.

Apalagi, ada beberapa case kenaikan laba bersih yang signifikan terjadi karena ada kenaikan nilai investasi yang belum direalisasikan, hasil jualan aset, hingga faktor yang hanya terjadi di tahun tersebut dan tidak terulang di tahun selanjutnya.

Berikut ini, kami analisis 5 saham yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih paling signifikan dari 142 saham yang sudah rilis laporan keuangan full year 2025 hingga 17 Maret 2026.

Saham PKPK

Saham PKPK mencatatkan kenaikan laba berih sebesar 485 persen menjadi Rp38,59 miliar. Lalu, apa penyebab kenaikan laba bersih tersebut?

Pertama, sekilas laba bersih PKPK selaras dengan pertumbuhan pendapatan yang naik 206 persen menjadi Rp749 miliar.

Jika dilihat secara rinci, kenaikan pendapatan PKPK didorong dari segmen penjualan batu bara yang meningkat drastis menjadi Rp732 miliar dibandingkan dengan Rp202 miliar. Namun, bisnis jasa konsultasi konstruksi hingga konstruksi turun menjadi Rp17 miliar dibandingkan dengan Rp42 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Posisi PKPK bukan sebagai penambang, tapi perpanjangan tangan anak usahanya, PT Tri Oetama Persada (TOP) yang merupakan perusahaan tambang batu bara di Kalimantan dengan kepemilikan 69 persen. Catatannya, PT Tri Oetama Persada memang lagi mencatatkan pertumbuhan produksi yang signifikan dari 200.000 ton per tahun menjadi 1 juta ton per tahun.

Sehingga jika dirinci, faktor penentunya terkait volume batu bara yang siap dijual dan harga jual acuan yang menggunakan ICI 4. Jika menggunakan asumsi penjualan batu bara sama seperti 2025 di 1,1 juta ton dengan harga ICI 4 di 51 dolar AS per ton, berarti total pendapatan dari penjualan batu bara bisa mencapai 56,29 juta dolar AS. Dengan menggunakan asumsi kurs rupiah Rp16.800, berarti total pendapatan bisa tembus Rp949 miliar.

Kedua, ada faktor kerugian dari penjualan aset tetap yang tercatat Rp14 miliar pada 2024 tidak tercatat di 2025. Hal itu membuat tingkat margin keuntungan PKPK terlihat naik dan pertumbuhan laba bersih lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan maupun laba kotor.

Ketiga, adanya pendapatan Despatch yang artinya bonus karena percepatan waktu bongkar muat dari jadwal yang disepakati. Sepanjang 2025, ada pendapatan despatch sekitar Rp2,3 miliar dibandingkan dengan Rp232 juta.

Keempat, adanya pos pendapatan sewa senilai Rp2,95 miliar dibandingkan dengan sebelumnya.

Bagaimana prospek ke depannya?

Kami menilai untuk ruang pertumbuhan PKPK seperti 2025 akan tergantung dengan produksi dari anak usaha tambang batu bara perseroan. Jika bisa meningkatkan volume serta didorong kenaikan harga batu bara lebih tinggi bisa lanjut tumbuh positif.

Catatannya, volatilitas saham PKPK sudah naik 116 persen sejak November 2025 hingga per 25 Maret 2025 sesi I. Cek pilihan saham value hingga growth investing mikirduit di sini

Saham APEX

Saham APEX mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 647 persen menjadi 4,05 juta dolar AS. Lalu, apa yang mendorong kinerja laba dan prospek ke depannya?

APEX memang mencatatkan kenaikan laba bersih yang cukup signifikan. Namun, dari segi pendapatan malah turun 0,41 persen menjadi 82,34 juta dolar AS. Lalu, apa yang mendorong laba bersihnya?

Pertama, meski pendapatan stagnan, tapi beban langsung APEX turun 9 persen menjadi 59,81 juta dolar AS. Sehingga laba kotor naik 31 persen.

Kedua, akumulasi beban usaha, beban keuangan, dan rugi selisih kurs mencatatkan penurunan sebesar 1,72 persen menjadi 18,59 juta dolar AS. Sehingga meningkatkan margin bunga bersih APEX termasuk angka pertumbuhan laba bersih.

Ketiga, ada tambahan pendapatan dari pos keuntungan penjualan aset tetap senilai 1.465 dolar AS dibandingkan dengan rugi 11.123 dolar AS pada periode sebelumnya. Serta, ada kenaikan pendapatan bunga 281 persen menjadi 344 juta dolar AS. Sehingga akumulasi beban dan pendapatan tidak langsung dari operasional menjadi kenaikan beban 0,26 persen senilai 19,99 juta dolar AS. Angka kenaikan beban itu lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan laba kotor yang sebesar 31 persen. Hal itu yang membuat laba sebelum pajak APEX juga naik 400-an persen.

Lalu, bagaimana dengan prospek kinerja APEX di 2026?

Dari laporan keuangan 2025, ada beberapa backlog revenue yang masih akan cair di 2026. Dari kami hitung, ada 4 kontrak, yakni Rig Raisis, Rig Yani, dan Rig Tasha yang digunakan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam, serta APG West Kampar. Dari sini, total backlog revenue 2026 yang dihitung pro-rata sekitar 55 juta dolar AS. Artinya, tanpa mendapatkan kontrak baru, APEX sudah mendapatkan revenue setara 65 persen pendapatan di 2025.

Namun, untuk detail prospek pertumbuhan akan tergantung seberapa banyak demand jasa pengeboran baru di 2026, sebagai salah satu kontribusi pendapatan terbesar perseroan.

4 Saham Bank yang Berpotensi Bagikan Dividen dengan Yield di Atas 7 persen
Saham bank menjadi salah satu pilihan untuk dividend investing. Selain karena probabilitas laba bersih cenderung naik kecuali ada risiko NPL, tingkat yield-nya juga rata-rata menarik bisa di atas 7 persen. Lalu, apa saja saham bank yang bakal bagikan dividen yield menarik?

Saham BUVA

Saham BUVA mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 1073 persen menajdi Rp99,19 miliar. Lalu, seberapa menarik prospek saham BUVA?

Jika dilihat kenaikan laba bersih BUVA kurang berhubungan erat dengan bisnis intinya. Hal itu bisa terlihat dari kondisi pendapatan yang naik 5,72 persen menjadi Rp375 miliar, sedangkan laba usaha turun 8,09 persen menjadi Rp61 miliar. 

Jadi, apa yang membuat laba bersih BUVA meroket?

Jawabannya adalah di kenaikan bagian laba-rugi neto pada entitas asosiasi yang naik 7 persen menjadi Rp79,41 miliar.

Entitas asosiasi yang mendorong pendapatan BUVA adalah PT Bukit Savanna Raya yang mencatatkan kenaikan laba bersih Rp149 miliar dibandingkan dengan kerugian Rp13 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Namun, laba bersih Bukit Savanna Raya itu dihasilkan dari penjualan tanah dan proyek hotel di Labuan Bajo, NTB senilai Rp799 miliar. Sehingga tambahan kinerja ini cenderung hanya tercatat di 2025 dan tidak akan berulang di 2026.

Dengan begitu, kinerja 2026 berpotensi mengalami penurunan signifikan. Momentum selanjutnya untuk BUVA bisa dilirik dari rencana right issue jumbo hingga rencana PT Bukit Savanna Raya untuk ekspansi bisnis dengan modal Rp799 miliar hasil penjualan aset tersebut. 

Saham NICK

Saham NICK mencatatkan pertumbuhan laba bersih 1.194 persen menjadi Rp108 miliar. Sekilas, pertumbuhan laba bersih NICK selaras dengan pendapatan yang naik 1610 persen menjadi Rp110 miliar. Namun, apakah artinya prospek bisnis NICK menarik?

Berbeda dengan 3 saham lainnya, bisnis NICK ini adalah perusahaan investasi seperti SRTG. Pendapatan terbesar NICK di 2025 berasal dari floating profit saham yang mencatatkan kenaikan 4300 persen menjadi Rp95,41 miliar.

Adapun, saham yang masih di-hold perseroan antara lain, FUJI sebagai pihak berelasi, serta beberapa saham pihak ketiga seperti HMSP, DLTA, POWR, TOWR, PNBN, EPMT, ADMF, DPNS< dan LMAS. Selain itu, ada juga saham luar seperti HKT Trust and HKT Ltd., PLDT Inc. ADR, dan MTR Corp Ltd. Serta saham lainnya dengan porsi di bawah Rp100 juta.

Meski begitu, dari segi pendapatan riil, NICK juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 242 persen menjadi Rp14,71 miliar. Kenaikan pendapatan riil itu berasal dari penjualan barang dagangan (melalui anak usahanya PT Energindo Nusantara) senilai Rp9,82 miliar. Ini adalah pos pendapatan riil baru NICK. Lalu, adanya kenaikan pendapatan dividen 8,35 persen menjadi Rp2,72 miliar, serta pendapatan sewa 21,65 persen menjadi Rp2,16 miliar.

Dari segi laba sebelum pajak juga mencatatkan kenaikan 174 persen menjadi Rp5,11 miliar dalam bentuk riil. Hal itu ditopang oleh segmen penjualan barang dagangan.

Bagaimana prospek NICK ke depannya? 

Pastinya akan tergantung dengan pergerakan harga saham yang mempengaruhi pendapatan yang belum direalisasikan. Biasanya, dalam emiten investasi, perhitungan floating loss dan profit akan dihitung dari awal tahun hingga akhir tahun berjalan.

Selain itu, tergantung perkembangan kinerja keuangan emiten yang di-hold. Hal ini akan mempengaruhi dari segi pendapatan dividen, khusus untuk saham dividen.

Serta, penjualan barang dagangan dari PT Energindo Nusantara. Produk barangnya adalah terkait Generator diesel, hibrida, hingga penyimpanan energi dalam bentuk baterai. 

Saham WOWS

Saham WOWS mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 2942 persen menjadi Rp14,91 miliar. Lalu, bagaimana prospek saham tersebut?

Ada beberapa faktor yang mendorong kinerja laba bersih WOWS:

Pertama, pendapatan WOWS tumbuh 25,17 persen menjadi Rp227 miliar. Total pendapatan itu seluruhnya dari sewa RIG dengan tidak ada catatan pendapatan lebih dari 10 persen.

Kedua, dengan kenaikan pendapatan itu, beban pokok pendapatan WOWS naik 24 persen. Sehingga mendorong laba kotor naik 30 persen menjadi Rp57 miliar.

Ketiga, dengan posisi kenaikan laba kotor 30 persen, beban operasional dan keuangan yang diakumulasikan hanya naik 7,44 persen. Kondisi itu yang mendorong laba usaha WOWS naik menjadi 341 persen menjadi Rp13,34 miliar.

Keempat, ada pendapatan lainnya senilai Rp1,92 miliar dibandingkan dengan kerugian Rp2,78 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan lainnya WOWS didukung adanya pemulihan atas CKPN yang tertagih senilai Rp2,72 miliar. Dengan posisi beban pajak dan denda lebih rendah sehingga menghasilkan posisi laba Rp1,92 miliar.

Sehingga dari data ini, kunci WOWS bisa menjaga pertumbuhan kinerja di 2026 cukup berat, yakni:

  • Kenaikan pendapatan tetap sekitar 20-30 persen
  • Efisiensi operasional dengan minimal pertumbuhan beban tidak lebih tinggi dari pendapatan

Ditambah, faktor nominal CKPN yang tertagih dengan nilai cukup signifikan bagi posisi laba usaha WOWS dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Poin ini yang akan membuat WOWS sulit mengulang kinerja seperti 2025.

Kesimpulan

Dari kelima saham ini, ada beberapa faktor yang membuat laba bersihnya meroket:

  • Dorongan pertumbuhan kinerja yang signifikan seperti PKPK. Kinerjanya didorong dari pertumbuhan bisnis tambang batu bara anak usahanya sehingga meningkatkan segmen penjualan batu bara.
  • Dorongan floating profit dari investasi di saham dengan bisnis sebagai perushaaan investasi seperti NICK, meski juga didorong bisnis penjualan terkait peralatan kelistrikan sehingga secara pendapatan riil terlihat tumbuh signifikan.
  • Dorongan dari hasil efisiensi dan ditambah ada faktor pendapatan lainnya dari hasil jual aset hingga pendapatan CKPN yang kembali tertagih.

Dalam kondisi ini, kami menilai jika ingin masuk sebagai saham investasi bisa menunggu harga sahamnya konsolidasi terlebih dulu pasca euforia kenaikan kinerja laba bersih jangka pendek yang biasanya dimanfaatkan para trader.

Setelah konsolidasi, kamu bisa mengecek bagaimana prospek kinerja untuk dijadikan saham investasi atau sekadar trading karena volatilitasnya cukup tinggi.

Mau Dapat Insight dan Idea Saham Investing hingga Trading dengan Strategi Sesuai Kebutuhanmu?

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini