4 Langkah Strategi Saham Saat Banjir Aksi Buyback

Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok sampai trading halt dua kali, sederet emiten mulai menggulirkan buyback untuk meredam volatilitas. Siapa saja mereka?

Saham buyback

Mikirduit - Sederet emiten dari grup Prajogo Pangestu sampai Happy Hapsoro, ramai-ramai melakukan buyback usai digoyang cukup dalam sejak IHSG terjerembab sampai trading halt dua kali akhir Januari 2026. Kira-kira gimana prospek buyback? Apakah membuat saham-nya menarik dilirik lagi? Highlight

  • Gelombang buyback kembali ramai mewarnai pasar, tetapi biasanya ini hanya jangka pendek saja, berkisar 3-6 bulan. Hanya sedikit yang buyback sampai 12 bulan.
  • Aksi beli saham sendiri paling ramai di grup Prajogo Pangestu, menambah daftar panjang menjadi 26 emiten dalam periode buyback.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.

Gelombang Buyback Ramai Lagi Setelah IHSG terjun sampai trading halt dua kali, sejumlah saham kompak melakukan aksi pembelian kembali saham untuk meredakan volatilitas dan menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap fundamental-nya. Kami mencatat sampai saat ini sudah ada 26 emiten yang ramai dalam periode buyback, dengan dua emiten diantaranya masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang akan datang. Berikut rinciannya

Dari sederet emiten yang sedang buyback itu, ada yang menjadi sorotan dari grup Prajogo Pangestu, terpantau empat emiten yang berafiliasi yaitu CUAN, TPIA, BRPT, dan BREN secara serentak mulai buyback sejak 4 Februari - 3 Mei 2026, atau selama tiga bulan. Modal yang dialokasikan berbeda-beda, TPIA dan BREN memberikan dana paling banyak sama-sama di Rp2 triliun, diikuti BRPT sebanyak Rp1 triliun, sementara CUAN Rp750 miliar. Semua dana itu bersumber dari kas internal perusahaan, sehingga tidak mengganggu operasional perusahaan.

Sementara itu untuk dua emiten yang masih menunggu restu investor untuk buyback ada BBCA dan BBNI. BBCA menggelontorkan modal lebih banyak sampai Rp5 triliun yang akan berlangsung setelah dapat persetujuan RUPS pada 11 Maret mendatang, sementara BBNI akan RUPS sebelum itu pada 9 Maret dengan alokasi dana buyback sekitar Rp2 triliun.

Perlu dicatat, ketika suatu perusahaan mengumumkan rencana buyback, bukan berarti saham akan langsung dibeli secara agresif dalam waktu singkat. Emiten memiliki periode tertentu untuk mengeksekusi buyback tersebut, sehingga pembelian bisa dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi pasar, likuiditas, serta pergerakan harga saham.

Selain itu, alokasi dana buyback yang diumumkan di awal juga belum tentu dihabiskan seluruhnya.

Dalam praktiknya, perusahaan bisa saja hanya menggunakan sebagian dana jika harga saham sudah dianggap wajar. Sebaliknya, alokasi buyback juga bisa ditambah apabila manajemen menilai valuasi saham masih menarik atau kondisi pasar masih bergejolak, selama tetap sesuai dengan ketentuan dan persetujuan pemegang saham.

Strategi di Saham Saat Periode Buyback

Langkah pertama adalah selektif. Tidak semua saham yang mengumumkan buyback otomatis menarik untuk dibeli.

Buyback hanyalah salah satu sinyal kepercayaan manajemen, bukan jaminan harga saham akan langsung bergerak naik. Investor tetap perlu memilah emiten mana yang buyback-nya relevan dengan kondisi saham saat ini.

Langkah kedua adalah cek fundamental.

Kita perlu cek lagi bagaimana fundamental perusahaan, apakah mereka masih baik-baik saja atau sedang kena badai dari kondisi ekonomi terkini. Akan lebih baik kalau kita mengikuti saham buyback yang punya fundamental solid.

Buyback yang sehat biasanya dilakukan oleh emiten dengan arus kas kuat, neraca yang solid, dan prospek bisnis yang jelas. Buyback seharusnya menjadi pelengkap dari fundamental yang baik, bukan alat untuk menutupi kinerja yang sedang melemah.

Pada akhirnya, perusahaan yang punya fundamental baik, di saat IHSG jatuh kencang seperti saat ini mereka akan pulih lebih cepat.

Langkah ketiga adalah cek teknikal harga saham.

Khusus kondisi saat ini di mana banyak harga saham berbagai emiten jatuh dalam, memang cenderung menarik untuk kita masuk lagi dan ikut momentum buyback perusahaan. Tapi jangan lupakan teknikal, supaya kita bisa masuk di momentum yang lebih optimal untuk dapat cuan.

Mengingat, risiko outflow masih membayangi terutama dari asing setelah kita dapat ultimatum dari MSCI, setidaknya sampai Mei 2026 kita masih menantikan perkembangan lebih lanjut dari perbaikan transparansi pasar modal kita.

Cara Saham BRIS Bisa Punya Modal Inti Rp70 triliun Jadi KBMI IV, Begini Probabilitasnya
Setelah menjadi bank persero, BRIS mulai melirik potensi naik kasta ke KBMI IV. Lalu, bagaimana peluangnya? simak analisisnya di sini

Mengikuti saham yang sedang buyback akan jauh lebih efektif ketika harga berada di area support atau fase konsolidasi.

Langkah keempat adalah memahami skema buyback itu sendiri.

Perhatikan buyback dilakukan di pasar reguler atau pasar negosiasi, berapa sisa dana yang masih tersedia, serta sisa waktu periode buyback. Emiten dengan sisa dana besar dan waktu yang semakin mepet cenderung memiliki insentif lebih kuat untuk mengeksekusi pembelian saham, sehingga potensi support harga lebih terasa.

Perlu digaris bawahi bahwa saham dalam periode buyback memang menarik karena ada potensi inflow langsung dari perusahaan ke sahamnya sendiri. Namun, bukan berarti saham yang sedang buyback pasti langsung layak dibeli, dan bukan berarti saham yang sudah selesai buyback otomatis menjadi tidak menarik.

Buyback hanya salah satu faktor pendukung, bukan satu-satunya alasan dalam pengambilan keputusan investasi.

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini