Saham PYFA Mau Melakukan Dua Aksi Korporasi, Begini Prospeknya

Saham PYFA mengumumkan dua aksi korporasi dalam sebulan terakhir. Lalu, bagaimana prospek saham farmasi yang masih tertatih-tatih mengalami kerugian ini?

saham PYFA

Mikirduit – PYFA mengumumkan dua aksi korporasi sekaligus dalam waktu berdekatan, yakni rencana right issue dan aksi akuisisi. Lalu, apakah ini bisa membuat prospek PYFA menarik?

Key Takeaways
  • Right issue kedua PYFA tampaknya lebih didorong kebutuhan pendanaan untuk modal kerja dan potensi akuisisi tambahan, di tengah kas yang tipis, piutang yang banyak tertahan, beban cicilan utang yang naik, serta rugi usaha yang masih berlanjut.
  • Akuisisi Asia Venture Capital Holdings bukan ekspansi ke aset baru sepenuhnya, melainkan penambahan kepemilikan dari sekitar 10 persen menjadi 35 persen yang berpotensi ikut dibiayai dari dana right issue.
  • Meski PYFA punya banyak inisiatif pertumbuhan lewat Probiotec, ekspansi fasilitas, kolaborasi teknologi, dan peluncuran produk baru, target pendapatan Rp4 triliun serta laba bersih Rp137 miliar pada 2026 tetap menandakan bahwa prospeknya bergantung pada keberhasilan eksekusi turnaround.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini..

PYFA membuat kehebohan pada 2024 setelah mengumumkan rencana right issue jumbo. Saat itu, banyak yang memperkirakan PYFA bisa menjadi next PANI. Ditambah, aksi right issue-nya juga untuk mengakuisisi Probiotec, perusahaan asal Australia. Sayangnya, pasca harga saham terdilusi signifikan karena harga pelaksanaan right issue jumbo jauh di bawah harga pasar, harga saham PYFA tertinggi hanya bisa mencapai Rp700 per saham.

Lalu, PYFA juga mengumumkan rencana right issue kedua dalam keterbukaan informasi tahap awal. Dalam right issue kedua ini, PYFA tidak menerbitkan jumlah saham baru sebesar pada right issue pertama. PYFA berencana sebanyak-banyak-nya menerbitkan 5,7 miliar lembar saham baru yang setara 50 persen dari jumlah lembar saham beredar saat ini.

PYFA menekankan kalau jumlah lembar saham 5,7 miliar lembar bisa berubah sewaktu-waktu hingga persetujuan di RUPSLB. Jadi, bisa saja jumlah lembar saham yang diterbitkan hanya sebagian.

Dalam right issue ini, PYFA juga akan menerbitkan waran dengan jumlah sebanyak 35 persen dari lembar saham pasca right issue. Sebelumnya, dalam right issue pertama, PYFA juga membagikan waran dengan harga pelaksanaan di Rp800 per saham dan deadline exercise hingga 24 April 2029.

Berhubung ini baru keterbukaan informasi awal, rencana penggunaan dana juga masih cukup general mulai dari rencana akuisisi, modal kerja, pengembangan bisnis, dan lainnya.

Jika melihat kondisi PYFA, kami menilai ada kebutuhan suntikan modal untuk modal kerja PYFA dalam kondisi kas yang seret, serta emiten farmasi ini juga baru saja mengumumkan rencana akuisisi Asia Venture Capital Holding. Besok 28 Maret 2026, Mikirduit akan bahas saham winner dan loser dari dampak perang Iran-US plus Strateginya. Join sekarang dengan klik di sini

Kami coba ulas peluang kebutuhan saham PYFA tersebut.

Pertama, kami menyoroti posisi kas dan setara kas perseroan yang hanya tersisa Rp162 miliar. Meski, ada piutang usaha pihak ketiga yang belum dibayar sekitar Rp868 miliar.

Jika dilihat strukturnya Rp201 miliar belum jatuh tempo (berpotensi cair), tapi ada sekitar Rp419 miliar yang sudah telah lebih dari 1 bulan. Sementara ada Rp247 miliar yang masih telat dalam 1-30 hari (masih wajar).

Masalahnya, dalam kondisi ini, PYFA mencatatkan kenaikan cicilan utang (utang bank dengan obligasi) sebesar 76 persen menjadi Rp198 miliar.

Dalam kondisi begitu, PYFA masih mencatatkan rugi usaha Rp150 miliar. Jika kerugian berlanjut dan kas (entah dari pembayaran piutang atau suntikan modal) tidak bertambah bisa menjadi risiko untuk PYFA.

Belum lagi tingkat book value per share PYFA juga kian susut karena terus mengalami kerugian.

Sehingga ada kebutuhan dana right issue digunakan untuk modal kerja.

Kedua, PYFA baru saja mengumumkan rencana akuisisi Asia Venture Capital Holdings Pte. Ltd senilai Rp111 miliar (6,5 juta dolar AS dengan asumsi kurs Rp16.905 per dolar AS). Lalu, apakah ini merupakan lanjutan rencana akuisisi di beberapa negara yang sempat terucap setelah transaksi dengan Probiotec rampung?

Jawabannya tidak, karena ini adalah aksi penambahan nilai investasi yang sudah dimiliki oleh PYFA sebelumnya. Jadi, PYFA sudah memiliki Asia Venture Capital Holding dengan kepemilikan sekitar 10 persen. Nah, dengan aksi ini, PYFA akan menambah kepemilikan di Asia Venture Capital Holding menjadi 35 persen dan statusnya bisa berubah menjadi entitas asosiasi.

Namun, kami tidak bisa mendeteksi portofolio dari Asia Venture Capital Holding, yang merupakan perusahaan investasi. Apalagi, selama ini dihitungnya juga sebagai perusahaan investasi bukan asosiasi sehingga tidak dihitung dari segi konsolidasi bagian laba bersih.

Dalam keterbukaan tersebut dijelaskan pembayaran akuisisi akan dilakukan dalam dua tahap. Artinya, ada potensi akuisisi ini juga akan menggunakan dana dari right issue.

5 Fakta Saham IPO WBSA yang Terhubung dengan Startup Waresix
Akhirnya ada saham IPO perdana di 2026 setelah hampir 3 bulan berjalan. Kali ini ada saham logistik terintegrasi bernama WBSA, berikut 5 fakta yang harus diketahui sebelum kamu pesan sahamnya.

Prospek PYFA

PYFA memang sempat dinilai punya prospek menarik setelah akuisisi Probiotec. Pasalnya, dengan akuisisi Probiotec, PYFA disebut bisa mendapatkan akses RnD dan teknologi farmasi dari Kenvue, Haleon, Blackmores, Pfizer, Sambucol, Bayar, GSK, Arrotex, hingga Noumed.

Perseroan juga meluncurkan beberapa bisnis dan produk baru seperti, PYFA Beauty yang fokus mengembangkan distribusi produk personal care, skin care, dan kosmetik. Lalu, beberapa produk baru dengan total 42 SKU (stock Keeping unit) atau item baru.

PYFA juga menjalin beberapa kerja sama seperti dengan Research Genetic Cancer Center (RGCC), perusahaan bioteknologi global untuk deteksi dan terapi kanker berbasis genetik. Dari kemitraan tersebut, PYFA disebut mendapatkan akses ke teknologi diagnostik canggih dan membuka peluang layanan personalized medicine.

Lalu, PYFA juga tanda tangan kerja sama dengan Xtalpi, yang mengembangkan obat lewat penerapan fisika kuantum, AI, dan robotika. Kolaborasi itu disebut bisa mempercepat proses penemuan dan reformulasi produki sehingga memungkinkan produk obat generik dan inovatif dengan biaya riset lebih efisien.

Serta, PYFA juga berkolaborasi dengan CNT Dream yang memiliki spesialisasi dalam manufaktur produk kecantikan dan kosmetik. Dari kemitraan tersebut, PYFA berharap bisa memperluas bisnis barunya PYFABEAUTY untuk bisa mengembangkan dan memproduksi berbagai produk kecantikan, perawatan kulit, dan make up dengan private label dan contract manufacturer.

Dalam pengembangan bisnis secara keseluruhan, ada beberapa rencana PYFA seperti:

Pertama, ekspansi fasilitas Ethica, produk injeksi dan obat steril perseroan. Jadi, perseroan lagi bangun 3 line fasilitas baru. Dalam ekspansi ini, Ethica memanfaatkan pinjaman dari BMRI sekitar Rp120 miliar.

Dalam progresnya, pembangunan gudang sudah mencapai 80 persen di 2025 (harusnya sudah rampung di akhir tahun kemarin), lalu Re-layout Line 3 baru 10 persen, mesin dan infrastruktur Line 3 sudah 90 persen, line 4-5 masih 5 persen.

Kedua, Probiotec berencana menggabungkan 4 lokasi fasilitas di NSW menjadi satu lokasi seluas 36.000 meter persegi di West Sydney. Dari penggabungan 4 lokasi ini dinilai bisa menghemat biaya overhead hingga 3 juta - 5 juta dolar Australia per tahun.Lalu, menghilangkan duplikasi role sekitar 2 juta dolar Australia per tahun setelah beroperasi penuh.

Ketiga, PYFA akan memperluas sinergi dengan mitra Probiotec. Untuk inisiatif dengan Probiotec ini masih tidak terlalu detail.PYFA menargetkan bisa melakukan ekspor ke Asia hingga Afrika.

Keempat, menarget bisa launching lebih dari 10 SKU per tahun.

Dari berbagai rencana tersebut, PYFA menargetkan bisa mencatatkan pendapatan Rp4 triliun dengan laba bersih Rp137 miliar pada 2026. Dari target tersebut, berarti kenaikan pendapatan mencapai hampir 100 persen dari rata-rata saat ini sekitar Rp2 triliun (2024-2025). Adapun, untuk bottom line yang ditargetkan positif berarti PYFA berpotensi turnaround.

Mau Tau Bagaimana Action PYFA Jelang Right Issue Nanti?

Kami sudah siapkan skenario-nya di Mikirsaham. Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini