Prabowo Sebut VKTR Bakal Jadi Champion Indonesia Saingi Hino hingga Hyundai, Begini Faktanya

Saham VKTR menjadi heboh setelah Prabowo sebut bakal jadi Champion Indonesia untuk saingi Hino hingga Hyundai. Tapi, apakah VKTR bisa menjadi pesaing Hino dan Hyundai?

saham VKTR

Mikirduit – VKTR menjadi sorotan setelah disebut Presiden Indonesia, Prabowo bakal menjadi Champion dari Indonesia untuk bersaing dengan Isuzu, Hino, dan Hyundai dalam segmen kendaraan komersial. Namun, apakah realita dan prospek VKTR seindah yang disampaikan oleh Prabowo tersebut?

Key Takeaway
  • VKTR saat ini belum bisa disebut sebagai produsen kendaraan komersial nasional murni karena model bisnis kendaraan listriknya masih berbasis perakitan CKD dari mitra luar negeri, bukan penguasaan teknologi dan produksi kendaraan sendiri.
  • Penopang utama bisnis VKTR justru berasal dari manufaktur komponen otomotif dan besi bekas yang menyumbang sekitar Rp1,05 triliun dari total pendapatan 2025, sementara segmen perdagangan kendaraan listrik masih rugi.
  • Prospek pertumbuhan VKTR ke depan tetap ada, tetapi untuk mencapai skala besar di bus dan truk listrik perusahaan perlu penetrasi pasar yang sangat agresif, sehingga dalam jangka pendek peluang paling realistis masih bertumpu pada bisnis manufaktur komponennya.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini. 

Sebelum langsung mengandai-ngandai VKTR menjadi produsen kendaraan komersial dengan brand asli Indonesia, kamu harus memahami beberapa fakta terkait VKTR:

Pertama, VKTR adalah perusahaan yang merakit komponen otomotif impor alias dengan skema completely knocked down (CKD). Dari dokumen propsektus, VKTR punya kerja sama dengan BYD, Zhejiang GBS Energy, Derry New Energy, dan Contemporary Synland, serta Equipmake. Untuk bus komersial, VKTR merakit brand BYD. Sementara untuk truk dan roda dua, VKTR menggunakan brand sendiri, yakni VKTR Light Duty Truk dan VKTR model V. Namun, skemanya sama, tipe rakitan dengan CKD.

Kedua, kontribusi bisnis terbesar VKTR bukanlah dari bisnis perakitan kendaraan listrik, melainkan dari manufaktur komponen otomotif dan besi bekas (scrap). Dalam bisnis tersebut, VKTR menjual komponen atau suku cadang otomotif untuk kendaraan komersial, produk berbasis pengecoran besi dan baja, serta besi bekas.

Hingga 2025, bisnis ini mencatatkan pendapatan Rp1,05 triliun dari total  pendapatan VKTR sekitar Rp1,08 triliun. Seluruh produk manufaktur dijual ke pihak ketiga. Bisnis ini juga yang menopang bottom line dengan laba bersih Rp32 miliar.

Di sisi lain, bisnis perdagangan yang related dengan penjualan bus hingga truk listrik hanya mencatatkan pendapatan Rp245 miliar dengan posisi rugi Rp11 miliar. Posisi segmen ini malah mengalami kerugian di 2025, dibandingkan dengan sebelumnya masih laba Rp1,8 miliar.

Namun, secara akumulasi, kinerja laba bersih VKTR sepanjang 2025 memang mengalami kerugian Rp11,36 miliar dibandingkan dengan laba Rp7,5 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Jadi, Apakah VKTR Bisa Menjadi Champion Brand dan Teknologi Sendiri dengan Berawal dari CKD?

Kisah mimpi mobil nasional atau sekarang ada ungkapan dari Prabowo ke VKTR, yakni Champion Indonesia di kendaraan komersial memang terlihat keren. Namun, skema menuju untuk brand otomotif nasional hanya sebatas skema completely knocked down (CKD), yang mana posisi Indonesia adalah sekadar perakit.

Hal ini terjadi sejak era mobil nasional KIJANG yang merupakan singkatan Kerja Saham Indonesia - Jepang pada 1970-an, MR90 (Mobil Rakyat) 90 hasil kerja IMAS dengan Mazda, Timor hasil kerja sama dengan KIA Motors dari Korea Selatan, hingga Esemka yang skemanya bukan CKD, tapi beli putus komponen otomotif dari China.

Begitu juga dengan VKTR yang melakukan skema CKD, yang untuk bus berasal dari BYD, sedangkan untuk truk kami belum mendapatkan informasi detail. Tapi, beberapa partner yang tercatat dalam public expose akhir 2025 antara lain, BYD, JAC, Fuso, Syn Land, dan Kinwin Auto.

Di sisi lain, jika melihat skema bagaimana Proton dan Vinfast lahir sebagai mobil nasional, titik awalnya bukan CKD, tapi kemitraan eksklusif dengan brand otomotif yang sudah berpengalaman. Misalnya, Proton bekerja sama dengan Mitsubishi, serta Vinfast dengan BMW. Keduanya bekerja sama untuk transfer pengetahuan dan lisensi teknologi, bukan lisensi perakitan untuk CKD.

Lalu, produksi kendaraan (bukan perakitan) secara langsung dilakukan di pabrik sendiri. Meski, ada kolaborasi dengan vendor lain untuk menghasilkan mobil sendiri, bukan sekadar ganti logo.

Artinya, jika serius membangun brand otomotif sendiri, hal yang dilakukan bukan melakukan perakitan tahap awal, tapi membuat teknologi mesinnya dari nol lewat kerja sama dengan pihak yang sudah berpengalaman.

Gencatan Senjata Bikin Harga Emas Bangkit, Begini Prospek Saham ANTM hingga ARCI
Harga emas mulai bangkit lagi ke atas US$ 4.800 per troy ons membawa harapan sejumlah saham di sektor logam mulia bisa nanjak lagi. Kira-kira gimana prospeknya dan saham-saham emas mana saja yang menarik dilirik?

Bagaimana dengan Prospek VKTR ke Depannya?

Untuk saat ini, peluang pertumbuhan dari bisnis VKTR adalah bagaimana bisa mengoptimalkan kapasitas perakitan hingga 3000 unit itu bisa optimal untuk menjadi pendapatan. (Meski, dalam kutipan Prabowo, kabarnya VKTR memiliki kapasitas hingga 10.000 unit).

Jika dengan asumsi rata-rata harga truk dan bus sekitar Rp1 miliar - Rp3 miliar, berarti jika mencapai 50 persen kapasitas terpasang di 1500 unit, potensi pendapatan bisa mencapai Rp3 triliun. 

Dengan rata-rata penjualan bus secara nasional dalam setahun pada 2025 sekitar 4.868 unit, sedangkan penjualan truk kapasitas di atas 24 ton sekitar 15.657 ton. Berarti, VKTR butuh bisa penetrasi 20 persen ke pasar bus, dan 15 persen ke pasar truk. Angka ini cukup besar dan sulit dioptimalkan dalam jangka pendek. (ini untuk asumsi kapasitas 3.000 unit, apalagi jika mengejar 10.000 unit, kecuali VKTR jadi perakit merek-merek yang sudah punya ekspoure market yang besar)

Sehingga mimpi bisa mencatatkan pendapatan Rp3 triliun dari bisnis perdagangan perakitan bus dan truk masih agak sulit.

Kecuali, VKTR menang tender skala jumbo di perusahaan afiliasi-nya atau di proyek pemerintahan.

Untuk 2026, VKTR menganggarkan belanja modal Rp100 miliar yang 20 persen-nya untuk riset dan development, sedangkan 80 persen untuk penguatan fasilitas after sales maintenance, termasuk penyimpanan suku cadang, pengembangan area perbaikan, dan penyediaan fasilitas kantor dan operasional teknisi di berbagai wilayah.

Sejauh ini, peluang pertumbuhan terbesar VKTR tetap ada di bisnis manufaktur komponen otomotif hingga besi bekas. Klien pembelinya cukup besar dari PT Mitsubishi Motor Krama yudha Indonesia (Mitsubishi Fuso), dan PT Hino Motors Manufacturing Indonesia.

Jadi, menurutmu bagaimana prospek saham VKTR? menarik untuk investasi atau hanya saham tradingan saat lagi ramai?

notes terakhir, bukan berarti VKTR tidak bisa jadi produsen mobil komersial, truk, dan bus listrik sendiri. bisa saja, tapi langkah awal dengan CKD bukan berarti lebih mudah untuk bangun sendiri. Jika memang serius, langsung bangun detail teknologi-nya dari nol dengan kemitraan eksklusif bukan CKD. Kesimpulan ini diambil berdasarkan historis Proton dan Vinfast.

Butuh Insight, Pilihan Saham serta Analisis Peluang dan Risiko, dan Konsultasi dengan Ahlinya?

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini