Begini Peluang Saham BUMI Bagi Dividen Setelah Laba Melejit

Saham BUMI memang mencatatkan pertumbuhan laba bersih 200 persen di 2022. Apakah ini tandanya ada banjir dividen dari BUMI?

Begini Peluang Saham BUMI Bagi Dividen Setelah Laba Melejit

Mikir Duit – PT Bumi Resources Tbk. alias BUMI mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang fantastis sebesar 200 persen. Lalu, muncul pertanyaan, apakah BUMI akan bagikan dividennya pada tahun ini?

BUMI mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 81,51 persen menjadi 1,83 miliar dolar AS. Lalu, laba bersih BUMI tumbuh lebih tinggi sebesar 212 persen menjadi 525 juta dolar AS. Apa yang membuat laba bersih BUMI bisa tumbuh lebih tinggi?

Jawabannya, adanya kenaikan keuntungan dari bagian laba/rugi investasi entitas asosiasi dan ventura bersama. Ada tiga entitas asosiasi yang mendorong pendapatan dari laba/rugi investasi entitas asosiasi naik sebesar 131 persen menjadi 641 juta dolar AS. Ketiga entitas asosiasi itu antara lain, SCQ Singapore Project Holding Pte. Ltd., Indocoal Resources (Cayman) Ltd., dan PT Kaltim Prima Coal.

Entitas asosiasi dengan kontributor terbesar berasal dari Kaltim Prima Coal sebesar 98 persen dari pendapatan bagian laba bersih entitas asosiasi. Bagian laba bersih Kaltim Prima Coal mencatatkan kenaikan sebesar 36 persen menjadi 630,92 juta dolar AS.

BACA JUGA: Setelah Batu bara, Saatnya Sektor Nikel Jadi Primadona 2023?

Jadi, Apakah BUMI Akan Bagikan Dividen?

Bayangkan, jika seluruh laba bersih BUMI senilai 525 juta dolar AS dijadikan dividen. Artinya, dengan kurs acuan Rp15.625 per dolar AS, total laba bersih BUMI dalam rupiah menjadi Rp8,2 triliun. Dengan jumlah saham beredar sebanyak 371 miliar lembar, berarti total dividen per saham senilai Rp22,1 per saham. Dengan menggunakan harga penutupan sesi I 30 Maret 2023, tingkat dividen yield BUMI tembus 17,13 persen.

Sayangnya, investor BUMI harus bersabar dulu untuk mendapatkan dividen ya. Soalnya, ada dua hal yang lagi diperhatikan BUMI untuk bisa membagikan dividen.

Pertama, saldo laba ditahan harus menjadi positif dulu. BUMI menargetkan saldo laba ditahan bisa positif di akhir tahun ini. Sampai 2022, BUMI masih mencatatkan defisit senilai 2,36 miliar dolar AS.

Bagaimana cara membuat saldo laba ditahan positif? berarti BUMI harus terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang sensasional di tahun ini.

Kedua, BUMI harus benar-benar menuntaskan permasalahan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU)-nya terlebih dulu sebelum membagikan dividen.

Sebenarnya, setelah melakukan private placement terakhir pada Maret 2023, BUMI telah 99 persen menyelesaikan utang PKPU-nnya. Kapan ini berakhir? itu yang menjadi pertanyaannya.

Kesimpulan

Saham BUMI jelas masih kurang menarik dan terlalu berisiko. Pasalnya, setelah ini saham batu bara akan memasuki fase sunset setelah dunia ingin mengurangi emisi karbon. Mungkin tidak langsung, tapi pertumbuhannya bakal cukup sulit bisa tinggi lagi seperti 2022.

Bisa dilihat dari pergerakan harga batu bara Newcastle yang turun 55 persen sepanjang 2023 menjadi 176 dolar AS per ton. Artinya, margin keuntungan emiten batu bara akan menurun drastis di tahun ini. Hal itu akan membuat pertumbuhan laba bersih melambat dan jumlah dividen yang dibagikan pun menurun.

Jadi, ada yang dari kamu masih optimistis dengan saham batu bara?