Misteri Bisnis Penopang Kinerja ADRO Saat ADMR Lagi Babak Belur Penurunan Harga Batu bara Metalurgi
Saham ADRO dan ADMR sudah rilis kinerja full year 2025. Dengan kondisi saham ADMR yang mencatatkan penurunan laba bersih cukup signfikan, tapi kenapa ADRO yang mencatatkan cash cow dari ADMR bisa catatkan laba bersih lebih baik? kami bongkar rahasianya di sini
Mikirduit – Saham ADRO mencatatkan penurunan laba bersih dari operasi yang dilanjutkan (di luar spin-off AADI) hanya 21 persen, padahal ADMR mencatatkan penurunan laba bersih hingga 37 persen. Bahkan, posisi laba usaha ADRO juga hanya turun 9,88 persen dari ADMR yang turun 15 persen. Jadi, apa yang menyokong kinerja ADRO?
Key Takeaways:
- Kinerja Adaro Energy Indonesia relatif terjaga pada 2025 karena penurunan laba dari bisnis batu bara metalurgi Adaro Minerals Indonesia tertopang oleh pertumbuhan bisnis kontraktor pertambangan.
- Penurunan laba Adaro Minerals Indonesia terutama dipicu turunnya harga jual rata-rata batu bara metalurgi lebih dari 25 persen, meski volume penjualan meningkat sepanjang 2025.
- Proyek smelter aluminium Adaro Minerals Indonesia mulai tahap komisioning dan berpotensi menambah pendapatan 135–270 juta dolar AS pada 2026, tetapi juga bisa memunculkan beban bunga pinjaman yang sebelumnya dikapitalisasi.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Setelah ADRO spin-off AADI, salah satu cash cow terbesar ADRO adalah ADMR yang bergerak di bidang pertambangan batu bara metalurgi dan pengembangan smelter aluminium.
Sayangnya, 2025 bukan menjadi tahun ADMR. Emiten tambang metalurgi itu mencatatkan penurunan laba bersih hingga 25,7 persen menjadi 972 juta dolar AS. Adapun, penyebab penurunan pendapatan karena adanya tekanan di harga jual rata-rata batu bara metalurgi (yang menjadi kontributor 99,99 persen pendapatan perseroan di full year 2025).
ADMR mencatatkan penurunan harga jual rata-rata sebesar 25,07 persen menjadi 154 dolar AS per ton. Sehingga, meski volume penjualan naik 12,5 persen menjadi 6,3 juta ton sepanjang 2025, hal itu hanya mampu menekan tekanan penurunan penjualan.
Di sisi lain, saat pendapatan mengalami tekanan dari harga jual rata-rata, beban pokok pendapatan dan beban usaha perseroan tidak lantas ikut turun. Beban pokok pendapatan stagnan di 577 juta dolar AS, sedangkan beban usaha naik 13 persen menjadi 43 juta dolar AS.
Di sisi lain, biaya bunga pinjaman, ADMR sudah tidak memiliki tingkat biaya bunga pinjaman lagi dibandingkan dengan tahun lalu yang masih mencapai 10,8 juta dolar AS. Hal ini yang membuat persentase penurunan laba bersih menjadi lebih baik dibandingkan dengan laba usaha perseroan.
Namun, catatan tidak ada biaya bunga pinjaman ini bukan berarti tidak ada utang. ADMR malah mencatatkan kenaikan utang sebesar 63 persen menjadi 713 juta dolar AS.
Lalu, kenapa biaya bunga pinjaman tidak muncul jadi pengurang laba rugi? ada potensi karena faktor bunga pinjaman dikapitalisasi karena proyek smelter masih dikerjakan hingga akhir 2025. Nantinya, ketika proyek smelter mulai beroperasi komersial di 2026, ada potensi bunga pinjaman yang diperkirakan bisa sekitar 50 juta dolar AS itu akan muncul di laba rugi.
Ini praktek normal, tapi memang bisa ada kejutan kenaikan beban bunga yang signifikan. Namun, jika proyek komersial berjalan lancar harusnya bisa dikompensasi dengan kenaikan pendapatan. Kecuali, jika dalam operasionalnya, ada masalah kendala pencatatan pendapatan (seperti smelter maintenance) yang bisa menekan laba-rugi ADMR.
Perkembangan Smelter Aluminium ADMR
Smelter aluminium ADMR sudah mencapai tahapan pengujian dan komisioning sebagian pada smelter di akhir 2025. Komisioning berarti proyek tersebut sudah sampai tahap pengujian dan verifikasi sistematis untuk memastikan fasilitas bisa berfungsi serta siap beroperasi.
ADMR disebut masih fokus dalam meningkatkan strategis operasi pot untuk mencapai kapasitas produksi penuh hingga akhir 2026.
Dalam rancangan sebelumnya, total kapasitas produksi smelter ADMR ini sekitar 1,5 juta ton aluminium ingot per tahun. Nantinya, proses pengembangan akan dibagi dalam tiga tahap.
Untuk tahap pertama, ADMR menargetkan produksi bisa hingga 500.000 ton aluminium ingot per tahun. Kami menilai target akhir tahun ini yang dikejar adalah 500.000 ton aluminium.
Jika dari proyeksi konservatif kami, smelter ADMR mampu mencatatkan produksi konservatif sepanjang 2026 sekitar 50.000 - 100.000 ton ingot aluminium (ekspektasi menuju 500.000 ton per tahun pada 2027 - 2028), berarti potensi pendapatan dari smelter sekitar 135 juta - 270 juta dolar AS.
Dari segi nominal pendapatan smelter tahap awal di 2026 bisa berkontribusi 10-20 persen dari total pendapatan saat ini. Namun, catatan terpenting adalah berapa margin laba usaha-nya (mengingat biaya tahap awal smelter saat operasional cenderung tinggi)?
Jika mengacu ke karakter smelter ADMR, kami mengambil asumsi tidak terlalu high energy cost di level margin EBITDA sekitar 20 persen. Artinya, jika pendapatan pendapatan smelter di 2026 sekitar 135-270 juta, potensi EBITDA sekitar 27-54 juta dolar AS. (ini semua hitungan berdasarkan simulasi kami, yang berpotensi berbeda dengan realita dan tergantung kondisi riil-nya nanti)

Dengan Kondisi ADMR Tersebut, Apa Rahasia Penopang Kinerja ADRO?
Dengan kondisi kinerja ADMR yang menjadi cash cow ADRO tengah tertekan, lalu apa yang membuat ADRO mampu menjaga penurunan kinerja tidak signifikan?
Setelah melepas AADI yang merupakan tambang batu bara thermal, komposisi segmen pendapatan ADRO menjadi tiga bagian:
Pertama, sektor pertambangan batu bara metalurgi, yakni ADMR. Dari segi skala pendapatan di full year 2025, pendapatan dari ADMR menjadi yang terbesar kedua setelah kontraktor pertambangan. Namun, saat harga batu bara metalurgi di atas 200 dolar AS per ton, pertambangan metalurgi ini jadi penopang pendapatan perseroan. Meski begitu, dari segi laba bersih, tambang batu bara metalurgi yang punya margin keuntungan di atas 30 persen masih menjadi kontributor laba bersih terbesar.
Kedua, kontraktor pertambangan melalui PT Saptaindra Sejati yang menjadi kontributor pendapatan terbesar untuk ADRO sepanjang full year 2025. Bisnis sektor ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 3,75 persen menjadi 1 miliar dolar AS, sedangkan labanya tumbuh 4,92 persen menjadi 145,13 juta dolar AS.
Ketiga, pembangkit listrik. ADRO memiliki 4 pembangkit listrik, yakni:
- PLTU Makmur Sejahtera Wisesa yang dimiliki 100 persen dengan kapasitas litrik 2x30 MW
- PLTS Makmur Sejahtera Wisesa yang dimiliki 100 persen dengan kapasitas listrik 130 kilo watt peak ditambah 467 kilo watt peak.
- PLTU Tanjung Power Indonesia yang dimiliki 65 persen oleh perseroan, da 35 persen oleh Korea EWP dengan kapasitas 2x100 MW.
- PLTU Batang Bhimasena Power Indonesia yang dimiliki perseroan 34 persen bersama Jpower sebesar 34 persen, dan Itochu sebesar 32 persen dengan kapasitas 2x1.000 MW.
Total yang masuk konsolidasi pendapatan lain-lain ADRO ada 3 pembangkit, yakni PLTU dan PLTS Makmur Sejahtera Wisesa, serta PLTU Tanjung Power Indonesia. Sepanjang 2025, total pendapatannya sekitar 44,88 juta dolar AS.
Sehingga, bisa disimpulkan kinerja ADRO tetap terjaga meski ADMR terpuruk karena penurunan harga batu bara metalurgi karena bisnis kontraktor pertambangannya masih mencatatkan pertumbuhan kinerja. Ditambah bisnis pembangkit listrik yang masuk segmen lain-lain juga cukup menutup selisih penurunan kinerja ADMR.
Jadi, Bagaimana Strategi Investasi di Saham ADRO?
Kamu bisa dapatkan insightnya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
- Event online bulanan
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private
Langsung langganan sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa, Cek KODE PROMO-nya sesuai dengan plan yang kamu butuhkan dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
