Saham DSSA Mau Stocksplit Jumbo 1:25, Begini Gambaran Peluang dan Risikonya
DSSA merencanakan stock split yang kedua kali-nya setelah sukses pada 2024 lalu. Secara historis, setelah melakukan aksi itu, saham DSSA terbang ratusan persen. Akankah ini bisa terulang atau hanya ekspektasi saja?
Mikirduit - Saham DSSA akan stock split supaya harga nya lebih terjangkau dan meningkatkan likuiditas di pasar. Kira-kira gimana prospek-nya? Bisakah stock split kedua ini sukses seperti jilid pertama?
Highlight
- DSSA akan stock split dengan rasio 1 banding 25 dengan nilai nominal menjadi Rp1 perak.
- Saham DSSA sudah dinilai terlalu tinggi sehingga manajemen menyebut sahamnya tidak terjangkau bagi sejumlah kalangan investor.
- Secara historis, stock split DSSA sukses membawa harga terbang ratusan persen, tetapi ada yang berbeda dalam jilid kedua ini karena DSSA sudah masuk MSCI.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Update Rencana DSSA Mau Stock Split
Setelah ramai isu free float, emiten grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memutuskan untuk melakukan stock split atau pemecahan harga saham tanpa mengubah nilai-nya.
Manajemen DSSA mengungkapkan bahwa harga saham saat ini sudah terlampaui tinggi, sehingga nilai pembelian minimal satu lot kurang terjangkau bagi sebagian investor. Kondisi ini akhirnya berdampak pada likuiditas perdagangan saham di pasar.
Melalui stock split, jumlah saham yang beredar akan ditingkatkan, sehingga harga saham akan menjadi lebih murah secara nominal.
Berdasarkan laporan keterbukaan yang diterbitkan DSSA melalui laman BEI pada 30 Januari 2026, menyampaikan rencana stock split akan dilaksanakan dengan rasio 1:25
Jumlah saham yang beredar akan melonjak jadi 192,63 miliar lembar dari sebelumnya 7,75 miliar lembar. Nilai nominal dari Rp25 per saham, menyusut jadi Rp1 per saham.
Dengan rencana itu, kami kalkulasikan lagi dari harga DSSA di Rp98.575 per lembar, setelah stock split akan berada di Rp3,924 atau kita bulatkan bisa mencapai kisaran Rp4000 per saham

Langkah stock split ini ditujukan untuk memperluas basis investor, menambah jumlah pemegang saham, serta memperkuat struktur kepemilikan Perseroan.
Selain itu, stock split diharapkan mampu mendorong peningkatan volume transaksi sehingga likuiditas saham DSSA menjadi lebih baik.
Dari sisi sentimen, aksi korporasi ini juga diharapkan dapat menciptakan persepsi yang lebih positif terhadap prospek dan kinerja DSSA, sekaligus mendukung pertumbuhan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Adapun rencana stock split tersebut masih akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 11 Maret 2026. Jika disetujui berikut jadwal lengkap yang patut diperhatikan investor:

Flashback Stock Split DSSA Jilid I
Stock split DSSA kali ini akan menjadi yang kedua setelah sebelumnya sudah pernah memecahkan saham pada 2024 lalu.
Stock split pertama DSSA memecahkan saham 1:10 dari nilai nominal Rp250 menjadi Rp25 per saham, jumlah saham beredar bertambah dari 770 juta menjadi 7,7 miliar.
Saat akhir cum date di pasar reguler pada 17 Juli 2024, saham DSSA dengan nominal lama berada di Rp290.000 per lembar.
Setelah itu, harga teoritis saham setelah split disesuaikan menjadi sekitar Rp29.000 per saham berdasarkan penyesuaian di sistem perdagangan BEI.

Lebih jauh, kami juga menelusuri pergerakan harga saham DSSA sejak diumumkan mau stock split jilid I pada 23 April 2024 sampai ex date stock split berhasil terbang sampai 133 persen.
Setelah stock split, reli saham DSSA belum berhenti, bahkan sempat menjulang ke titik tertinggi-nya lagi yang sempat disentuh pada Oktober 2025 secara intraday di Rp118.000 per lembar.

Penguatan saham DSSA dua tahun terakhir sejak aksi stock split mau diumumkan sangat luar biasa. Lantas akankah ini terjadi lagi di stock split jilid II pada tahun ini?
Strategi di Saham yang Mau Stock Split
Menilai secara historis, penguatan saham DSSA karena isu stock split kemungkinan bisa saja terjadi, bahkan pada perdagangan hari ini (30/1/2026) sampai pukul 11.00 WIB merespon berita di pagi hari akan ada stock split, saham DSSA langsung naik kisaran 3,46% ke posisi Rp97.250 per saham.
Sedikit lagi saham DSSA menuju level Rp100.000 lagi, pergerakan harga yang volatile sampai RUPLSB dan berlanjut cum date stock split akan relatif mendorong harga DSSA menguat lantaran spekulasi pelaku pasar yang ingin mengamankan saham DSSA sebelum naik lagi setelah stock split.
Namun, ada juga catatan yang patut diperhatikan. Kalau tahun lalu story DSSA setelah stock split ada berbagai macam agenda seperti masuk industri geothermal, data center, sampai resmi masuk dalam konstituen MSCI.
Kali ini ada hal yang berbeda.
Pertama, kita harus memahami bahwa sekarang ramai perusahaan mau meningkatkan free float setelah MSCI menuntut transparansi data pada regulator. Kalau tidak, risiko pasar saham RI turun kasta bisa terjadi, dari Emerging Market ke Frontier Market.
Bagi DSSA yang sudah masuk ke MSCI sendiri menjadi salah satu yang krusial, karena risiko outflow masih membayangi, meskipun pada September 2025 lalu ada simulasi bahwa DSSA menjadi satu-satu-nya yang ketiban inflow, dibandingkan saham lainnya.
Secara free float DSSA juga sudah di 20,4%, sudah memenuhi syarat, bahkan dengan target baru BEI yang mau menaikkan batas minimum menjadi 15%.
Namun, kami melihat dalam kacamata konservatif dengan harga saham DSSA yang sudah mahal, likuiditas dan transaksi harian yang tipis juga bisa menjadi risiko yang bisa saja mengubah pikiran MSCI untuk mengurangi bobot saham DSSA dalam portofolio-nya.

Kedua, rasio stock split jauh lebih besar
Dibandingkan jilid pertama, stock split kedua ini lebih besar sampai lebih dari dua kali lipat rasio-nya, membuat nilai nominal tinggal 1 perak.
Jumlah lembar saham yang beredar juga menggelembung menjadi sekitar 193 miliar saham. Kondisi ini biasanya cenderung menyulitkan harga saham untuk bergerak agresif, karena suplai saham di pasar menjadi sangat besar sehingga membutuhkan aliran dana yang jauh lebih besar pula untuk mendorong kenaikan harga secara signifikan.
Jadi, gimana menurut kamu masih ada potensi kah saham DSSA menguat ratusan persen setelah stock split atau moderat saja?
Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham
Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:
- Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
- Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
- Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
- Insight saham terkini serta action-nya
- Update porto founder
- IPO dan Corporate Action Digest
- Event online bulanan
- Grup Diskusi Saham
Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
