JGLE dan MPPA, Dua Saham Merugi yang Mau Right Issue, Begini Hitungan Prospeknya

Saat prospektus right issue rilis, saham JGLE yang ARB langsung ARA. Begitu juga dengan MPPA. Memang, apa menariknya right issue dua saham yang lagi merugi ini?

Saham JGLE dan MPPA yang mau cari duit dari right issue

Mikirduit – Ada dua saham yang terus merugi bahkan dari sebelum pandemi Covid-19 lagi ingin melakukan right issue transaksi yang terafiliasi. Apa tandanya dan bagaimana prospek kedua saham ini, yakni JGLE dan MPPA?

Highlight

  • JGLE yang terus merugi sejak 2018 berencana right issue Rp414 miliar untuk mengakuisisi kembali 61,86% Jungleland Asia lewat skema inbreng, sehingga berpotensi mencatatkan laba akuntansi besar non-cash meski fundamental operasional masih rugi.
  • MPPA menargetkan dana hingga Rp1,32 triliun melalui right issue jumbo untuk transaksi afiliasi dan memperbaiki ekuitas negatif, namun historis right issue sebelumnya menunjukkan pergerakan harga saham sangat fluktuatif sehingga strategi timing menjadi krusial bagi investor.
  • Pilih paket Mikirsaham sesuai dengan karakter dan kebutuhanmu sekarang juga, dengan klik di sini

JGLE menjadi saham hospitality yang memiliki aset seperti, The Jungle Bogor, Rivera Outbond & Edutainment, dan Jungle Sea. Lalu, mengelola hotel di Aston Bogor, dan dua apartement Sayana dan J.Sky Apartement. 

Secara historis, JGLE mencatatkan kerugian sejak 2018 hingga saat ini (berturut-turut). Kini cash equivalent-nya sekitar Rp6 miliar.

Di tengah kondisi yang terus merugi, JGLE justru berencana mengakuisisi kembali PT Jungleland Asia lewat right issue. Sebelumnya, JGLE hanya mencatatkan kepemilikan sekitar 38,14 persen di saham Jungleland Asia, sisanya secara mayoritas dipegang oleh PT Adiprotek Envirodunia sebesar 61 peren. 

Sebenarnya, Jungleland Asia sempat dimiliki mayoritas oleh JGLE. Namun, pada 2022, 51 persen sahamnya dilepas ke PT Adiprotek Envirodunia dengan harga Rp251 miliar. Aksi korporasi itu disebut untuk memenuhi komitmen restrukturisasi pinjaman Jungleland Asia kepada BBRI. Pasalnya, jika tidak ada investor strategis masuk, Jungleland bisa lepas 100 persen dari bisnis Grup Bakrie.

Prospek Saham Operator Seluler dari 2 Frekuensi Pengembangan 5G
Saham operator seluler akan mendapatkan sentimen menarik dari lelang frekuensi jaringan 5G, 700 Mhz dan 2,6 Ghz. Lalu, bagaimana efek ke kinerja fundamentalnya nanti?

Kini, JGLE akan kembali menjadi pemilik sepenuhnya Jungle Land dengan skema right issue. JGLE menerbitkan saham baru sebanyak 8,28 miliar lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham dengan target dana Rp414 miliar. Rasio right issue sekitar 270:99.

Tujuan penggunaan dana Rp413 miliar untuk akuisisi 61,86% saham Jungle Land Asia, sisanya Rp64 miliar untuk modal kerja. Adapun, aksi akuisisi Rp413 miliar akan dilakukan dengan skema inbreng. Nantinya, pembeli siaga dari aksi korporasi ini adalah PT Adiprotek Envirodunia.

Jika nantinya seluruh pemegang saham tidak melaksanakan haknya, termasuk PT Surya Global Nusantara, berarti nantinya PT Adiprotek Envirodunia akan menjadi pemegang saham terbesar kedua sebesar 26,83 persen, sedangkan porsi publik terdilusi menjadi 25,93 persen dari 35 persen.

Namun, jika hanya PT Surya Global Nusantara yang tidak melaksanakan hak-nya, porsi PT Adiprotek Enviro dunia hanya 10,4 persen dari total saham. Lalu, kepemilikan publik terdilusi menjadi 9,51 persen dari 35 persen.

Lalu, dari transaksi ini, JGLE diuntungkan karena transaksi inbreng dilakukan di harga diskon. Dengan begitu akan ada catatan keuntungan pembelian akuisisi harga diskon senilai Rp315,6 miliar dan laba pengukuran kembali nilai wajar saham Jungleland Asia senilai Rp255 miliar. (Meski, ini bukan real cash karena hanya catatan transaksi saja). Dengan begitu, potensi pendapatan lain-lain yang hanya catatan saja sekitar Rp570 miliar. 

Adapun, jika dilihat kinerja Jungleland Asia hingga akhir 2025, posisi perseroan masih mencatatkan rugi usaha Rp213 miliar, dan rugi bersih Rp231 miliar. Namun, kabarnya Jungle land mau jual proyek residensial di area Sentul yang diekspektasikan sebagai potensi pertumbuhan kinerja ke depannya. Meki, realita-nya sampai 2025 bisnis Jungle Land maupun JGLE masih merugi.

Saham MPPA

MPPA berencana menerbitkan 24 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp50 (artinya harga pelaksanaan akan di atas Rp50 per saham).

Jika kami hitung, rentang harga pelaksanaan yang logis ada di Rp51 - Rp55 per saham. Dengan asumsi harga pelaksanaan itu, jumlah dana right issue yang dihimpun sekitar Rp1,2 triliun - Rp1,32 triliun.

Apalagi, rencana penggunaan dana untuk melakukan transaksi afiliasi terkait 6 aset yang akan dibeli MPPA. Jika dihitung dari harga transaksi, total semuanya membutuhkan dana Rp780 miliar, sedangkan jika ada sisa dana right issue akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Dari transaksi ini, MPPA berpotensi mendapatkan dana segar untuk modal kerja sekitar Rp444 miliar - Rp540 miliar.

MLPL sebagai pengendali MPPA juga akan menjadi pembeli siaga. MLPL akan melaksanakan seluruh haknya dan mengambil bagian dari pemegang saham lainnya paling banyak 7,56 miliar lembar.

Sehingga jika dihitung MLPL telah menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk right issue MPPA ini. Artinya semua transaksi afiliasi hanya dari perputaran uang yang ada saja.

Dampak positifnya ke MPPA, perseroan mencatatkan ekuitas negatif senilai Rp2,24 miliar. Dengan adanya tambahan right issue hingga Rp1 triliun seharusnya  ekuitas MPPA juga berpotensi positif. 

Kami akan ulas dari historis right issue MPPA. MPPA melakukan right issue pada Desember 2021 di harga Rp760 per saham dengan mengumpulkan dana sekitar Rp890 per saham. Rasio-nya tidak begitu jumbo di 45:7.

RUPS dilakukan pada 9 September 2021 (artinya prospektus awal keluar di sekitar akhir Juli atau awal Agustus 2021).

Namun, pada periode tersebut, setiap momentum dari rilis prospektus awal hingga right issue dilakukan (right issue terhitung di bawah harga pasar sebelum RI yang sempat di Rp1.000-an per saham), tren harga MPPA justru terus turun hingga ke Rp182 per saham.

Right issue MPPA selanjutnya terjadi di 14 Juli 2023. MPPA menerbitkan 6 miliar lembar saham baru (lebih besar dari sebelumnya) dengan rasio 164:133. Harga pelaksanaan Rp80 per saham (jauh lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya) dengan total dana yang dihimpun sekitar Rp550 miliar.

Dengan RUPSLB dilakukan pada 19 April 2023, berarti prospektus muncul sekitar akhir Februari atau awal Maret 2023. Dari tanggal tersebut, saham MPPA sempat mengalami kenaikan pasca rilis prospektus (sekitar 46 persen), dan setelah right issue selesai (naik sekitar 61 persen sejak 11 - 28 Juli 2023.

Kami juga akan memberikan gambaran historis MLPL, selaku induk usaha MPPA, dalam melakukan right issue. 

Terakhir MLPL IPO pada Maret 2022. Kala itu, MLPL menerbitkan 1,99 miliar lembar saham baru dengan rasio 51:7 (tidak terlalu jumbo) dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham. Total dana yang dihimpun sekitar Rp995 miliar.

Jika dilihat dari siklusnya, beberapa bulan sebelum pelaksanaan right issue, saham MLPL sempat naik 45 persen, tapi turun lagi dan kembali naik sekitar 45 persen pasca right issue.

Sebenarnya, jelang right issue, posisi harga pelaksanaan MLPL sudah di atas pasar setelah harga saham MLPL sempat terbang di Rp800 per saham. Lalu, setelah kenaikan terakhir pasca right issue selesai, harga saham MLPL cenderung koreksi hingga ke bawah Rp100.

Mau tau strategi dan action dua saham yang lagi rugi dan mau right issue ini? Kamu bisa dapatkan insight lengkapnya di Mikirsaham

Benefitnya mencakup:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private

Untuk detail kamu bisa baca lebih detail terkait benefit dengan klik di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini