Diam-diam BRIS Sudah Spin-off dari BMRI, Begini Nasib Keduanya Pasca Dipecah

Diam-diam saham BRIS dan BMRI sudah spin-off, lalu bagaimana cara dan strateginya? apa dampaknya ke BMRI? kami ulas detailnya di sini

saham BMRI dan BRIS

Mikirduit – Sepanjang pertengahan tahun lalu, saham BRIS dan BMRI menjadi sorotan setelah Danantara berencana melakukan spin off BRIS dari BMRI untuk langsung di bawah pengendaliannya. Kami langsung membuat beberapa peluang konsolidasi tersebut yang diasumsikan ada transaksi dan berisiko untuk BMRI. Ternyata, realitanya ada kungfu yang memberikan efek netral terhadap fluktuasi harga BRIS maupun BMRI. Lalu, bagaimana nasib BMRI setelah lepas BRIS?

Highligh

  • Mekanisme "Kung Fu" Tanpa Transaksi: Pengendalian BRIS beralih ke Danantara hanya melalui pengalihan kuasa saham Seri A Dwiwarna (tanpa jual beli), sehingga status BRIS di buku BMRI berubah dari entitas anak menjadi entitas asosiasi.
  • Dampak Keuangan Netral: Laba bersih BMRI tidak akan tergerus karena perseroan tetap mengakui 51% bagian laba dan dividen dari BRIS melalui metode ekuitas, meskipun tidak lagi melakukan konsolidasi laporan keuangan secara penuh.
  • Fokus Kembali ke Fundamental: Dengan selesainya isu spin-off tanpa dampak material, investor disarankan kembali fokus pada fundamental di mana BMRI unggul dalam stabilitas dividen dan BRIS menarik karena potensi pertumbuhan agresifnya.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini

Per Januari 2026, BRIS resmi di bawah pengendalian PT Danantara Aset Management dan menyandang status (Persero) seperti BUMN di bawah pengendalian Danantara secara langsung.

Sehingga, BMRI tidak memiliki hak konsolidasi kinerja BRIS sepenuhnya seperti sebelumnya. Namun, bagaimana spin-off terjadi tanpa transaksi?

Dengen mengacu ke keterbukaan informasi IDX per 27 Januari 2026, BRIS mengubah anggaran dasar dengan mencabut surat kuasa khusus kepada BMRI untuk melakukan tindakan yang menjadi kewenangan hak pemegang saham seri A Dwiwarna di BRIS.

Lalu, surat kuasa baru diberikan kepada PT Danantara Asset Management selaku holding operasional BUMN menjadi pemilik kewenangan pemegang saham seri A Dwiwarna.

Dalam kondisi ini, BMRI mengalami kehilangan pengendalian BRIS, tapi tidak mengalami kehilangan kepemilikan BRIS. BMRI tetap memiliki 51,47 persen saham BRIS.

Jika merujuk kastanya, jika bukan lagi menjadi pengendali, berarti status BRIS di BMRI adalah entitas asosiasi. Dengan begitu, BMRI akan tetap mencatatkan bagian atas laba bersih sesuai porsi kepemilikan yang dimilikinya.

Bagaimana Efek-nya ke Kinerja BMRI?

Dengan status BRIS menjadi entitas asosiasi yang dimiliki BMRI, artinya BMRI tidak akan mengonsolidasikan kinerja dari upline seperti pendapatan hingga bottomline laba bersih dengan dikurangi porsi non-pengendali.

Namun, BMRI akan tetap mencatatkan bagian atas laba bersih BRIS sesuai kepemilikannya sebesar 51 persen. Misalnya, laba bersih BRIS per kuartal III/2025 sekitar Rp5,56 triliun. Artinya, laba bersih sekitar Rp2,8 triliun akan tercatat dalam catatan pendapatan atas bagi hasil laba bersih entitas asosiasi.

Artinya, laba bersih BMRI tidak akan ada yang tergerus paca spin-off dengan BRIS. Pasalnya, nilai pendapatan dari bagi hasil laba bersih entitas asosiasi ini akan sama dengan total akumulasi laba bersih yang diberikan kepada entitas induk BMRI sebelum spin-off.

Dengan begitu, tidak ada efek material bagi BMRI maupun BRIS dari transaksi ini. 

Sementara itu, jika BRIS melakukan pembagian dividen, BMRI tetap mendapatkan porsi sesuai dengan kepemilikannya. Sementara, Danantara yang cuma punya 1 lembar saham golden juga hanya mendapatkan sesuai porsi lembar kepemilikannya. Soalnya, saham seri A Dwiwarna yang dimiliki Danantara kelebihannya di hak veto dalam rapat umum pemegang saham. 

Nantinya, alokasi dividen dari BRIS tetap bisa Danantara dapatkan via BMRI sebagai pemegang saham terbesar secara persentase.

Saham DSSA Mau Stocksplit Jumbo 1:25, Begini Gambaran Peluang dan Risikonya
DSSA merencanakan stock split yang kedua kali-nya setelah sukses pada 2024 lalu. Secara historis, setelah melakukan aksi itu, saham DSSA terbang ratusan persen. Akankah ini bisa terulang atau hanya ekspektasi saja?

Kesimpulan

Dalam kondisi ini, BRIS dan BMRI bisa dibilang sudah tidak isu yang dikhawatirkan terkait spin-off tersebut. Pasalnya sudah dilakukan tanpa transaksi dan efek material terhadap semua pihak dari Danantara, BMRI, maupun BRIS.

Kini, fokusnya bagaimana perkembangan fundamental keduanya serta menghadapi gejolak pasar terkait pemenuhan ketentuan MSCI agar Indonesia bisa bertahan di kelas Emerging market. 

Jika dibandingkan keduanya, BMRI jelas lebih menarik dari segi skala bisnis hingga dividen, sedangkan BRIS juga menarik bagi yang fokus di saham syariah serta mencari ruang pertumbuhan yang masih bisa cukup agresif. 

Kalau kamu pilih BMRI atau BRIS?

Dapatkan Insight Saham hingga Diskusi serta Konsultasi Bersama hampir 1.000 Investor Lainnya di Mikirsaham

Yuk join dengan Mikirsaham sekarang untuk bisa dapatkan benefit ini semua:

  • Stockpick investing (dividend, value, growth, contrarian) yang di-update setiap bulan (terbarunya akan diseleksi terbaik maksimal 5 masing-masing strategi dengan analisis yang komprehensif)
  • Stock Ideas (memberikan gambaran besar saham-saham yang menarik, tapi tidak termasuk stockpick)
  • Stockpicking swing trade mingguan (khusus member mikirsaham elite jika kuota masih tersedia)
  • Insight saham terkini serta action-nya
  • Update porto founder
  • IPO dan Corporate Action Digest
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi Saham

Join ke Member Mikirsaham Pro sekarang juga dengan klik link di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini