Deretan Saham yang Berpotensi Bagikan Dividen Hingga Akhir April 2026, Begini Bocoran Proyeksinya

Maret dan April menjadi 2 bulan pembuka musim dividen. Kami mencatat ada 43 saham yang berpotensi bagikan dividen hingga akhir April 2026. Siapa saja mereka dan bagaimana proyeksinya?

saham dividen

Mikirduit – Jika mengacu ke data pembagian dividen 2025, ada 44 saham yang berpotensi menyusul pembagian dividen di sisa bulan ini. Lalu, bagaimana proyeksinya?

Key Takeaways
  • Masih ada 44 saham yang berpotensi menyusul pembagian dividen pada sisa April 2026, dengan EMTK, LPPF, dan CINT menjadi tiga kandidat utama ber-yield tinggi meski proyeksi EMTK dan CINT tetap punya ketidakpastian payout ratio yang cukup besar.
  • Evaluasi proyeksi dividen Mikirduit sepanjang Maret–April 2026 menunjukkan beberapa emiten seperti TEBE, ROTI, CNMA, dan MEGA membagikan dividen jauh di atas ekspektasi karena payout ratio menembus 100 persen, sementara NISP justru membagikan lebih rendah dari perkiraan.
  • Dalam waktu dekat, perhatian investor dividen tertuju pada jadwal cum-date saham seperti CNMA, BNLI, ROTI, dan SIDO karena momen ini penting bukan hanya untuk memperoleh hak dividen, tetapi juga sebagai batas akhir strategi ambil untung sebelum ex-date.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini. 

Dari hitungan kami, ada beberapa saham yang berpotensi mencatatkan tingkat dividend yield tinggi. Tiga terbesar yang belum bagikan dividen dengan potensi yield tinggi antara lain:

Pertama, EMTK yang mencatatkan laba bersih jumbo karena adanya penjualan divestasi kepemilikan di saham GRAB, kami asumsikan dividen payout rasio 100 persen. Dengan begitu, total dividen sekitar Rp105 per saham dan dividend yield mencapai 12 persen (dari harga per 10 April 2026)

Kami menggunakan asumsi dividen 100 persen karena melihat anomali dalam payout rasio saham EMTK selama 2 tahun terakhir. Catatannya, pembagian dividen EMTK selalu di atas 100 persen laba bersih.

Jika menghitung posisi cashflow, Total dividen Rp6,78 triliun dari tahun buku 2025 masih mungkin karena posisi cash cukup tebal senilai Rp22,42 triliun.

Risiko terburuk, dividen yang dibagikan maksimal Rp2 triliun (mengikuti angka nilai di tahun 2024). Jika itu terjadi, potensi dividen sekitar Rp27 per saham (mengecualikan interim Rp5 per saham). Jika dengan angka terburuk itu, tingkat yield EMTK menjadi hanya 3 persen.

Catatannya, EMTK bakal melangsungkan RUPS tahunan pada 21 Mei 2026.

Kedua, Saham LPPF, yang manajemennya sudah mengusulkan dividen Rp250 per saham untuk tahun buku 2025. Artinya, tingkat payout rasio sekitar 78 persen, serta yield mencapai 13,23 persen dengan harga penutupan per 10 April 2026. LPPF bakal melangsungkan RUPS Tahunan pada 15 April 2026.

Ketiga, saham CINT yang diperkirakan membagikan 63 persen dari laba bersih menjadi Rp18,9 per saham. Jika dihitung dengan harga pasar per 10 April 2026, tingka yield-nya bisa mencapai 9,26 persen.

Namun, tingkat ketidakpastian payout ratio CINT cukup tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, rentang payout ratio CINT cukup lebar mulai dari 25 - 118 persen. Kami menggunakan asumsi payout ratio sama seperti 2024 dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang agresif di 63 persen.

Pembagian dividen 63 persen dari laba bersih ini pun masih mungkin dengan posisi cash di akhir 2025 sekitar Rp59 miliar (laba bersih 2025 sekitar Rp30 miliar).

Perbandingan Data Proyeksi Dividen Mikirduit vs Realita Sepanjang Maret-April 2026

Sepanjang Maret-April sudah ada 14 saham yang mengumumkan pembagian dividen. Dari total 14 proyeksi yang kami berikan di member Mikirsaham sejak awal 2026 (untuk periode dividen Maret-April 2026), kami mencatatkan beberapa proyeksi yang meleset cukup jauh seperti:

Pertama, Dividen Saham TEBE yang mencapai Rp156 per saham. Awalnya, kami memproyeksikan TEBE tidak bagikan dividen pasca diakuisisi oleh Haji Isam. Apalagi, TEBE juga puasa dividen interim seperti yang rutin dilakukan. Namun, ternyata TEBE mengumumkan dividen payout ratio tembus 151 persen menjadi Rp156 per saham.

Kedua, saham ROTI yang membagikan dividen Rp80 per saham. Awalnya, kami proyeksikan saham ROTI membagikan dividen maksimal 100 persen dari laba menjadi Rp41 per saham. Namun, ternyata ROTI membagikan dividen dengan rasio 195 persen dari laba hingga Rp80 per saham. Sebenarnya, saham ROTI memang rutin bagi dividen di atas 100 persen secara berturut-turut sejak 2020. Namun, kami tetap pasang ekspektasi konservatif dengan memproyeksikan maksimal di 100 persen laba.

Saham Pemenang dan Boncos Jika Rupiah Bertahan di Rp17.000 per Dolar AS Lebih Lama
Rupiah merana lagi di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), bahkan baru-baru ini menembus level terburuk dalam sejarah alias All Time Low. Kira-kira gimana dampaknya? siapa saja yang dirugikan dan sebaliknya yang masih cukup diuntungkan?

Ketiga, Saham CNMA membagikan dividen Rp7 per saham (untuk final) sehingga total Rp12 per saham termasuk interim Rp5 per saham. Awalnya, kami memproyeksikan CNMA membagikan dividen 100 persen dari laba bersih, yakni Rp8,46 per saham (setelah interim menjadi Rp3,46 per saham). Namun, realitanya, CNMA membagikan dividen 141 peren dari total laba bersih. Sehingga dividen final mencapai Rp7 per saham.

Keempat, saham MEGA mengumumkan dividen payout ratio yang agak di luar wajar mencapai 119 persen dari laba bersih menjadi Rp171 per saham. Biasanya, MEGA membagikan dividen sekitar 40-70 persen dari laba bersih.

Kami pun proyeksi di asumsi terendah, yakni 40 persen dari laba bersih menjadi Rp57,2 per saham. Namun, ternyata dividen yang dibagikan di atas 100 persen dari laba. Mau Dapat Proyeksi Saham Dividen hingga Juni 2026? Klik di sini

Kelima, saham NISP melakukan hal yang berbeda dengan 4 saham lainnya. Jika 4 saham lainnya mendongkrak payout ratio sehingga pembagian dividen menjadi terlihat tumbuh lebih besar. NISP malah menurunkan tingkat payout ratio-nya hingga setengahnya menjadi hanya 20 persen. Sehingga dividen NISP hanya Rp45 per saham. Sebelumnya, kami ekspektasi NISP membagikan dividen sekitar 40 persen dari laba bersih.

Deretan Saham Dividen yang Bakal Cum-date Dalam Waktu Dekat

Salah satu periode yang ditunggu untuk saham dividen adalah cum-date, yakni periode yang mana kalau beli masih bisa dapat dividen. Namun, fungsi periode cum-date bukan cuma sekadar deadline beli terakhir jika ingin mendapatkan hak dividen saja, melainkan juga menjadi titik terakhir untuk ambil untung sebelum masuk periode ex-date. Lalu, siapa saja yang bakal mencatatkan periode cum-date dalam waktu dekat?

  • CNMA cum-date 14 April 2026
  • BNLI cum-date 15 April 2026
  • ROTI cum-date 15 April 2026
  • SIDO cum-date 17 April 2026

Dapatkan Analisis dan Diskusi Komprehensif, serta Screeningan Saham yang Menarik untuk Trading hingga Jangka Panjang

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US,
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini