Ciri-ciri Saham Dividen yang Bagus, Studi Kasus Saham NISP, TEBE, dan ROTI

Ciri-ciri saham dividen yang bagus? apakah yang yield jumbo meski payout ratio sangat besar melampaui laba bersih? atau ada opsi pilihan saham dividen yang lebih menarik?

Saham dividen

Mikirduit – Saham dividen memang kerap menjadi sorotan saat musim-nya tiba pada Maret-Juni. Lalu, apa ciri-ciri saham dividen yang bagus?

Key Takeaway
  • Saham dividen yang bagus bukan sekadar punya dividend yield tinggi, tetapi idealnya tetap ditopang pertumbuhan kinerja, peluang ekspansi, dan payout ratio yang masih sehat agar dividen lebih berkelanjutan.
  • Yield jumbo di atas 7 persen tidak selalu menarik karena pada banyak kasus justru ditopang payout ratio sangat tinggi, bahkan di atas 80 persen atau 100 persen, yang membuat potensi keberlanjutan dividen ke depan menjadi lebih rapuh.
  • Dari contoh NISP, ROTI, dan TEBE, artikel menilai NISP lebih menarik untuk dicicil bertahap karena penurunan payout ratio-nya tidak mencerminkan masalah bisnis utama, sedangkan ROTI dan TEBE lebih berisiko karena dividennya sudah terlalu agresif.
  • Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini. 

Ada banyak persepsi terkait saham dividen yang bagus mulai dari Dividennya memiliki tingkat yield jumbo (minimal di atas 7 persen hingga Dividennya terus bertumbuh tanpa melihat metriks payout ratio dan pertumbuhan kinerja.

Lalu, saham-saham yang mencatatkan penurunan dividen juga di-judge buruk hingga mendapatkan hukuman pasar berupa tekanan jual yang besar.

Namun, apa sih ciri-ciri saham dividen yang bagus?

Ciri-ciri Saham Dividen yang Bagus

Ada beberapa metriks saham dividen yang sering digunakan:

  • Dividend payout ratio: seberapa besar porsi dividen dari total laba bersih
  • Dividend per saham: total jumlah dividen yang didapatkan pemegang saham setiap lembar sahamnya
  • Dividend yield: persentase keuntungan yang didapatkan dari dividen jika dibandingkan dengan harga rata-rata saham yang dimiliki.

Namun, menilai sebuah saham dividen bagus tidak hanya sekadar dari yield yang tinggi, dividen per saham yang besar, atau payout ratio yang jumbo.

Kami membuat beberapa hasil pemantauan terkait saham dividen post-covid dengan beberapa poin seperti ini:

Pertama, saham dividen yang konsisten mencatatkan yield jumbo di atas 7 persen. Namun, harga saham cenderung sideways. Dalam kondisi ini, saham-saham tersebut kerap membagikan dividen dengan tingkat payout ratio jumbo hingga di atas 80 persen. Dalam beberapa kondisi, kinerja keuangan belum tentu lagi bertumbuh, bahkan bisa lagi turun. Namun, karena payout ratio-nya terus digenjot naik seolah-olah dividen bertumbuh. Contoh, saham MPMX, RALS, hingga ROTI.

Kedua, saham dividen yang konsisten mencatatkan yield jumbo di atas 7 persen dengan payout ratio di bawah 80 persen. Cenderung memiliki volatilitas harga saham yang menarik sesuai dengan perkembangan sentimen. Contohnya, saham batu bara, big bank, bank menengah.

Ketiga, saham dividen yang membagikan dividen dengan yield yang terus bertumbuh selaras dengan pertumbuhan kinerja keuangan dan posisi kenaikan harga saham masih lebih rendah dari kenaikan kinerja keuangan. Untuk saham ini biasanya muncul dalam periode musiman, kami sempat memantau PBID hingga PBSA sebelum gejolak market semester II/2024.

Dari skenario, apa kesimpulan saham dividen yang bagus?

Kami juga ingin menyamakan persepsi, saham dividen yang bagus bukan sekadar membagikan dividen dengan yield jumbo di atas 7 persen. Namun, saham tersebut juga menyisakan cash hasil laba untuk unlock value valuasi-nya dan rencana ekspansi perseroan.

Untuk itu, kami membuat beberapa indikator saham dividen yang dinilai cukup sehat:

  1. Kinerja keuangan masih bertumbuh positif (dan punya ruang pertumbuhan dari berbagai rencana ekspansi ke depannya dengan mengecualikan risiko saham cyclical)
  2. Tingkat payout ratio di bawah 80 persen. Sehingga hal itu menandakan ada usaha dari emiten untuk mendorong ekspansi bisnis dari cash yang didapatkan dari laba.
  3. Jika ada, yield di atas 7 persen. Jika tidak ada, bisa cari yang yield-nya di atas 3 persen, tapi prospek pertumbuhan bisnis saham tersebut masih bagus sehingga dengan harga saat ini, potensi yield di masa depan berpotensi di atas 7 persen.

Beberapa saham yang memberikan kejutan untuk unlock value tersebut mulai dari PBID hingga TAPG. Namun, perhatiannya, ketika saham terkait meningkatkan rasio dividen hingga di atas 80 persen dalam lebih dari dua periode dan volatilitas harga saham meningkat bisa menjadi perhatian untuk keluar bertahap.

Deretan Saham yang Berpotensi Bagikan Dividen Hingga Akhir April 2026, Begini Bocoran Proyeksinya
Maret dan April menjadi 2 bulan pembuka musim dividen. Kami mencatat ada 43 saham yang berpotensi bagikan dividen hingga akhir April 2026. Siapa saja mereka dan bagaimana proyeksinya?

Apakah saham yang menurunkan Payout Rasio lebih buruk daripada yang menaikkan payout ratio?

Untuk menjawab ini, kami memberikan tiga contoh terbaru dari saham dividen, yakni NISP, ROTI, dan TEBE.

NISP menjadi saham bank menengah yang mulai rutin bagikan dividen sejak 2021. Rata-rata payout ratio-nya memang sekitar 20-50 persen.

ROTI menjadi saham yang membagikan dividen dengan yield rata-rata di atas 7 persen dalam 3 tahun terakhir. Namun, untuk mencapai tingkat dividend yield tersebut, ROTI terpaksa membagikan dividen di atas 100 persen dari laba bersih.

TEBE menjadi saham yang rutin bagi dividen hingga 3 kali dalam setahun (sebelum akhirnya diakuisisi oleh Haji Isam). Sejak 2021, TEBE membagikan dividen dengan rentang payout ratio sekitar 39 persen sampai 60 persen. Namun, setelah diakuisisi Haji Isam, TEBE bagikan dividen hingga 151 persen dari laba bersih.

Nah, dari ketiga itu, mana yang kondisinya menarik dan bisa jadi perhatian?

Kami akan membahas kondisi masing-masing saham tersebut.

Pertama, Saham NISP tengah dihukum market setelah dividen payout ratio-nya turun jadi 20 persen dibandingkan 2 tahun terakhir di 40-50 persen. Tapi, dari segi bisnis tidak ada masalah hanya terkait risiko sektoral, yakni perlambatan pertumbuhan kredit.

Kedua, ROTI secara kinerja keuangan full year 2025 tengah tertekan setelah laba bersih turun 28 persen. Namun, setelah mengumumkan pembagian dividen hampir 200 persen laba bersih, saham ROTI sempat menguat. Hanya saja setelah itu kembali koreksi.

Ketiga, saham TEBE telah melewati periode ex-date, harga sahamnya sempat mengalami penurunan 14 persen (lebih besar dari potensi yield saat harga cum-date). Namun, kini harga sahamnya bergerak sideways.

Dari ketiga kasus tersebut, jika ingin tertarik mengumpulkan secara bertahap adalah saham NISP. Alasan saham NISP menarik untuk cicil bertahap dan strategi action-nya bisa klik di sini.

Sementara itu, untuk saham ROTI dan TEBE yang menjadi concern adalah terkait payout ratio-nya yang sudah di atas 100 persen. Dari kondisi itu, ada kemungkinan payout ratio serupa sulit diulang di masa mendatang.

Namun, kedua saham itu tetap berpeluang menarik jika ada konsolidasi harga di level tertentu untuk jangka menengah, bukan untuk memburu dividennya. Dari sini, mana yang menurutmu menarik? saham yang dividennya moderat atau yang yield tinggi meski payout ratio tembus di atas 100 persen?

Dapatkan Analisis dan Diskusi Komprehensif, serta Screeningan Saham yang Menarik untuk Trading hingga Jangka Panjang

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US,
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini