Begini Nasib Saham PGAS Setelah Rugi di 3 Bulan Kuartal Keempat 2025
Saham PGAS mengalami penurunan harga yang signifikan ke bawah Rp2.000 per saham setelah 3 bulan mengalami kerugian. Apa penyebabnya dan bagaimana prospek ke depannya?
Mikirduit -- Harga saham PGAS turun ke bawah Rp2.000-an per saham setelah realisasi kinerja mencatatkan PGAS merugi 22,52 juta dolar AS pada tiga bulan kuartal ke IV/2025. Lalu, bagaimana prospek ke depannya?
Key Takeaways
- PGAS mencatatkan kerugian pada kuartal IV/2025 terutama akibat penurunan nilai aset migas sebesar 99,5 juta dolar AS di Blok Sesulu Selatan serta kenaikan beban keuangan, meskipun pendapatan dan laba kotor sebenarnya masih tumbuh.
- Secara operasional sepanjang 2025, laba bersih PGAS sebenarnya hanya turun sekitar 5 persen jika mengecualikan penurunan nilai aset, dengan tekanan utama berasal dari kenaikan biaya pembelian gas bumi yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan.
- Ke depan, tantangan PGAS berasal dari margin bisnis yang tertekan akibat kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT), kontribusi bisnis hulu yang kecil, serta risiko sengketa LNG dengan Gunvor yang nilai klaimnya mencapai sekitar 60 persen dari laba tahunan perusahaan.
- Untuk diskusi saham secara lengkap, pilihan saham bulanan, dan insight komprehensif untuk member, kamu bisa join di Mikirsaham dengan klik link di sini.
Sebenarnya, kinerja tiga bulan kuartal IV/2025 PGAS ini mencatatkan pendapatan yang cukup impresif dengan kenaikan pendapatan 8,33 persen menjadi 1,05 miliar dolar AS. Bahkan, laba kotornya naik 15,29 persen menjadi 196,14 juta dolar AS karena biaya pokok pendapatan yang naik lebih rendah daripada pendapatan.
Ditambah, operasional seperti beban umum dan administrasi mencatatkan penurunan sebesar 21,32 persen menjadi 45,08 juta dolar AS.
Hanya saja, ada beberapa poin yang membuat kinerja tiga bulan kuartal keempat PGAS mencatatkan kerugian:
Pertama, kenaikan beban keuangan sebesar 12,2 persen menjadi 15,59 juta dolar AS. Faktornya ada beban bunga sewa pembiayaan yang secara kuartalan terhitung cukup signifikan di 15,74 juta dolar AS, serta bunga pinjaman Club Deal yang pembayaran di kuartal keempat cukup signifikan di 21 juta dolar AS.
Kedua, pos penurunan nilai aset migas hingga 99,53 juta dolar AS. Jadi, angka penurunan nilai properti PGAS itu disebabkan oleh adanya hasil audit di Blok Sesulu Selatan yang masih dalam tahap eksplorasi mencatatkan estimasi cadangan migas-nya mengalami penurunan signifikan. Dengan begitu, ada estimasi yang berpotensi lebih kecil dari sebelumnya sehingga ada penurunan nilai aset migas tembus 99,5 juta dolar AS yang membebani kinerja PGAS tersebut.
Adapun, untuk bisnis ini ada di anak usaha hulu migas PGAS, yakni Saka Energi. Sebelumnya di 2017, Blok Sesulu Selatan ini diperkirakan memiliki cadangan hingga 500 miliar kaki kubik. Namun, sampai saat ini masih eksplorasi dan malah ada penurunan estimasi cadangan sehingga ada catatan penurunan nilai tersebut.
Lalu, apakah artinya penurunan kinerja PGAS di full year 2025 hanya faktor teknis akuntansi yang tidak berpengaruh ke bisnis?
Sebenarnya, secara akumulasi setahun, kinerja bottom line PGAS tanpa adanya penurunan nilai aset migas juga tengah mengalami penurunan.
Dari segi laba kotor, PGAS sudah mencatatkan penurunan sebesar 7,8 persen menjadi 698 juta dolar AS. Tekanan laba kotor terjadi karena adanya kenaikan pembelian ga bumi yang cukup signifikan terutama dari pihak ketiga sebesar 16 persen menjadi 2,11 miliar dolar AS. Kenaikan biaya pembelian gas bumi itu lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan yang hanya naik 4,94 persen.
Namun, PGAS mengupayakan efisiensi dari operasional yang membuat beban umum dan administrasi turun 16,57 persen menjadi 167 juta dolar AS. Sayangnya, penurunan beban umum itu hanya mampu meredam penurunan laba operasional lebih dalam. Secara catatan, laba operasional tetap turun 0,58 persen menjadi 519 juta dolar AS.
Jika mengecualikan penurunan nilai aset migas, penurunan laba bersih secara operasional PGAS hanya 5 persen menjadi 417 juta dolar AS.

Perkembangan Sumber Pendapatan Saham PGAS
Secara umum, bisnis PGAS ditopang oleh segmen niaga dan transmisi gas. Kontribusi pendapatan dan laba usahanya mencapai di atas 80 persen. Sepanjang 2025, bisnis niaga dan transmisi gas-nya mencatatkan kenaikan 8,09 persen menjadi 3,71 miliar dolar AS. Namun, dari segi hasil segmen-nya mengalami penurunan 8,04 persen menjadi 506 juta dolar AS. Ada faktor terkait kenaikan biaya pembelian gas bumi tersebut.
Sementara itu, segmen hulu migas dan lainnya hanya punya kontribusi di bawah 20 persen.
Untuk hulu migas di Saka Energi mencatatkan penurunan pendapatan 21,8 persen menjadi 288 juta dolar AS dengan penurunan laba segmen sekitar 35 persen menjadi 34 juta dolar AS.
Sementara lainnya terkait bisnis layanan jasa lainnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,96 persen menjadi 376 juta dolar AS, serta laba segmen naik 65 persen menjadi 73 juta dolar AS.
Tantangan PGAS adalah sulit mendorong margin keuntungan bisa lebih tinggi karena adanya kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT). Meski, harga HGBT dinaikkan dan dengan kuota terbatas ternyata tidak mampu mendorong tingkat margin keuntungan yang lebih baik. Pasalnya, PGAS juga mencari sumber gas yang didistribusikan dari pihak ketiga dengan perkembangan harga gas yang fluktuasi.
Sementara itu, PGAS masih dinaungi proses spin off Saka Energy, anak usaha hulu migasnya.Sebenarnya, sejak PGAS digabung ke Pertamina pada 2018, sudah ada wacana untuk melakukan spin-off Saka Energy dan diberikan kepada Pertamina Hulu Energi. Namun, hingga saat ini, wacana itu tidak dilakukan. Bahkan, ada wacana Saka Energy mau dibawa IPO oleh PGAS, tapi juga tidak ada perkembangan lebih lanjut.
Adapun, kini Saka Energi mengelola sekitar 11 blok migas dengan kondisi 6 blok sudah beroperasi, sedangkan sisanya masih tahap eksplorasi. Bahkan, Saka Energi juga punya kepemilikan minoritas sebesar 36 persen di blok shale gas di AS, yakni blok Fasken. Skala produksi Saka Energi juga masih rendah dengan produksi rata-rata 20.000-an barel setara minyak per hari.
Sebenarnya, jika Saka Energi dilepas oleh PGAS, tidak ada dampak signifikan bagi perseroan. Pasalnya, kontribusi pendapatan dan laba bersih Saka Energi ke PGAS di bawah 10 persen
Drama Gunvor Berlanjut
PGAS juga masih memiliki satu sengketa, yakni masalah dengan Gunvor Singapore Ltd. Masalahnya bermula dari tersendat-nya pengiriman LNG yang tidak sesuai kontrak dari PGAS ke Gunvor. Dalam kontrak itu, PGAS harus mengirim 8 kargo LNG ke Gunvor sejak 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2027.
Namun, PGAS mengajukan force majeure terkait pelaksanaan kontrak LNG pada 3 November 2023 (sebelum LNG siap dikirimkan pada Januari 2024).
Gunvor pun menyeret PGAS ke London Court of Internasional Arbitration pada 2024. Dalam sengketa itu, proses arbitrase sudah masuk ke tahap document production antara PGA dan Gunvor pada Oktober-Desember 2025.
Di sisi lain, kabar terbaru, Gunvor mengajukan klaim senilai 130 juta dolar AS (setara Rp2,18 triliun) kepada PGAS terkait sengketa keduanya tersebut. Jika dibandingkan dengan kinerja full year 2025, nilai klaim Gunvor itu mencapai 60 persen dari laba PGAS.
Di sisi lain, PGAS juga sudah mencadangkan provisi LNG terkait sengketa dengan Gunvor mencapai 72 juta dolar AS atau Rp1,2 triliun.
Adapun, sidang antara PGAS dengan Gunvor dijadwalkan pada Mei-Juni 2026 di London Court of Internasional Arbitration. Jika disanksi, akan jadi tekanan kinerja jangka pendek untuk PGAS. Adapun, dalam periode satu tahun pasca kekalahan sidang, ada potensi PGAS masuk anomali harga diskon yang bisa dilirik.
Dengan fakta ini, menurutmu, seberapa menarik saham PGAS yang lagi turun saat ini?
Mau Dapat Insight dan Idea Saham Investing hingga Trading dengan Strategi Sesuai Kebutuhanmu?
Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:
- Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
- Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
- Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
- Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
- Event online bulanan
- Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
- Hingga konsultasi private
Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini
Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini
