5 Fakta Saham IPO WBSA yang Terhubung dengan Startup Waresix

Akhirnya ada saham IPO perdana di 2026 setelah hampir 3 bulan berjalan. Kali ini ada saham logistik terintegrasi bernama WBSA, berikut 5 fakta yang harus diketahui sebelum kamu pesan sahamnya.

saham WBSA

Mikirduit – BSA Logistics dengan kode WBSA menjadi saham IPO perdana di 2026. Calon emiten dengan bisnis logistik terintegrasi ini akan mengejar dana paling banyak Rp306 miliar dari IPO. Kami ungkap 5 fakta yang wajib kamu ketahui dari saham WBSA.

Key Takeaways
  • WBSA merupakan emiten logistik terintegrasi yang terafiliasi erat dengan startup Waresix, dengan struktur kepemilikan yang didominasi investor keuangan dan adanya ketentuan lock-up pasca IPO.
  • Mayoritas dana IPO WBSA akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan terafiliasi, sehingga dana publik berfungsi untuk restrukturisasi internal grup bisnis yang sama.
  • Meski mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan yang signifikan sebelum IPO, valuasi WBSA tergolong premium dengan PBV dan PER yang cukup tinggi.

WBSA IPO dengan  menerbitkan 1,8 miliar lembar saham baru yang setara 20,75 persen dari total lembar saham existing. Harga pelaksanaan sekitar Rp150 - Rp170 per saham yang berarti total dana IPO yang dihimpun paling banyak sekitar Rp306 miliar. IPO ini digawangi oleh OCBC Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas.

Berikut ini 5 fakta IPO WBSA yang harus kamu ketahui:

WBSA Dimiliki Oleh Waresix, Startup Pergudangan

Jika melihat struktur kepemilikan WBSA, emiten ini dimiliki oleh Andree Susanto dan Edwin Wibowo sebagai ultimate beneficial owner melalui Tiga Beruang Kalifornia Ltd. Nah, dalam badan hukum di Indonesia, ada yang bernama PT Tiga Beruang Kalifornia yang merupakan Waresix, startup pergudangan dan logistik.

Andree Susanto dan Edwin Wibowo juga adalah founder dari Waresix tersebut. Sehingga WBSA memiliki kaitan erat dengan Waresix. Apalagi dari segi bisnis memiliki kesamaan di sektor pergudangan dan logistik.

Pengendali WBSA Dimiliki Banyak Investor Keuangan

Secara tidak langsung, WBSA juga dimiliki oleh para investor yang menyuntik pendanaan ke WBSA. Dari prospektus, Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd ini memiliki banyak investor, yang mana hampir 80 persen-nya adalah investor keuangan.

Pengendali utama Andree dan Edwin Wibowo hanya pegang Tiga Beruang Kalifornia sekitar 11,08 persen dan 7,91 persen melalui Liberty Holdings Global Ltd. dan Bountiful Investors Ltd.

Beberapa pemegang saham Tiga Beruang Kalifornia antara lain, East Ventures yang juga menempatkan Wilson Cuaca sebagai komisaris di WBSA, Bali I Limited, Anderson Investment Pte. Ltd yang merupakan bagian dari Temasek, Watimena LP, Mollucas II Ltd., Internet Fund VII Pte. Ltd, dan Jungle Ventures Investment Holding, serta investor lainnya yang memiliki saham di bawah 5 persen.

Nantinya, seluruh pemegang saham di bawah Tiga Beruang Kalifornia dan PT Permata Gandaria Indah wajib lock up selama 8 bulan, sedangkan Andree dan Edwin akan lock up selama 12 bulan.

Mayoritas Dana IPO Digunakan untuk Akuisisi Perusahaan Terafiliasi

WBSA akan menggunakan dana Rp215 miliar untuk mengambilalih 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik yang disebut akan meningkatkan integrasi bisnis ke transportasi laut.

Nah, WBSA mengakuisisi Bermuda Inovasi Logistik dari PT Bermuda Nusantara Logistik yang dikendalikan oleh Andree dan Edwin, yang juga jadi ultimate beneficial owner dari WBSA.

Artinya, dana IPO dari publik akan digunakan untuk perpindahan posisi Bermuda Inovasi Logistik dari di bawah Bermuda Nusantara Logistik menjadi di bawah WBSA.

5 Saham yang Laba Bersih 2025 Terbang hingga Ribuan Persen, Menarik atau Berisiko?
Saham yang mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 1000-an persen memang terlihat menarik. Namun, bukan berarti saham tersebut layak untuk investasi. Berikut, kami buat analisis 5 saham dengan kinerja laba 2025 yang tumbuh hingga 1000-an persen

Hubungan WBSA dengan Sinarmas

Banyak yang membahas hubungan WBSA dengan Grup Sinarmas, faktanya keduanya tidak ada afiliasi yang signifikan. Grup Sinarmas hanya menjadi salah satu klien besar dari WBSA. Emiten logistik ini mengurus logistik dan transportasi untuk bisnis pulp and paper serta CPO Grup SInarmas.

Meski, kami menilai Grup Sinarmas juga ada di kepemilikan secara tidak langsung di Tiga Beruang Kalifornia. Alasannya, Sinarmas Digital Ventures tergabung dalam konsorsium EV Growth bersama Yahoo Japan Capital dan East Ventures. EV growth bisa dibilang jadi investor yang sudah cukup lama di Waresix.

Selain Grup Sinarmas, ada beberapa investor lainnya seperti Grup EMTK, Softbank Ventures Asia, Pavilion Capital, dan Redbadge Pacific yang baru jadi investor Waresix pada akhir 2020.

Kinerja Sensasional Sebelum IPO dan Valuasi Premium

Dari data laporan keuangan yang tersedia di-prospektus, WBSA memiliki kinerja yang cukup oke hingga September 2025.

WBSA mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan sebesar 1481 persen menjadi Rp24,39 miliar.

Kenaikan laba bersih WBSA ini didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 29,07 persen menjadi Rp1,54 triliun.

Jika dilihat dari sumber lonjakannya, sumber pertumbuhan utama dari Transportasi Darat (berupa truk) yang naik 28,64 persen menjadi Rp897 miliar, sedangkan pengurusan Transportasi menjadi segmen yang mencatatkan kenaikan paling agresif sebesar 35 persen menjadi Rp470 miliar.

Dari segi hasil segmen, bisnis pengurusan transportasi menjadi yang paling berkontribusi besar setelah tumbuh 63,57 persen menjadi Rp174 miliar, sedangkan segmen transportasi darat malah turun 11,51 persen menjadi Rp22,15 miliar.

Dari segi risk kredit, WBSA mencatatkan total kredit berbunga sekitar Rp97 miliar. Jumlah kredit berbunga WBSA turun dari sebelumnya Rp168 miliar. Tingkat debt Equity rasio juga turun menjadi 0,29 kali setelah WBSA ada penambahan ekuitas lewat penerbitan saham baru jelang IPO. Ekuitas WBSA naik menjadi Rp330 miliar dibandingkan dengan Rp119 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Dari segi interest coverage rasio (ICR) juga masih cukup aman. Secara twelve trailing month sekitar 1,98 kali.

Secara valuasi jika harga IPO di angka tertinggi Rp170 per saham, berarti PBV mencapai 2,13 kali. Dari angka ini cukup premium. Begitu juga dari segi PE dengan rentang 38-43 kali.

Mau tahu strategi saham IPO WBSA dari Mikirduit?

Kamu bisa dapatkan semuanya di Mikirsaham.com, join sekarang dan dapatkan deretan benefit yang membantumu investasi di saham seperti:

  • Stockpick Investing Saham Indonesia (Value, Dividen, Growth, Contrarian) Update per bulan
  • Stockpick mid-term (6 bulan - 2 tahun) saham US (NEW)
  • Stockpick trading mingguan untuk saham Indonesia
  • Insight Saham Komprehensif untuk saham Indonesia, US, Aksi korporasi, dan IPO
  • Event online bulanan
  • Grup Diskusi WA (terpisah antara saham Indo, US, dan stockpick trading mingguan)
  • Hingga konsultasi private dengan founder kami

Langsung langganan dan pilih plan yang sesuai dengan kebutuhanmu sekarang dengan klik di sini

Jangan lupa follow kami di Googlenews dan kamu bisa baca di sini

💡
Dapatkan Tools Analisis Saham Paling Cocok Untuk Investor Ritel serta Pilihan Saham Indonesia hingga AS dengan AI bersama Investing Pro. Dapatkan Promo Spesial Dari Mikirduit dengan Klik di sini